Kerinduanku di Mataku

Kerinduanku di Mataku
Episode 19 - Pelangi


__ADS_3

Selembar foto terselimuti debu buatku teringat


akan ibuku, dengan memori yang melayang – layang kucoba tuk mengingat setiap


momen bersamanya, namun apalah daya kita setiap momen itu telah dihapuskan oleh


waktu yang terus pergi meninggalkan jejak tanpa pernah kembali. Terdengar suara


petir dari luar rumah diiringi iringan tetesan air hujan dan udara yang mulai


menjadi dingin masuk ke dalam kamarku.


Kugapai Hpku dan kujawab pesan dari mereka bahwa


aku mengenal dan ingin bertemu dengan wanita itu, beberapa menit kemudian ada


pesan masuk dari Via, tertera sebuah lokasi dimana ia mendapatkan foto itu.


Kuberlari dan kuterjang setiap tetes hujan yang menghalangiku, dingin merasuki


tubuh sampai ke tulang2ku tapi tidak untuk hatiku. sosok kasih sayang yang


telah lama terkubur akhirnya muncul didepanku, dibangku itu dibawah payung


sedang berdua dengan lupy. Dengan lantang ku panggil dia dengan sebutan ibu


tanpa pikir panjang, serentak merekapun terdiam, Lupy perlahan menolehku dan


kaget melihatku ada disana yang diguyur oleh hujan dan air mata. Tiba2 saja


Lupy berlari kearahku sambil berusaha menarikku untuk berteduh,


“maaf, Lupy. Aku ada urusan dengan wanita itu,


sama halnya denganmu kan, ibu?”


“huh? Ibu? Ada urusan apa kau dengan ibuku,Lean?


Kenapa kau panggil dia Ibu?”


“kenapa kau menampakkan dirimu lagi, lean?” suara

__ADS_1


dari wanita yang Lean panggil dengan sebutan ibu itu tanpa menoleh kearahnya


sedikitpun


“aku tidak tau apa yang sudah terjadi tapi satu


hal yang pasti, aku tak punya dendam atau rasa kesal kepadamu, aku hanya ingin


kita bersama dan membangun momen bersama layaknya keluarga. Aku bukanlah anak


yang rajin atau yang bisa dibanggakan tpi jika itu dpt membuatmu kembali aku


akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkannya.tapi jika ibu tak bisa kembali


karena alasan yang kuat maka aku tak akan memaksamu.” Aku pun berbalik dan akan


melangkah menjauh dari mereka, namun tiba2 saja langkahku terdiam tak dapat


kugerakkan. Saat ku menoleh kebelakang ternyata ibu memelukku dengan erat dari


belakang walau saat hujan ku dapat merasakan kehangatan dari kasih sayang,


walau suara tetesan hujan tanpa jeda kuterdengar suara tangisannya diatas


sayang lean.” Kalimat kecil itu sudah menjadi cambuk dalam hatiku, tangisanku


pun tak dpt dibendung layaknya hujan ini.


Hujan mulai reda, saat kami mulai tenang, kami


duduk disebuah kursi dan ibupun menceritakan apa yang telah terjadi, saat aku


masih kecil kami adalah keluarga harmonis dan damai, setiap hari hanya berisi


canda dan tawa, hingga hari itu tiba. Kami sedang menonton televisi bersama2,


tiba2 suara bel pintu berbunyi ayahku beranjak pergi dan membuka pintu depan,


saat ayahku membuka pintu ia berteriak “Sayang, cepat lari dan bawa Lean!”


setelah itu kami tak mendengar suaranya lagi, ibuku dengan berbegas berlari

__ADS_1


sambil membawaku lewat pintu belakang, namun ternyata di pintu belakang ada


orang mencurigakan, pria berbadan besar dan memakai jas hitam  sambil membawa sebuah pistol, ibuku mencoba


untuk berlari melewati pria itu, tapi ternyata ibuku tertembak di kakinya


hingga ia tak dpt berdiri lagi. Ternyata tujuan dari Pria itu adalah menangkap


ibuku secara hidup2 dgn alasan mereka membutuhkan pengetahuan yang dimiliki


ibuku untuk memodifikasi otak anak dari boss mereka, ibuku pun memberikan


penawaran kepada mereka yaitu ibuku akan menyerahkan diri jika mereka


membiarkan aku hidup jika tidak ibuku akan berkata akan bunuh diri. Akhirnya


mereka setuju untuk membiarkanku hidup dan membawaku ke rumah nenek, saat


itulah perpisahanku dengan ibuku.


Tak terasa hujan sudah reda, namun pertanyaanku


terus membanjiri ibuku, hal yang kutanyakan tidak lain adlah siapakah orang2 yg


menyerang kita dan apakah ibu tau siapa Luce?


“mereka adalah sekelompok mafia, dan Luce adalah


putri dari boss mereka. Ibu sudah meneliti gerak gerik mereka selama ini dan


akhirnya ibu tau ternyata tujuan mereka adalah-“ tiba2 ada darah yang keluar


dari mulut ibuku yang diikuti suara tembakan, dengan cepat lupy langsung


berlari menuju suara tempat tembakan itu berasa,


“Sepertinya mereka sudah membuangku, Lean ibu


berpesan tolong selamatkan Luce.” Perlahan suaranya mulai melemah aku hanya


bisa memanggilnya dan memeluk tubuhnya yg semakin dingin, pelangipun muncul

__ADS_1


bersamaan dengan kepergian dari ibuku.


__ADS_2