Kerinduanku di Mataku

Kerinduanku di Mataku
Episode 24 - Usia


__ADS_3

“Minggir,Lean. Iblis ini pastas mendapatkan


balasannya!” Berontak Jun kepadaku, tapi ttp tak kubiarkan dia melakukan apa


yang dia inginkan, ku coba berkali2 menyuruh Luce untuk lari tapi entah mengapa


Luce hanya diam tak berkutik di belakangku, wajahnya ketakutannya tiba2 berubah


180 derajat dari sebelumnya.Bibir yang tadinya gemetaran sekarang terdengar


suara tawa kecil.


“iya benar, akulah yang membunuh mereka semua,


kenapa? Apa itu salah? Aku hanya mempercepat proses kematian mereka, walau


tidak aku bunuh mereka pastinya akan mati dengan sendirinya, jadi itu bukanlah


salahku.” Luce berubah derastis tidak seperti Luce yang biasanya ia terlihat


seperti orang lain sekarang,


Setelah beberapa saat Luce kembali jadi dirinya


lagi, ketakutan mulai menyelimutinya lagi


“maaf, Lean, Jun tadi itu bukanlah aku, maaf.”


Luce berlari dengan tetesan air matanya yg terus mengalir, ia berlari mengarah


kesebuah tebing di atas. Dengan cepat segera aku atasi Jun, kubuat dia tak


sadarkan diri tuk sementara dan segera mengejar Luce. Ku lihat Luce ada di


pucuk sebuah tebing, ku coba tuk mendekat


“JANGAN MENDEKAT, LEAN!”  seketika langkahku langsung terhenti, pertama


kalinya Luce berteriak padaku membuatku syok, ada apa dengannya sekarang?


“ Dengarkan aku Luce, sudah lama aku menginginkan

__ADS_1


pertemuan kita berdua dari dulu hingga sekarang, kerinduanku tak dpt di ukur


oleh materi, kebahagiaanku tak dpt ku artikan lewat kata2, tapi Usia inilah


bukti akan waktu dan perjuanganku dalam mencarimu, Luce. Aku ingin kau


mengerti, aku yakin kau punya alasan yang bisa kumengerti dari setiap


tindakanmu ini. Kemarilah, Luce.” Kurentangkan kedua tanganku dan tersenyum


manis sambil memandanginya.


“benar usia ini adalah bukti kalau kita bukanlah


anak2 lagi, Lean. Kita tak bisa hanya memikirkan kesenangan belaka cobalah


untuk mengerti keadaanku sekarang, aku kehilangan kedua orang tuaku, aku


tinggal di antara para mafia, aku menjadi penerus pemimpin mafia ini, selama


ini aku terkekang, latihan, latihan, latihan hanya itu yang ada dalam hidupku,


keluar dari semua ini, tapi apa?! Kau tidak datang ! aku kecewa padamu, Lean.”


Kemudian Luce berbalik dan mendekatiku, tapi ia seperti bukan Luce lagi,


siapakah yang ada di dalam tubuh Luce itu sebenarnya?


“Jadi kau yang bernama Lean ya? Aku heran kenapa


Luce sangat terobsesi dengan orang seperti ini.”


“siapa kau? Kenapa kau ada di dalam tubuh Luce?”


“kau berkata menyukai Luce tapi tidak tau apa2


tentangnya? Cinta macam apa itu, sampah. Baiklah akan aku beritau padamu. Bisa


kau sebut aku juga Luce, karena perasaan stress, gelisah, dan beban yang Luce


maka terlahirnya aku, kalian menyebutnya dengan kepribadian ganda bukan?

__ADS_1


Seperti itulah posisi kami, aku adalah kebalikan dari semua sifat Luce akulah


yang akan selalu melindunginya dari apapun, termasuk dari kedua orang tuanya


sendiri, saat Luce tertidur sering kali aku mengambil alih tubuhnya dan pada


malam itu aku mendengar pembicaraan orang tua Luce, karena kami berasal dari


keluarga mafia terbesar dalam keluarga kami selalu ada tradisi untuk dpt


bergabung ke dalam mafia ini mereka harus menjalani tes terlebih dahulu, dan


tes itu mengharuskan kami membunuh orang terdekat/ yang paling kami sayangi


agar dpt bergabung. Yang ada dipikiran orang tua Luce saat itu adalah


menjadikan anak mereka sendiri sebagai tumbal untuk masuk mafia, pada saat


itupun aku langsung membunuh mereka berdua demi melindungi Luce, keesokan


harinya orang2 dari mafia datang menjemputku. Gawat waktuku sudah habis,


sisanya aku serahkan padamu, Lean.” Lucepun kembali menjadi dirinya semula,


setelah melihatku ia kembali menjauh, air matanya terus berlinang tak


terhentikan, perlahan ia mundur.


“AWAS LUCE!!” Luce terjatuh dari tebing, keberlari


tuk menggapai tangannya namun terlambat, tanpa pikir panjang aku langsung


melompat untuk menggapainya, perlahan secara perlahan akhirnya aku dapat


menggapainya, ku dekap tubuh kecilnya itu sambil melindunginya dari benturan,


aku sempat berpikir ini mungkin akhir dari kisah hidupku, sesaat aku mendengar


suara Luce “Aku sebenarnya juga mencintaimu selama ini, Lean.”


- Bersambung -

__ADS_1


__ADS_2