Kerinduanku di Mataku

Kerinduanku di Mataku
Episode 20 - Energi


__ADS_3

Sesosok wanita tersenyum dengan lembut padaku,


saat ku sedih dia ada disampingku, saatku bahagia dialah selalu ada dibalik


tawaku, dia ada disetiap diriku tak bisa bangun dari kesalahan yang ku buat,


dia adalah bayangan yang setia menemaniku, melindungiku dan juga mengawasiku.


Sampai sosok itu mulai menjaduh dariku, ku tak peduli dgn diriku yang egois,


manja, cengeng, dengan keras ku menangis dan harapkan iakan kembali dengan


dekapan lembut nan hangat yang mulai terlupakan itu.


Apakah kau sudah tak menyayangiku?


Apakah kau sudah tak membutuhkanku?


Apakah aku sudah terlalu kotor untukmu?


Apakah aku sudah mengecewakanmu?


Ibu! Tolong jawablah pertanyaanku sebelum kau


pergi, dengan lembut ia menjawab “ Ibu sangat mencintaimu, Lean bagaimanapun


dirimu kaulah bentuk kasih sayangku. Maafkan ibu.”


Perlahan sosok itu menjauh dan menghilang dari


hadapanku, ku coba tuk menjangkaunya dengan tanganku yang kotor ini, saat ku


ulurkan tanganku suara alarm membangunkanku dari mimpi itu, air mata berlinang


tak terhenti saat ku mengingatnya, kuharapkan itu hanyalah sebatas mimpi


belaka, namun kenyataan pahit tak membiarkanku berpikir demikian.

__ADS_1


Hari demi hari terlewati dengan bayang2 wajah


ibuku yang telah lama tak bertemu dan tiba2 berpisah tuk selamanya, sudah


seminggu aku mengurung diriku dalam kegelapan kamarku ini, kujauhkan diriku


dari kebisingan dunia dan mulai menikmati kesendirianku walau terasa semakin


perih. Bel pintu pun berbunyi kucoba tuk menghiraukannya, setelah beberapa kali


berbunyi akhirnya kembali diam, terdengar suara langkah kaki yang semakin


mendekat, karena penasaran kucoba tuk menoleh dan melihatnya, tiba2 sebuah


pukulan mendapat di wajahku sampai terjatuh dari tempat tidurku.


“ apa yang kau lakukan disini dasar pecundang!”


ternyata dia adalah Rio, dengan wajah kesalnya ia melempar bnyk bingkisan


dengan berbeda2 bentuk.


bingkisan itu didepan pintumu, sepertinya itu sudah lama didepan sana, kenapa


kau sekarang jadi seperti ini?! Kemana energimu yang seperti biasanya?! Kau


yang selalu terobsesi dengan Luce?! Kemana perginya Lean yang dulu itu?! Apa


dengan duduk termangu seperti ini yang ibumu harapkan Lean?!”


Setelah mendengar ucapan dari sahabatku itu,


energi yang telah lama menghilang terasa seperti kembali terbangun dari


mimpinya, ku bangkit dan bertekad memulainya kembali demi ibuku di alam sana.


Rio mengulurkan tangannya dengan bangga dan memberikan pelukan selamat datang

__ADS_1


kepadaku, sempat ku berpikir alasan mengapa Rio selalu saja menghilang tiba2


dan muncul secara tiba2 disaat yang tepat, saat aku hendak bertanya ia langsung


memotong pembicaraanku sambil memberikan sesuatu kepadaku, saat ku lihat


ternyata itu adalah HP milik Luce yang penuh dengan retakan. Ku tersadar,


selama ini aku tak pernah membawa HP milik Luce ini dan memakai HP yang baru.


Ku aktifkan kembali HP itu dan langsung keluar pemberitahuan ada pesan masuk


dari nomor tak dikenal, disana tertulis sebuah pesan pendek


[Lean, kumohon tolong aku. kami sekarang sedang


dikejar2 ,akan kukirim lokasi kami padamu. Luce sekarang sedang bersamaku.


Cepatlah kesini!]


Walau aku tak mengenal siapa yang mengirim pesan


tapi aku tak punya pilihan lain selain mempercayainya. Dengan bergegas aku


berangkat menuju lokasi yang terkirim padaku, Rio ikut di belakangku. Kubuka


pintu rumahku namun tak disangka ada Via dan Jun menghadangku dan tak


membiarkan kami lewat.


“Maaf,Lean. Aku tak pernah berpikir akan berakhir


seperti ini, awalnya kami ingin menyelesaikan semua ini tanpa metode ini, tapi


kau tak memberi kami kesempatan kali ini.” Via berkata sambil menatap kami


berdua, sementara Jun hanya diam tanpa kata dan tak berani menatap mataku.

__ADS_1


- Bersambung -


__ADS_2