Kerinduanku di Mataku

Kerinduanku di Mataku
Episode 8 - Gadis


__ADS_3

Ku hela nafas panjang dimusim panas yang kejam


ini, ku keluarkan smartphone berhargaku dari saku celana sebelah kiriku,


jantungku langsung berdetak kencang saat melihat tanggal 6 desember,


“kenapa kau selalu bawa itu HP kemana – mana,


Lean?” kata Rio yang muncul tiba – tiba dibelakangku dan buatku hampir mati


kena serangan jantung, bagaimana tidak? Karena hari ini adalah hari ulang


tahunku. Iyap hari terburuk setiap tahunnya,


“hmm….. sekarang udh tanggal 18 ya? Udh 1 minggu


tapi belum ada kabar tentang penamu.”


Syukurlah sepertinya Rio lupa tentang ultahku.


Dengan ini mungkin aku masih bisa bertemu hari esok,


Jam menunjukkan pukul 9 pagi, kelas pak Gesa


sebentar lagi dimulai. Aku duduk dipojok belakang karena datang paling akhir,


tiba – tiba gadis yang berada di sebelahku memanggilku. dengan bingung ku jawab


sapaannya dengan senyumanku, tapi ia malah tertawa sampai keluar air mata


sesaat melihatku tersenyum. “astaga, maaf – maaf. Sekarang aku mengerti kenapa


orang – orang tidak ada yang mendekatimu, tersenyum aja kamu g bisa, Lean.


Hahahaha.” Mungkin dia benar, tapi aku tak pernah punya niat untuk bergaul


dengan orang lain, karena pikiranku sudah ku penuhi dengan Luce.


“oh iya, kau belum mengenalku ya, aku Ria.” Sambil

__ADS_1


mengulurkan tangannya sebagai bukti awal pertemuan kita, saat aku berjabat


tangan dengannya ia tiba – tiba menahan tawanya


“Kenapa, Ria?” tanyaku dengan nada penasaran


“oh enggk kok,Lean.” Ia menahan tawanya lagi


“maaf – maaf aku ke ingatan sama kau dengan si


Rio. Bagaimana bisa kalian buat pemberitahuan di mading tanpa mencantumkan


identitas yang bersangkutan. hahahaha”


“terus, kamu sendiri kok bisa tau, Ria?”


“yah, sebetulnya pas kau tempelin dlu aku


kebetulan ngelihatnya. Awalnya kupikir kalian Cuma iseng dan bercanda, tapi


kulihat kalian setiap hari pergi mengecek mading. Tapi aku tak pernah punya


kesempatan bicara denganmu. Kalau kau mau aku bisa bantu kau dapetin penamu


menahan tawanya lgi


Pak Gesa pun memasuki ruangan dan memulai dengan


materinya, di setiap menit ku bertanya kepada diriku sambil mengumpulkan


seluruh ingatanku tentang petunjuk hilangnya penaku, tak terasa kelas sudah


berakhir, Ria menghampiriku dan menyerahkan secarik kertas yang berisikan nomor


– nomor, tanpa petunjuk aku paham itu pasti nomor Wanya kucoba kirim pesan


kepadanya dan tak ada respon. Selain itu aku ada janji dengan Rio ke café siang


ini, jadi kuputuskan tuk menyimpan HPku.

__ADS_1


Kutemui Rio yang terlihat lemas dibakar sinar


matahari selama 1 jam yang lalu, kita masuk dan duduk di pojok belakang dan di


temani kipas angin sejuk membuat kita semakin susah untuk beranjak pergi dari


sana. Kumanfaatkan situasi ini tuk menceritakan Ria ke Rio, setelah bercerita


Rio pun kaget


“Ria kau bilang?” keringat mulai bercucuran dari


wajah Rio sejak mendengar nama Ria


“iya, emng kau kenal?”


“Ia dlu dikenal sebagai gadis cerdik.”


“hah? Gadis cerdik? Kok bisa?”


“karena sejak dulu ia memang selalu berpergian


keberbagai penjuru indonesia hanya karena alasan penasaran dengan kehidupan


diluar daerahnya, dia emng anak orang kaya jadi hal itu bukanlah tidak mungkin,


sampai – sampai absennya sering sekali kosong, tapi semua itu diimbanginya dengan


kejeniusannya. Ia dapat melihat dan memecahkan masalah apapun hanya dengan


beberapa petunjuk saja. Pokoknya nyeremin dia itu, kamu g bakal bisa sembunyiin


apapun darinya.”


Kutak percaya dalam hatiku bila yang berbicara


adalah temanku, tapi beda lagi kalau yang cerita ada sahabatku sendiri, akan


aku tes dia dengan cara mencari penaku .Dalam hati kuberfikir mungkin dia

__ADS_1


adalah satu – satunya cara untukku agar bisa bertemu dengan Luce.


- bersambung -


__ADS_2