Kerinduan Yang Ternoda

Kerinduan Yang Ternoda
Mimpi itu


__ADS_3

Pagi tadi untuk kedua kalinya, Wine melihat seseorang yang tidaklah asing di matanya. Namun Wine masih saja dengan keras mengingat, dimana ia pernah bertemu dengan orang tersebut. Wine beranjak pelan dan berdiri sambil mengangkat tangan kanannya, meminta izin. Kemudian berjalan keluar kelas dengan sangat hati-hati, dimana dosen masih memberikan materi perkuliahannya. Hari ini Wine benar-benar tidak bisa fokus dalam mengikuti perkuliahan.


Dan mimpi kemarin malam juga masih bergelayut di pikiran Wine, bahkan sangat menggangu pikirannya. Wine mencoba menenangkan dirinya, ia duduk di taman samping kampus. Namun ingatannya kembali pada mimpi kemarin malam.


"Apa kamu mau seperti bulan itu, Sayang?"


"Kamu harus menemukan mataharimu agar kamu selalu cantik"


Ucapan itu bukan sekedar mimpi, masih jelas di ingatannya bahwa ucapan itu yang terakhir papinya katakan saat dia bermain di taman kota yang dihiasi cahaya bulan yang terang benderang.


Bukk..


"Aduh sakit !" seru Wine seketika lamunan itu buyar.


"What are you doing ?" tanya Melda sambil terus memukul dengan gulungan kertas fotocopy di tangannya.


"Hey..hentikan, please !" teriak Wine sambil menangkis pukulan dari sahabatnya itu.


Wine dengan cepat menyapu air mata yang masih membasahi wajahnya agar kegundahan hatinya tidak terlihat. Suatu hal yang sulit buat menjelaskan kepada sahabatnya jika nanti sahabatnya itu bertanya. Wine pun masih belum bisa mengingat semua tentang masa kecilnya dan tentang mimpi itu.


"Apa yang kamu pikirkan ?" tanyanya sambil menutup mata indah Wine dengan gulungan kertas fotocopy ditangannya.


Melda mendekatkan tatapannya, melihat tajam dengan rasa ingin tau dan curiga.


"Jangan-jangan kamu mulai menyukai Wisnu ya ?" ucap Melda sambil melepaskan senyum datarnya.


Wine tak menjawab pertanyaan Melda, meskipun dia tau kalau Wisnu selalu memberikan perhatian padanya. celotehan Melda dibalasnya dengan senyuman dan cibiran kecil.


"Aku atau kamu yang menyukai Wisnu!" ucap Wine sambil mencubit pipi Melda yang tembem itu.


"Ayolah, seru Melda dia hanya tertarik padamu Wine bukan padaku. Aku tau kau juga menaruh hati padanya.


Wine tersenyum lebar sambil tertawa memperhatikan tingkah laku Melda.


"Apa cintamu di tolak Wisnu?" tanya Wine.


Hahahaha..


Melda terbahak.


"Sudah ku bilang dia hanya menyukaimu, bahkan semua orang di kampus ini tau!" ucap Melda

__ADS_1


"Kenapa kamu masih saja cuek terhadap Wisnu?" Padahal banyak cewek-cewek di kampus ini yang ingin menjadi kekasihnya.


"Sudahlah, jangan di bahas." Ayo kita masuk kelas, seru Wine.


Wine berjalan cepat menuju kelasnya, meninggalkan Melda yang berjalan di belakangnya. Saat dia masuk ke kelas, temen-temen sekelasnya menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Kegundahan hatinya membuatnya lupa kalo hari ini usianya genap 20 tahun.


"Selamat ulang tahun sahabatku" ucap Melda sambil memeluknya.


"Terima kasih ya, Melda" jawab Wine


Kelas pun menjadi gaduh seketika dimana seorang bintang kelas dan bunga kampus itu sedang merayakan ulang tahun namun sayang tidak ada sosok Wisnu, seseorang yang selalu memberikan perhatian padanya.


*****


45 menit berlalu, perkuliahan hari ini yang sempat di warnai dengan perayaan ulang tahun Wine tetap berjalan lancar dan tidak menggangu aktifitas perkuliahan.


Melda beranjak dari tempat duduknya, tidak seperti biasanya, dia tampak sedikit terburu-buru setelah melihat pesan di ponselnya yang berbunyi.


"Wine, maaf aku duluan, " seru Melda.


" Iya, sampai ketemu besok," sahut Wine.


"Bye Wine," teriak Melda sambil melambaikan tangannya berjalan menuju pintu.


Wine..Wine


Terdengar suara seseorang memanggil dan suara itu tidak asing. Wine melihat kebelakang mencari sumber suara yang memanggilnya. Terlihat Wisnu berjalan dengan cepat seakan berlari mendekatinya.


"Hai, happy birthday", seru Wisnu sambil mengulurkan tangannya untuk memberikan selamat.


"Terima kasih, sahut wine sambil menjabat tangan Wisnu."


Ini kali pertama tangannya bersentuhan dengan laki-laki. Detak jantungnya berpacu, seakan suaranya debarannya terdengar ditelinga. Perasaan yang berbeda jika ada Wisnu di dekatnya. Wine tak mampu melihatnya senyum Wisnu yang manis, perasaan malu menyelimuti hatinya.


"Apakah ini perasaan suka?" seperti yang dikatakan Melda padanya, dalam hatinya berbisik.


"Kamu tidak ada kesibukan hari ini?" aku ingin mengajakmu jalan, ucap Wisnu.


Wine terdiam saat Wisnu mengajaknya jalan. Debaran jantung tak menentu membuat sekujur tubuhnya menjadi gemetar, sesekali ia melihat ke arah Wisnu, lalu kemudian menunduk kembali wajahnya yang merona.


"Ooo..tidak!" tapi hari ini jadwal perkuliahan cukup padat dan aku ingin istirahat, ucap Wine.

__ADS_1


"Oh begitu ya, bagaimana kalo hari Minggu saja, kamu mau tanya Wisnu kembali.


Wine hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Wisnu. Kemudian mereka kembali saling bertatapan dan Wine pun kembali menundukkan wajahnya cantiknya sambil tersipu malu.


Wisnu mencoba mencairkan suasana yang tampak kaku.


"Oiya, kamu semester ini ambil berapa mata kuliah sih?" tanya Wisnu.


"Delapan mata kuliah, ada 24 sks untuk semester ini," jawab Wine.


"Pasti setiap hari jadwal kuliah mu padat ya," ucap Wisnu.


"Sekarang kamu mau pulang?" boleh ku antar, ucap Wisnu sambil tersenyum.


"Boleh, Kita jalan saja, kebetulan kosan ku tidak jauh kok dari kampus," ucap Wine.


Satu bulan ini Wine jarang sekali melihat Wisnu hadir pada perkuliahan dan hari ini Wisnu datang menemuinya untuk mengucapkan hari ulang tahunnya. Sesuatu yang membuat dirinya serasa tersanjung dan menjadi istimewa karena ia bisa berjalan dengan idola para cewek di kampus ini. Meskipun begitu Wine masih saja terus menundukkan kepalanya.


"Sekarang kamu kenapa jarang sekali kuliah?" tanya Wine sedikit gugup.


Wisnu tersenyum dan menatap dalam wajah Wine.


"Sekarang aku ambil kuliah kelas karyawan," ucap Wisnu.


" Kenapa" tanya Wine kembali.


"Aku kerja membantu papaku di kantor, jadi aku tidak bisa mengikuti perkuliahan reguler seperti biasanya. Papa ku, sudah beberapa bulan ini kesehatannya menurun," ucap Wisnu.


"Oh..begitu ya!" pantas kamu berpakaian rapi sekali sahut Wine.


"Eemm, Aku senang kamu mulai memperhatikan aku juga ya?" ucap Wisnu sambil melepaskan senyum manisnya.


Seketika wajah cantik Wine merah merona karena malu kalo Wisnu ternyata mengetahui bahwa dirinya pun juga memperhatikannya.


Tidak terasa, akhirnya merekapun tiba di depan pintu pagar kosan. Hanya Kurang dari 10 menit untuk tiba di kosan Wine.


"Terima kasih, sudah mengantarku," ucap Wine sambil membalikkan badannya kearah Wisnu.


" Iya tapi jangan lupa hari Minggu, aku jemput kamu disini!" ucap Wisnu.


"Okeh, bye Wine!" ucap Wisnu sambil melambaikan tangan dan meninggalkan senyumannya.

__ADS_1


Sementara Wine masih berdiri di depan pintu pagar kosannya. Melihat Wisnu berjalan menjauh sampai sosoknya tak terlihat lagi di matanya.


Bersambung...........


__ADS_2