Kerinduanku di Mataku

Kerinduanku di Mataku
Episode 18 - Ibu


__ADS_3

Hilangnya sosok


bayanganku membuat dunia itu hancur bagai pecahan kaca yang rapuh, semua


kembali menjadi gelap gulita, tak ada orang ada ada suara,namun secara perlahan


suara jam dinding berdetak mulai terdengar. Kubuka mataku dan ternyata aku


sudah kembali ke dunia asliku, dengan Ria yang ada disampingku, terlihat ia


tersenyum dan menyuruhku untuk pulang tanpa pertanyaan apapun. Ia bersih keras


mendorongku sambil tersenyum untuk meyakinkanku segera pulang tanpa rasa


khawatir, akhirnya kuturuti permintaan Ria saat keluar dari rumahnya walau


tidak jelas aku benar – benar mendengar ada bunyi yang jatuh dari dalam rumah


Ria, tapi ia sudah melarangku untuk kembali beberapa waktu kedepan. Saat itulah


penyesalanku dimulai, suara itu ternyata adalah suara Ria yang jatuh pingsan,


mungkin efek dari ritual itun sangat besar. Sejak saat itu aku sudah lama tak


bertemu dengannya


Aku kembali ke tempat pertemuanku dengan Jun dan


Via, dengan tujuan tetap yaitu membantu Jun agar lebih dekat dengan lupy,


rencana yang sudah Jun pikirkan dengan matang ialah pertama2 ia ingin


mengumpulkan informasi2 keseharian dan kesukaannya, sambil mencari kesempatan


untuk mengambil salah satu buku catatan miliknya hanya sekedar memastikan


tulisan yang ada pada surat itu benar2 sama.


Misi dimulai saat hari itu juga, aku mendapat

__ADS_1


tugas mematai – matai semua gerak gerik lupy dan membuat laporannya dalam kurun


waktu 1 minggu dan Via yang bertugas mengambil buku catatan lupy.


Laporan Lean,


Day 1 – tidak ada yang aneh


Day 2 – tidak ada yang aneh


Day 3 – masih belum ada yang aneh



Day 7 – tidak ada yang mencurigakan


Seketika Jun dan Via menatapku dengan heran,


“kok bisa tidak ada yang aneh, kan harusnya itu


setiap hari ada tingkah lakunya yang biasa ia lakukan atau kegiatan yg jarang


dilakukan gitu.”


itu dia hanya jalan berdua sama gadis yang enggk aku kenal ke café, hari


keduanya ia hanya makan kentang goreng kesukaanya seperti biasa yang ia lakukan


setiap kali mendapat hal baik, hari ketiga lupy terlambat masuk kelas gara2


membantu nenek menyebrang jalan. Gak ada yang penting kan? Mangkanya aku tulis


tidak ada yang mencurigakan.”


Sejenak mereka berdua hanya diam tak berkata


mendengar penjelasanku, dan tiba2 berkata


“sekarang aku paham apa yang dimaksud jenius dan

__ADS_1


bodoh itu g ada bedanya.” Kata Via sambil menatapku dengan tajam


Setelah mendapat informasi yang cukup, Jun pun


membuat strategi untuk mengambil buku catatan milik Lupy, kali ini adalah


giliran Via untuk turun tangan, kalau dilihat2 Via pasti bisa melakukannya


tanpa perlu di khawatirkan karena ia sangat multi talent dalam dan luar.


Keesokan harinya misi kedua berjalan, sesuai


dengan prediksi Jun akhirnya Via dpt menemukan Lupy. Aku dan Jun diam dirumah


masing2, kami berkomunikasi lewat HP kami,


[Via : beres, aku sudah mendapat bukunya.]


[Jun : oke segera kembali untuk melapor kadet


Via.]


[Via : Roger, tapi kita sepertinya mendapat


masalah baru]


[Jun : apa itu kadet via?]


Kemudian Via mengirimkan foto Lupy yang sedang


berduaan dengan perempuan cantik dan kelihatan lebih tua darinya. Setelah


melihat foto itu aku kaget dan berasa ada yang aneh, aku berlari dan mencari


foto albumku yang dulu dan bingo! Ketemu foto dengan tampang yg sama sama


perempuan itu dengan aku dalam pelukannya saat masih kecil, pertama aku tak


mengenal orang yg ada di dalam foto album itu, tapi saat ku balik foto itu ada

__ADS_1


tulisan “Anak tercintaku, Lean.”


- Bersambung -


__ADS_2