Kerinduanku di Mataku

Kerinduanku di Mataku
Episode 7 - Ayat


__ADS_3

Segelintir doa terus ku alirkan, sedih, bahagia,


murung, ceria tetap teralirkan demi bertemu denganmu. Ayat – ayat cinta terus


bergemuruh dalam hati yang mendung seakan meledak bila tersentuh olehmu.


Akankah doa dan keinginanku saling bertemu dalam suatu realita? Bertemu


tidaknya tak akan merubah kenyataan ayat cinta ini hanya untukmu seorang,Luce.


“hahaha, kamu payah sekali,Lean. Kau memang tidak


jago bermain game – game seperti ini.”


“berisik kau, Luce. Akukan sedang berusaha. Tu


lihat jadi kalah lagikan.”


Kulihat sesesok bayanganku dengan Luce saat masih


kecil sebelum kita berpisah, potongan memori terus mendatangiku satu persatu –


satu. Hingga ada satu kenangan yang aneh.di sebuah taman, terlihat aku dan Luce


sedang bermain bersama, kami terlihat sangat bahagia saat itu, belum kenal arti


dari perpisahan. Suatu ketika, ada beberapa orang memakai jas hitam berdasi

__ADS_1


seperti seorang bodyguard


“Nona ini sudah saatnya.” Salah seorang bodyguard


berbicara pada Luce


Entah apa maksudnya, selalu saja saat bodyguard


ini muncul, Luce langsung pergi dariku. Saat kucoba bertanya kepada Luce apa


yang terjadi, hanya senyuman manis tanpa kata yang menjadi jawabannya, tapi


suatu ketika saat kutanyakan hal yang sama ia memberikanku sebuah pena dengan


isi penuh ia menyuruhku untuk selalu memakai pena itu dan saat ini menghilang,


saat aku msih kecil itu.


[Kriiing] alarm lagi – lagi berhasil


membangunkanku dari alam mimpi. setelah bangun aku beranjak dari tempat tidur


dan langsung mencari pena yang diberikan Luce saat aku msih kecil dulu. Setelah


lama mencari akhirnya ketemu pena itu digudang, ku coba teliti disetiap detail


pena itu namun tak ada satupun petunjuk bagiku. Pada akhirnya pena itu aku bawa

__ADS_1


dan aku pakai untuk menulis apa saja, hingga isi dari pena tersebut berkurang


1/4nya dan terlihatlah sebuah huruf – huruf yang terukir dalam isi pena


tersebut.


Tak terasa ternyata minggu depan sudah mulai ujian,


ku manfaatkan kesempatan itu untuk memakai pena ini sampai habis,namun tak


sengaja aku kehilangan pena berharga itu saat pergi kekantin bersama Rio.


Ngomong – ngomong hubunganku dengan Rio sudah kembali normal dengan catatan


tidak menyinggung urusan yang sudah berlalu. Ku ceritakan pada Rio tentang pena


itu dan keadaanku sekarang, tanpa banyak bicara si Rio langsung setuju untuk


membantu mencarikan Penaku yang hilang. 4 hari terlewat namun tak ada petunjuk


sama sekali, aku mulai menyerah karena sangat sulit mencari 1 pena di antara


ratusan orang ini. Hingga Rio terpaksa  membuat sebuah berita kehingannya di mading dengan harapan penanya dpt


ketemu.


- Bersambung -

__ADS_1


__ADS_2