Kerinduanku di Mataku

Kerinduanku di Mataku
Episode 10 - Enigma


__ADS_3

Ku pergi dengan membawa sebongkah kekesalan dalam


kedua genggaman tanganku, kulewati orang demi orang tuk sampai satu tujuan


tanpa harapan pasti, mataku hanya tertuju padamu tanpa melirik siapapun,


pikiranku terus dipenuhi bayang – bayangmu dalam kenanganku yang telah lama ku


simpan. Hingga Enigma dari  Ria


menghancur leburkan bayang – bayangmu disetiap mimpiku


3 hari telah berlalu namun aku tak pernah lagi


bertemu denganmu bahkan dalam mimpi sekalipun, kenangan itu mulai kabur, hal


yang paling kutakuti semakin menjadi – jadi. Ingatanku mulai bercampur aduk


dengan ingatan masa SMAku bersama Rio, sering kali kumerasa pusing yang tak

__ADS_1


tertahankan sampai tak sadarkan diri, namun orang disekitarku mulai melihatku


dengan pandangan aneh.


Kabar angin bilang aku sering bertingkah tak


mengenal atau tak mengingat apapun dan siapapun di kampus ini, entah sejak


kapan aku mulai di cap sebagai orang gila, satu – satunya obat bagiku hanyalah


bayangan kecilmu dalam dekapanku di hari itu.


kerumahku dan mengajakku ke taman, seperti biasa taman itu tak ramai ataupun


tak sepi juga normal adalah kata yang tepat untuk menggambarkannya. Kami ber


tiga berkeliling dan bercanda seperti sedia kala tanpa masalah tapi tiba – tiba


penglihatanku mulai kabur dan tubuhku mulai terasa sangat berat untuk

__ADS_1


mempertahankan posisi semulaku


Gelap, tak ada cahaya, tak ada jalan, tak ada yang


bisa kurasakan semuanya gelap gulita, beberapa menitpun


Setelah beberapa saat kubuka mataku dengan


perlahan dan kulihat tubuhku sudah ada di dalam pelukannamu scara tiba – tiba,


“Kau baik – baik saja kan, Lean? Ingatkah aku


siapakah diriku?”


pertanyaan demi pertanyaan tersusun dengan rampai


sampai membentu sebuah Enigma dalam kehidupanku.


 - Bersambung -

__ADS_1


__ADS_2