
Alunan Syair melodi cinta ku nyanyikan, dari lubuk
hati terdalam, mengayun santai berirama , semua tentang dirimu, cinta , gelap
akan terang, hitan akan menjadi putih putih, cinta ini tak pernah padam, sampai
maut menjemput kita nanti.
1 kalimat yang terucap pada mulut Luce buatku
merasa tenang, walau ajal sudah dekat diriku merasa tak terbebani lagi,
perlahan kututup mataku sambil mengingat betapa bahagianya diriku. Hari2
kesepianku tanpa Luce, teman2 yang ku dapat saat mencarimu, berbagai macam
rintangan agar bertemu denganmu, semua itu terasa hanya sekejap mata saat aku
bersamamu seperti saat ini.
TIDAK!!! Seluruh tubuhku menolak untuk menyerah
pada takdir ini, tangan kananku sibuk mencari dahan untuk menghambat saat jatuh
nanti, kaki2 melayang mencari lokasi yang tepat. Terlihat sebuah pohon besar
dibawah kami, aku gunakan ranting2 pohon besar itu untuk menghambat proses
terjatuhnya kami.
Bruak!
Sekujur tubuh kami tergeletak di atas tanah yang
dihiasi banyak bunga2 yang cantik, setengah sadar ku tengok Luce yang ada dalam
__ADS_1
dekapanku, Ia dalam keadaan tak sadarkan diri namun terlihat baik2 saja, Kucoba
tuk berdiri dan membawanya namun aku tak bisa merasakan kaki2 ku, aku tidak
bisa menggerakkannya, entah apa yang terjadi pada kakiku, tapi yang jelas aku
merasakan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuh, tak tahan menehan rasa
sakit ini aku akhirnya kehilangan kesadaranku juga.
Sebelum aku kehilangan sepenuhnya kesadaranku,
kulihat sesosokbayangan mendekat dan berkata “menyedihkan sekali,siapa sangka
akan seperti ini jadinya.”
Saat aku tersadar aku sudah berada dalam sebuah
ruangan kosong, putih ada dimna mna, ruangan sepi ini hanya dihiasi oleh vas
terbuka dan ternyata itu adalah Rio. Saat melihatku ia sangat senang dan langsung memelukku tanpa aba2, ia
berkata aku tidak sadarkan diri selama lebih dari 4 hari, ia sangat senang
melihatku dapat membuka mata ini dan bergerak kembali.
Hal pertama yang aku katakan pada Rio adalah,
“Luce dimana sekarang, Rio?”
Hal pertama yang terlintas tetaplah Luce,
seseorang yang dapat menjadi alunan melodi dalam hidupku yang kelabu ini, namun
Rio hanya menggelengkan kepadalanya dan berkata
__ADS_1
“saat kau terjatuh dari tebing itu kami hanya bisa
menemukanmu sendirian dibawah pohon itu, tak ada siapapun disana kecuali dirimu
saja.”
Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan
menyadari bahwa aku mengalami patah tulang pada kedua kakiku, aku tidak dapat
berjalan dengan kemauanku sendiri untuk sementara, tapi ini bukanlah masalah
bagiku aku berusaha merangkak tapi Rio berkali menghentikanku, ia berkata aku
harus istirahat dahulu, pastinya aku tak akan mendengarkan omongan itu,
pikiranku hanya tertuju pada Luce.
Setelah sekian lama penantianku akhirnya terbayar,
tak akan ku lepaskan begitu saja sekarang ini. Tiba2 pintu terbuka dan dibalik
pintu itu ada Ria, tanpa basa basi ia langsung mendekatiku dan memukulku sampai
pingsan, ia pasti tau kalau kata2 tak akan bisa menghantikanku saat mencari
Luce.
Gelap, ku terlarut dalam mimpi ini lagi. Ku yakin
Luce dalam pelukanku saat itu, kmnakah dia pergi? Oh iya, apakah bayangan
misterius itu yang menjadi dalang dari semua ini? Seingatku dari suaranya dia
pasti seorang wanita seumuran dengan Luce. Siapakah dia?! apa tujuannya?!
__ADS_1
- Bersambung -