
Wisnu masih tidak percaya, apa yang telah didengarnya. Namun cerita Wine begitu mengejutkannya. Wisnu cukup mengenal kedua orang tua Melda, Ayah Melda adalah seorang pengusaha yang sukses dan terpandang, namanya cukup dikenal di kota itu.
"Apa kamu punya bukti jika Cakra Wicaksana itu adalah papi mu!!"
"Tidak!"
Wine mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"Aku hanya punya foto ini!!"
Wisnu mengambil dan melihat selembar foto yang diberikan oleh Wine. Orang yang didalam foto itu, benar Cakra Wicaksana, ayahnya Melda, meskipun foto itu diambil waktu dia masih muda. Wisnu cukup mengenal sosok yang ada di foto itu. Apa mungkin seorang Cakra Wicaksana, sosok yang begitu berwibawa memiliki anak dari wanita lain.
"Mengapa kamu tidak menemuinya dan memberi tahu jika kamu adalah anaknya!!"
"Mami melarang ku!!"
"Kenapa!!"
"Sampai saat ini aku tidak tahu alasannya! Begitu banyak rahasia yang disembunyikan dari ku!!"
"Itu makanya kamu kabur saat liburan semester kemarin dari rumah!!"
"Iyaa!"
"Aku sangat merindukan papiku! sudah lama aku ingin bertemu!!"
Butiran kristal ini membasahi pipinya. Tampak jelas kesedihan mendalam dari raut wajahnya. Wisnu mencoba mengusap dan menghapus air mata Wine. Melihat kesedihan yang mendalam dari Wine, tidak mungkin Wine menceritakan kebohongan pada dirinya.
"Wisnu, aku ingin kamu tidak mengatakan ini pada siapapun termasuk Melda!!"
"Baiklah!"
"Tapi kamu harus janji tidak akan pernah pergi dari ku! Lupakan tentang perjodohan Aku dan Melda! dan siapapun kamu, aku sangat mencintaimu!!" ucap Wisnu.
Wisnu mengambil sesuatu dari kantong celananya. Sebuah kejutan untuk Wine, meskipun waktunya tidak tepat, paling tidak Wine akan berpikir ulang tentang keseriusan cintanya kepada Wine dan bisa sama-sama memperjuangkan cinta mereka. Terlihat sebuah kotak perhiasan berwarna merah, Wisnu membukanya, ada sebuah kalung dengan liontin Hati dengan inisial huruf W dan memperlihatkan pada Wine, kemudian memakaikan kalung itu ke leher Wine.
"Kamu suka!!"
"Iya, cantik sekali, terima kasih Wisnu!!"
"Aku ingin kamu selalu memakai kalung ini, sebagai tanda jika tidak ada yang bisa memisahkan kita!!"
1 hari kemudian..
Wisnu baru saja selesaikan sarapan paginya.
"Hari ini kamu ikut papa menemui tuan Cakra!!"
__ADS_1
"Apa ada meeting dengan beliau?"
"Tidak, hanya ingin membahas perjodohan kamu dan Melda! dan sedikit membahas kerjasama perusahaan kita!!"
"Pah, aku tidak setuju dengan perjodohan itu!!"
"Kemajuan perusahaan kita tergantung dari perusahaan Cakra Prima!"
"Tapi pah, Aku sudah punya calon sendiri!!"
"Dari dulu papa tidak pernah tahu jika kamu punya seseorang yang spesial!
"Anak siapa dia dan siapa orang tuanya!!"
"Papa sangat menginginkan kamu bisa berjodoh dengan Melda! papa rasa kamu serasi dengan dia!!"
Wisnu hanya bisa diam saja mendengar permintaan dan keinginan dari papanya, seandainya Melda itu adalah Wine, ia pasti tidak menolak keinginan papanya. Dan jika ia bisa membantu Wine membuktikan jika Wine juga adalah putri Cakra Wicaksana, tapi masalahnya Wine tidak ingin Wisnu membantu dirinya untuk mencari kebenaran jika tuan Cakra Wicaksana itu adalah papinya.
"Ayo, kita berangkat! jangan sampai kita terlambat bertemu dengan tuan Cakra Wicaksana!!"
1 jam kemudian..
Tepat pukul setengah sebelas, di sebuah ruang meeting, dimana tuan Cakra Wicaksana duduk, ia sedang mendengarkan presentasi dari laporan perkembangan dari kedua perusahaan. Biasanya jika dihadiri tuan Cakra, ruang meeting itu terlihat tegang tapi hari ini meeting begitu lebih santai. Tuan Cakra wajahnya tampak lebih ramah. Wisnu memperhatikan perubahan sikap dan perilaku tuan Cakra jauh berbeda dengan meeting-meeting yang pernah ia hadirin.
"Bagaimana meeting hari ini bisa kita tutup!!" ucap Cakra.
"Tuan Cakra, saya ingin membahas tentang perjodohan anak kita!!" ucap Darmadji setio.
"Oh tentu!"
"Bagaimana kalau proses lamaran Minggu depan!!" ucap Darmadji setio.
"Begini, untuk perjodohan anak kita, cukup kita serahkan kepada anak kita saja! jika mereka saling menyukai satu sama lain, oke kita lanjutkan ke langkah berikutnya!!" ucap Cakra.
"Baiklah, saya rasa anak-anak kita saling menyukai!! ucap Darmadji setio.
"Kalau begitu saya akan tanyakan kesediaan putri saya dulu! karena mereka yang akan menjalaninya!!"
Saat mendengar ucapan tuan Cakra, Wisnu merasa sedikit lega dan dia tak mengira jika tuan Cakra tidak memaksa perjodohan hanya untuk kepentingan perusahaannya. Sebaliknya Darmadji setio tampak sedikit tidak puas dengan jawaban dari Tuan Cakra. Kemudian tuan Cakra keluar dari ruang meeting sambil tersenyum dan menepuk bahu Wisnu.
Ketika Wisnu menuju parkiran dan ingin kembali ke kantornya, ia tak sengaja mendengar ucapan seseorang yang tak lain adalah tuan Cakra yang sedang berbicara dengan seseorang.
"Tuan, saya belum bisa menentukan keberadaan dari Nyonya Katrina!!" ucap seseorang.
"Saya ingin, kamu terus mencari keberadaan Katrina dan anaknya!!" ucap Cakra.
"Baik tuan!!"
__ADS_1
Wisnu mencoba diam-diam mencuri percakapan saat tuan Cakra berbicara, mencari keberadaan seseorang yang ingin sekali ia temui. Apa yang Wisnu dengarkan dari percakapan itu, mengingatkannya tentang apa yang telah Wine cerita kemarin lusa.
Jam 13:00
Liliana berjalan tergesa-gesa dengan raut wajah yang begitu kesal. Tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk keruangan kerja Cakra. Saat itu jam istirahat dan makan siang seluruh karyawan kantor. Cakra terkejut ketika melihat Liliana masuk.
"Apa yang kamu bicarakan dengan Darmadji setio!!"
"Maksud kamu apa Liliana?"
"Baru saja dia meneleponku, jika kamu seperti tidak begitu mendukung perjodohan anak kita!!"
"Aku hanya bilang, semuanya kita kembali pada anak kita, itu saja!!"
"Itu artinya kamu tidak setuju!!"
"Cakra, jika perjodohan anak kita dengan anak Darmadji setio bisa terwujud, kita dapat menghindari Blanca dan kita bisa memanfaatkannya untuk mengambil seluruh saham dan aset perusahaan Cakra Prima!!"
"Liliana kamu memang wanita cerdas dan cerdik!!"
"Cakra Prima itu bukan milikku!!"
"Apa kamu lupa dengan topeng di balik wajahmu itu, cakra?"
"Aku tidak pernah lupa, Liliana!!"
"Apa saudara tiri mu itu telah mempengaruhi pikiran mu!!"
Saat Liliana sedang berbicara dengan suara yang sedikit keras, saat itu pula Dimas sedang berjalan menuju ruang kerja Cakra.
"Dimas tidak pernah mempengaruhi aku! tapi ia orang yang sangat baik!!"
"Oh, iya!" sangat baik katamu!!"
"Iya, dia berbeda dengan Blanca ibunya yang ingin menguasai seluruh harta peninggalan Adipura Wicaksana!!"
"Jadi kamu ingin menepati janjimu dulu dengan Blanca untuk menyerahkan seluruh kekayaan milik Adipura Wicaksana yang seharusnya milik Cakra kepada Dimas, begitu!!"
"Dion, kamu bodoh sekali setelah kita bisa menikmati semua ini!!"
Dimas yang berdiri di depan pintu dan mendengar sedikit pembicara antara Cakra dan Liliana. Dimas mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu ruang kerja Cakra. dia tetap berdiri di depan pintu, saat itu juga pintu terbuka dan Liliana keluar dari ruang kerja Cakra. Liliana terkejut saat bertemu dengan Dimas.
"Dimas, apa kamu mau bertemu Cakra?" terlihat Liliana sedikit gugup.
Dimas hanya tersenyum sambil mengangguk kepalanya kemudian masuk menemui Cakra. Kehadiran Dimas membuat Liliana takut dan cemas jika pembicaraannya dengan Cakra tadi didengarkan oleh Dimas.
Bersambung…
__ADS_1