Kerinduanku di Mataku

Kerinduanku di Mataku
Episode 2 - Amarah


__ADS_3

BERISIK!!! jangan


ganggu aku, jangan kau hancurkan harapanku, aku tau semua ini sia – sia tapi


setidaknya biarkan aku terus berharap !!! berharap ia akan kembali padaku, aku


tau kenangan akan tetap menjadi kenangan, tapi paling tidak biarkan ku bertahan


dengan kenangan ini. Sebentar saja, tolong biarkan aku bermimpi sebentar saja.


Ku mulai kesunyian hari disambut senyum sang


mentari pagi dan ditemani smartphone dengan retakan penuh kerinduan didalamnya,


waktu menunjukkan pukul 9 pagi, saatnya untuk menghadiri kelas pak Yae.


Aku berangkat dengan menaiki taksi, perjalananku


diwarnai dengan pesan – pesan yang membuatku mengingatmu selalu. Tak terasa


tempat yang kutuju tinggal beberapa meter didepan, kuputuskan tuk


menon-aktifkan smartphone dan melihat keluar jendela, dan tiba – tiba……


“Pak, berhenti !!” Teriakku


Ku berlari dengan tergesa – gesa walau nafas sudah


mencapai batas namun semua itu tak penting lagi bagiku karena hal yang lebih


penting ada didepanku.


Sesaat tadi kulihat sesosok wanita dengan aura


yang begitu nostalgia berjalan ke arah sebaliknya dari kampus, Luce itukah


dirimu? Aku yakin, sangat yakin tadi aku melihat Luce berjalan didalam


kerumunan ini.


“hey, Lean !” seorang pemuda tampan rupawan


berlari menghampiriku


“ada apa, Rio? Aku sedang sibuk jangan ganggu


aku.”


“lagi – lagi kau bicara seperti itu. Ayolah


kitakan teman coba ceritakan kali ini ada apa? Apa kau melihat Luce lagi?”


 Pemuda


tampan rupawan ini adalah orang yang mengaku sebagai temanku sejak SMA, ialah

__ADS_1


sosok yang mewarnai hidupku sejak hilangnya Luce, ia sering menyebut dirinya


adalah temanku, tapi dalam hatiku ia lebih dari sekedar teman biasa, bisa


disebut seperti sahabat, Mungkin hanya aku saja yang berfikir seperti itu.


“Tapi aku benar – benar melihatnya, Rio! Tadi dia


ada disini !!”


“sudah – sudah dari pada itu ayo kita cepat pergi,


kelas akan segera dimulai. Kau tidak suka datang terlambatkan? Yaudah ayo.”


Dengan berat hati kuturuti kata Rio, karena ialah


yang telah membuatku berubah sejak kejadian Luce. Mungkin ia adalah orang yang


paling kupercaya saat ini,walau kadang dia agak menjengkelkan dan egois tapi


karena itulah hari – hari sunyiku perlahan mulai berwarna kembali.


Bel telah berbunyi tanda kelas telah berakhir


karena aku sedang senggang kuputuskan tuk pergi ke atap dan mencari udara


segar. Disinilah tempat yang paling membuatku nyaman karena kegelisahan serta


kebingunganku seakan mencair dengan sejukkan angin lembut ini. Ku aktifkan


Luce.


“oh iya, walau layarnya sudah retak apakah masih


dapat mengambil gambar dengan baik ya? Aku coba foto dari atas sini saja.”


Terpotret sebuah pintu masuk dengan banyak orang


yang sedang lalu lalang disekitarnya, saat ku lihat beberapa saat ku kerutkan


alis dan berfokus pada satu titik pada gambar itu. Ternyata aku melihat si Rio


sedang bergandengan tangan dengan gadis yang mirip dengan Luce. Tiba – tiba  kepercayaanku terhadapnya langsung hancur dan


berubah menjadi amarah yang menggebu-gebu. Mengapa? Apa karna inikah ia selalu


menahanku tuk mencari Luce?! Apa hubungan dia dengan Luce? Kenapa dia


merahasiakan ini dariku?


Setelah merenungkannya beberapa saat, akupun


bertekad untuk menahan amarahku sebelum mendapat penjelasan darinya, kuputuskan


pergi kerumahnya. Sesampainya dirumah Rio aku hendak menekan bel tapi ternyata

__ADS_1


ada tangan yang menghalangiku, ternyata itu adalah tangan milik Rio. Ia


tersenyum dan menanyakan keperluan kedatanganku.


“aku lagi bosan nih, kita ke taman yok, Rio!”


Ajakku


Tanpa respon darinya, ia masuk kedalam rumahnya


lagi, selang beberapa menit keluarlah sebuah mobil dengan Rio didalamnya.


“kok bengong? Ayo!”


Sesampainya ditaman aku dan Rio bersenang – senang


terlebih dahulu, bercanda bersama dan melakukan hal – hal konyol yang lainnya.


Setelah suasananya mulai berganti aku yakin ini pasti timing yang pas untuk


membicarakannya , Kumulai dengan memperlihatkan sebuah foto yang telah kuambil.


“Rio, tolong kau jelaskan apa maksud dari foto


ini? Apa hubunganmu dengan Luce? Kau sadarkan bahwa ialah sosok yang sedang


kucari – cari?”


 “JAWAB


RIO!! KENAPA KAU DIAM SAJA? KENAPA KAU MENYEMBUNYIKAN SEMUA INI DARIKU? APA


YANG TELAH KUPERBUAT KEPADAMU? BENARKAH KAU SELAMA INI ADALAH TEMANKU? AKU


BAHKAN SUDAH MENGANGGAPMU SEBAGAI SAHABAT TERDEKATKU!”


Rio hanya duduk terdiam seakan dia menyembunyikan


sesuatu yang tidak boleh kuketahui. Aku semakin bingung apakah hal itu sangat


penting sampai aku pun tak boleh mengetahuinya? Karena tidak kuat menahan


amarah tiba – tiba tanganku memukul wajah Rio sampai ia terkapar ditanah.


Kemudian ia pergi dengan membawa misteri itu bersamanya, beberapa saat kemudian


ada pesan masuk dari Rio.


[maafkan aku, aku tak bisa mengatakannya sekarang


,tapi ada satu hal yang bisa ku beritau dengan jujur kepadamu bahwa dari dulu


aku juga menganggapmu sebagai sahabat terbaikku,Lean.]


- Bersambung -

__ADS_1


__ADS_2