
Seorang lelaki muda yang terbaring di tempat tidur rumah sakit itu, luka-luka bakar yang dialaminya cukup parah. Namun luka-luka bakar itu sudah mulai membaik hari ini. Kecelakaan lantas yang terjadi sebulan yang lalu itu, membuat wajah lelaki itu tak dapat dikenali lagi. Seorang wanita paruh baya duduk menemani lelaki itu, sesaat kemudian seorang dokter masuk untuk memeriksa keadaan lelaki itu. Sejak kecelakaan lantas yang menimpanya, Lelaki itu belum sadarkan diri.
"Bagaimana dokter? Kapan bisa dilakukan operasi beda plastik?"
"Kita tunggu kondisi pasien benar-benar stabil dan dia sadar!"
Dokter meninggalkan ruangan, wanita itu melihat ke arah lelaki yang tengah terbaring itu. Kemudian ia kembali duduk di samping tempat tidur pasien.
"Aku dimana!"
Wanita itu langsung berdiri, saat mendengar suara Lelaki itu berbicara dan membukakan matanya.
"Tenang, kamu ada di rumah sakit!!"
"Dia sudah sadar!" gumam wanita itu.
"Kenapa aku ada di rumah sakit?
Wanita itu tergesa-gesa keluar kamar kemudian memanggil suster.
"Suster, suster! pasien di kamar 121 sudah sadar!!"
Tak lama kemudian suster dan dokter datang kemudian memeriksa kembali lelaki itu.
"Keadaannya mulai membaik!"
"Terimakasih dokter!"
Setelah diperiksa dan diberikan obat , dokter dan suster keluar. Wanita itu menghampiri lelaki muda itu.
"Aku dimana! Dan ibu siapa!!"
"Dirumah sakit! aku teman Ayahmu, kamu tidak mengenalku!!"
"Tidak!"
"Coba kamu ingat lagi, namaku Blanca!!"
"Blanca!"
"Kamu mengalami luka bakar! kamu kecelakaan dan mobil yang kamu kemudikan terbakar dan meledak!!!"
"Arrgghhhh, kepalaku!!"
"Sebentar aku panggilkan dokter!"
Tak lama kemudian dokter datang, kembali memeriksa lelaki muda itu. Dokter menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan Lelaki itu, tapi lelaki itu sama sekali tidak mengingat siapa dirinya.
Cakra duduk di belakang meja kerjanya, ia mengingat kembali kejadian 22 tahun yang menimpanya. Tiba-tiba ia terkejut oleh kehadiran Liliana yang berdiri di depan pintu ruang kerjanya.
"Apa aku mengganggumu!"
"Sejak kapan kau berdiri di situ!!"
"Belum lama! tadinya aku tidak ingin menemui mu di kantor tapi!!"
"Tapi apa?"
"Tapi karena Blanca memaksaku untuk membicarakan masalah perusahaan ini pada mu!"
__ADS_1
"Dion, Blanca ingin menggeser posisi kita di perusahaan ini!"
"Panggil aku Cakra, Liliana!!"
Liliana tersenyum lebar, kemudian tertawa.
"Apa kamu sekarang mulai menyukai peranmu di sini! ingat aku ini istri mu!!"
"Aku tidak ingin membicarakan ini, sebaiknya kamu pulang, Liliana!"
"Oke, Blanca punya penawaran yang menarik untuk kita, Dion! Aku tunggu di rumah nanti malam!!"
Wanita itu kemudian keluar, sementara setiap potongan peristiwa masa lalu itu masih terus membayangi pikiran Cakra.
"Hari ini perban di wajahmu akan dibuka!!"
Dua orang dokter bedah plastik dan tiga orang suster masuk dan memeriksa keadaan Lelaki itu. Dokter dan suster sangat berhati-hati membuka perban di wajah lelaki muda itu. Sementara Lelaki itu duduk menghadap cermin.
"Bagaimana Tuan muda?"
Lelaki itu meraba wajahnya.
"Apakah seperti ini wajahku, Dokter!!"
"Iya, bedah plastik ini cukup berhasil, kami membenahi wajah tuan yang rusak sesuai foto tuan sebelum terjadi kecelakaan!!"
Blanca, tersenyum tersungging, ia sangat puas dengan hasil bedah plastik itu.
"Sempurna! terima kasih dokter," ucap blanca.
Lelaki itu memegang sebuah foto, kemudian melihat ke cermin, membandingkan wajahnya dengan yang di foto.
"Aku ingin tau, bagaimana diriku yang dulu!!"
"Dimas, akan membantumu!!"
********
Waktu yang sama di tempat yang berbeda.
Sesampainya di rumah, Katrina membaringkan tubuhnya di tempat tidur, kemudian ia teringat dengan map yang diberikan oleh Heru kepadanya.
Setiap lembar isi map itu dibukanya lalu dibacanya. Katrina ingat kejadian peristiwa 21 tahun yang lalu saat setelah ia menikah secara diam-diam dengan Cakra.
Tok tok tok..
Terdengar suara pintu diketuk.
"Cakra, itu kamu!"
Katrina takut membukakan pintu, biasanya Cakra datang pasti dia memanggil namanya, Katrina mengintip dari balik korden jendela kamarnya. Ia pun bernapas lega saat yang datang itu adalah Cakra. Rasa kangennya terhadap Cakra sejak ditinggal pergi setelah 1 Minggu, dirinya dan Cakra berbulan madu karena ada urusan bisnisnya di luar negeri yang harus diselesaikannya.
"Cakra, akhirnya kamu pulang!"
Katrina langsung memeluk Cakra, namun Katrina merasa mengapa cakra kelihatan dingin kepadanya.
"Cakra, kamu kenapa?"
"Oh, aku tidak apa-apa!"
__ADS_1
"Besok kita tinggalkan rumah kontrakan ini, aku akan membawamu tinggal di sebuah vila tak jauh dari kota!"
"Apa ayahmu mengetahui keberadaan kita?"
"Iya, kamu lebih aman tinggal di situ!!"
Tapi bukankah setelah kamu pulang dari Australia, kamu berjanji akan menemui keluarga ku!!"
"Aku ingin ayah dan ibu ku mengetahui jika sekarang aku sudah menjadi istrimu walaupun kita hanya menikah siri!!"
Cakra hanya diam, kemudian ia buka sepatu dan jas jaketnya di sembarang tempat kemudian membaringkan tubuhnya di sofa.
Peristiwa 21 tahun lalu itulah yang masih sangat diingat oleh Katrina, di mana ia mulai melihat dan merasakan banyak perubahan dari sikap Cakra terhadapnya. Namun ia pun tak begitu peduli karena Katrina sangat mencintai Cakra, terlebih ia mengetahui bagaimana ia membela dan mempertahankan cintanya saat Adipura Wicaksana, tak merestui hubungannya.
"Katrina!"
Panggilan itu mengagetkannya.
"Ibu!"
"Kamu sedang apa! kamu menangis lagi Katrina!!"
"Ibu!"
Katrina memeluk Sopiah.
"Maafkan Katrina, ibu!!"
"Kau anakku, aku selalu memaafkan!!"
"Aku ingin menceritakan semuanya tapi aku belum siap, aku takut ibu!!"
"Aku takut kehilanganmu, seperti aku dulu kehilangan ayah!!"
"Ibu merasa kau lebih percaya pada mbok Lastri daripada ibu mu ini!!"
"Ibu tau, kau dan mbok Lastri menutupi sesuatu!!"
Katrina memeluk erat tubuh sopiah.
"Aku berhak tahu apa yang dulu terjadi padamu! dan aku juga ingin tahu siapa ayah dari cucuku itu!!" ucap Sopiah.
"Aku akan mengatakannya ibu tapi tidak sekarang! aku butuh waktu!!"
Katrina melihat perubahan sikap dalam diri ibunya, semenjak peristiwa Wine meninggalkan rumah saat dia mendengar pertengkaran dirinya dan Sopiah (Omah). Sopiah mulai menyadari sikapnya yang salah terhadap Wine. Sopiah melihat bahwa Wine adalah cucu yang sangat baik hatinya. Melihat ketegaran Wine menghadapi dirinya yang selalu membenci dan menganggap Wine tidak ada. Sopiah mulai membuka dirinya buat Katrina agar bisa bercerita dan mengatakan sejujurnya, apa yang terjadi dengan dirinya semasa ia menikah siri dengan orang kaya raya itu. Namun sebenarnya Sopiah merasa cemburu dan kecil hati semenjak kehadiran mbok Lastri, Katrina lebih senang berbicara padanya ketimbang dirinya.
Baik, ibu akan akan merubah sikap ibu pada Wine! ibu tunggu kapan kamu siap menceritakan semuanya pada ibu!!"
"Terima kasih, ibu!!"
"Sekarang istirahat lah!!"
Sopiah keluar dan meninggalkan Katrina, sementara Katrina yang seorang diri di kamarnya masih belum bisa menguasai dirinya. Sederetan peristiwa masa lalu yang terjadi pada dirinya, membawanya ikut menjadi korban dari keserakahan dan dendam seseorang.
"Ini bukan salahmu, Cakra!" ucap Katrina.
Katrina tidak tahu, bagaimana cara ia dapat menyelesaikan masalah ini. Masalah yang telah membuatnya berada di situasi yang sulit. Tidak mudah untuk membuka kedok kebohongan dan kejahatan seseorang yang mempunyai kekuatan, kekuasaan dan kekayaan.
Katrina tahu jika ini diketahui oleh Wine akan membuatnya semakin terluka. Hal yang bisa dilakukan oleh Katrina adalah dengan menjauhi Wine dari Melda sahabatnya itu. Tidak mustahil jika Wine semakin dekat dengan Melda, kemungkinan keberadaannya dapat diketahui oleh Cakra dan Blanca.
__ADS_1
Bersambung…