Kerinduanku di Mataku

Kerinduanku di Mataku
Episode 14 - Safir


__ADS_3

1 minggu telah


berlalu ikatan kami mulai menebal, kami ber 5 selalu bersama apapun keadaannya.


Sinat mentari yang menyilaukan dan panas tak normal menjadi rintangan pertamaku


di hari ini demi pergi bermain bersama mereka, kubuka pintu rumahku, cahaya


menyilaukan menerangi pandanganku namun terlihat sesesok bayangan dari kejauhan


yang melihatku dan pergi begitu saja.


“Hoi,Lean ngapain


bengong? Ayo buruan nanti kita ketinggalan sama yang lain.” Dia adalah Lupy


pemuda seumuran denganku dia adlh orang yang enerjik dan selalu bersemangat


walau agak cerewet sih untuk ukuran cowo.


“iya iya bentar, aku


kunci pintu dulu.” Jawabku sambil mengunci pintu rumah


Kami berduapun


berangkat ketempat perjanjian dengan para gadis2 dengan tergesa2 karena


sekarang sudah bisa dibilang terlambat dari jadwal perjanian kita. Sesampainya


ditujuan, kami terlihat muka Luce yang sangat kesal dan menginjak kaki Lupy.


“Aduh…aduh kenapa


hanya aku saja yang kena Luce, si lean kan telat juga.”


Luce tak menjawabnya


dan langsung tersenyum dan memelukku secara tiba - tiba


“Leanku! Senang


rasanya bisa ketemu kamu.” Disela pelukan Luce, Jun berkata untuk merusak


suasana


“ehem… jdi kenapa


kita berkumpul sekarang?”


“oh iya benar juga,


teman2 mari kita kepantai!”


Semua terkejut dengan


usulan dari Luce, tapi tak ada satupun yang berani menentangnya. Setelah


beberapa perundingan akhirnya semuanya ikut, termasuk Via gadis pendiam dan

__ADS_1


tenang yang selalu bersama kami sejujurnya ialah yang paling mencurigakan di


antara yang lainnya karena ia punya kepribadian yang berkebalikan dengan


semuanya tapi bagaimna bisa dia masih bertahan sampai sekarang?


Terik matahari


semakin menyengat kulit kami, pasir yang tak terhitung jumlahnya dan air laut


yang asin nan luas sedang membentang dihadapan kami. Setelah selesai bersiap2


seperti ganti baju dan mencari tempat kami semua meluncur langsung ke laut


kecuali si Via yang lebih memilih duduk manis sambil membaca novel di pinggir


pantai.


Dengan semangat milik


Lupy yang membara, ia menantangku dalam sebuah kompetisi yaitu balapan berenang


tercepat dan si pemenang akan mendapat hadiah dari Luce. Sempat aku berfikir


apakah Lupy ini adalah saingan cintaku, tapi semua itu aku kesampingkan dan


sekarang fokus sama pertandingan.


“siap…..Mulai!” aba2


dari Luce dan Jun yang menjadi juri


Kami berdua melesat


akhirnya bisa terlewati juga, aku semakin memimpin di depan, namun tiba2 kakiku


kram dan akhirnya tenggelam karena terlalu jauh mungkin yang lain tak


menyadarinya. Dalam semakin dalam, gelap dan sendirian  dan amat tenang dalam lautan membuatku


teringat akan kehidupanku yang sebelum aku bertemu Luce dan bersama dengan Rio


walau kehidupanku seperti itu entah mengapa aku merindukannya lagi. Saat


tenggelam semakin dalam aku melihat ada sebuah pantulan cahaya kecil di atasku,


kucoba tuk meraihnya ternyata itu adalah batu safir yang sangat indah dengan


warna biru lautnya yang indah, saat kugenggam safir itu terdengar suara Luce


dalam pikiranku “Lean,Lean, aku akan selalu menunggumu Lean, kamu tidak mungkin


melanggar janji kita berdua.” Perlahan aku mulai kehilangan kesadaran, sebelum


aku menutup mataku aku melihat lupy yang berusaha meraihku.


Saat tersadar aku


sudah berada ditepi pantai bersama Via,

__ADS_1


“kau sudah sadar ya,


namamu leankan?” baru bertama kali ini aku mendengar suara via berbicara , saat


ada semuanya ia tak pernah membuka mulutnya dan hanya memberikan respon pendek


pada mereka.


“kemana yang lain?”


“Sedang pergi membeli


beberapa makanan. Berhubung ke sedang berdua ini pas sekali.” Via pun menutup


novelnya dan perlahan mendekatiku, terus mendekat hingga wajah kami hampir


bersentuhan, saat aku bertanya ia hanya diam dan terus mendekatiku.


“Bagaimana? Apa kamu


merasa deg – deg an? Tidak kan? Itu artinya kau tidak memiliki rasa padaku,


sama halnya dengan ke orang lain, jika ada yang melakukan hal ini namun kau


tidak deg – deg an itu artinya dia bukanlah cintamu, mata memang bisa dibohongi


tapi perasaan takkan pernah bisa dibohongi, sama halnya dengan safir yang kau


genggang itu, terasa kuat namun saat dilihat malah tembus pandang tak ada


isinya. Jangan pernah percaya sama fisik luar seseorang terkadang fisik bisa


menipu tapi isinya tetapnya kosong.” Via perlahan menjauhiku dan kembali membaca


novelnya.


“hoi, kami dapat


makanan enak ni!” suara Lupy yang mendekat dengan membawa beberapa makanan di


kedua tangannya.


“LEAN! Kau sudah


sadar ya! Bagaimana perasaanmu? Apa ada yang sakit?” Luce langsung memelukku


dengan tiba2 dan benar aku tak merasakan apa2 saat dipeluk oleh luce. Kuraih


tasku dan ku cek jam pada smartphoneku.


“Lean, kenapa kamu


pakai smartphone yg udh lusuh dan bnyk retakan itu? Besok kita beli yang baru


yuk, berdua aja” kata luce dengan manja


Safir ini mungkin


adalah petunjuk bagiku, entah apa maksudnya sepertinya ini adalah masalah yang

__ADS_1


serius dan harus aku pecahkan sebelum terlambat.


 - Bersambung -


__ADS_2