Kerinduanku di Mataku

Kerinduanku di Mataku
Episode 25 - Alunan


__ADS_3

Alunan Syair melodi cinta ku nyanyikan, dari lubuk


hati terdalam, mengayun santai berirama , semua tentang dirimu, cinta , gelap


akan terang, hitan akan menjadi putih putih, cinta ini tak pernah padam, sampai


maut menjemput kita nanti.


1 kalimat yang terucap pada mulut Luce buatku


merasa tenang, walau ajal sudah dekat diriku merasa tak terbebani lagi,


perlahan kututup mataku sambil mengingat betapa bahagianya diriku. Hari2


kesepianku tanpa Luce, teman2 yang ku dapat saat mencarimu, berbagai macam


rintangan agar bertemu denganmu, semua itu terasa hanya sekejap mata saat aku


bersamamu seperti saat ini.


TIDAK!!! Seluruh tubuhku menolak untuk menyerah


pada takdir ini, tangan kananku sibuk mencari dahan untuk menghambat saat jatuh


nanti, kaki2 melayang mencari lokasi yang tepat. Terlihat sebuah pohon besar


dibawah kami, aku gunakan ranting2 pohon besar itu untuk menghambat proses


terjatuhnya kami.


Bruak!


Sekujur tubuh kami tergeletak di atas tanah yang


dihiasi banyak bunga2 yang cantik, setengah sadar ku tengok Luce yang ada dalam

__ADS_1


dekapanku, Ia dalam keadaan tak sadarkan diri namun terlihat baik2 saja, Kucoba


tuk berdiri dan membawanya namun aku tak bisa merasakan kaki2 ku, aku tidak


bisa menggerakkannya, entah apa yang terjadi pada kakiku, tapi yang jelas aku


merasakan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuh, tak tahan menehan rasa


sakit ini aku akhirnya kehilangan kesadaranku juga.


Sebelum aku kehilangan sepenuhnya kesadaranku,


kulihat sesosokbayangan mendekat dan berkata “menyedihkan sekali,siapa sangka


akan seperti ini jadinya.”


Saat aku tersadar aku sudah berada dalam sebuah


ruangan kosong, putih ada dimna mna, ruangan sepi ini hanya dihiasi oleh vas


terbuka dan ternyata itu adalah Rio.  Saat melihatku ia sangat senang dan langsung memelukku tanpa aba2, ia


berkata aku tidak sadarkan diri selama lebih dari 4 hari, ia sangat senang


melihatku dapat membuka mata ini dan bergerak kembali.


Hal pertama yang aku katakan pada Rio adalah,


“Luce dimana sekarang, Rio?”


Hal pertama yang terlintas tetaplah Luce,


seseorang yang dapat menjadi alunan melodi dalam hidupku yang kelabu ini, namun


Rio hanya menggelengkan kepadalanya dan berkata

__ADS_1


“saat kau terjatuh dari tebing itu kami hanya bisa


menemukanmu sendirian dibawah pohon itu, tak ada siapapun disana kecuali dirimu


saja.”


Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan


menyadari bahwa aku mengalami patah tulang pada kedua kakiku, aku tidak dapat


berjalan dengan kemauanku sendiri untuk sementara, tapi ini bukanlah masalah


bagiku aku berusaha merangkak tapi Rio berkali menghentikanku, ia berkata aku


harus istirahat dahulu, pastinya aku tak akan mendengarkan omongan itu,


pikiranku hanya tertuju pada Luce.


Setelah sekian lama penantianku akhirnya terbayar,


tak akan ku lepaskan begitu saja sekarang ini. Tiba2 pintu terbuka dan dibalik


pintu itu ada Ria, tanpa basa basi ia langsung mendekatiku dan memukulku sampai


pingsan, ia pasti tau kalau kata2 tak akan bisa menghantikanku saat mencari


Luce.


Gelap, ku terlarut dalam mimpi ini lagi. Ku yakin


Luce dalam pelukanku saat itu, kmnakah dia pergi? Oh iya, apakah bayangan


misterius itu yang menjadi dalang dari semua ini? Seingatku dari suaranya dia


pasti seorang wanita seumuran dengan Luce. Siapakah dia?! apa tujuannya?!

__ADS_1


- Bersambung -


__ADS_2