Kerinduanku di Mataku

Kerinduanku di Mataku
Episode 26 - Rasi


__ADS_3

Rasi datang tak bertepi, tampak indah bila


dipandang, datang akan pergi, lewat kan berlalu, seperti mentari, dia datang


saat terbit dari ufuk timur, dan tenggelam di ufuk barat, semua nampak indah,


itulah yang sedang kita alami, sebuah kisah indah akan selalu kita kenang, di


hari ini, esok dan nanti.


Luce, saat ku ingat kau mulai menjauh dari hidupku


hatiku terus melemah, akankah ku dapat bertahan sampai esok dan menahan tangis


dalam hatiku ini? Teringat sebuah malam tenang di bawah malam di hiasi rasi


bintang yang indah, kau dan aku, disaat semua belum dimulai, teringat akan


senyum dan tawamu buat dadaku semakin sakit saat ini, akankah aku dapat


melihatnya lagi?

__ADS_1


Perlahan kubuka mataku ini, sedikit demi sedikit


ku mulai sadar, ku lihat disebelah kiri ada Rio yang tertidur di kursinya, ku


coba tuk bangung tpi tubuhku tak dapat digerakkan, saat aku rasakan ternyata


sekujur tubuhku telah di ikat dengan tali yang kuat, pasti ini ulah Ria.


Kutengok pemandangan langit malam nan sepi itu


sendirian, terlihat rasi bintang yang sama seperti dulu, dalam hati ku berkata


“Pada malam ini kuhabiskan waktu sendirian tanpa kehadiranmu, Luce. Mungkinkah


Tak terasa pipi ini telah terbasahi dengan tetesan


air mata tak terbendung ini, kesedihan terus menghujani hatiku yang kesepian


ini, hal yang kuharapkan bukanlah hal yang sangat rumit, satu hal, harapanku


adalah dirimu, Luce. Rasi bintang2 nan indah tiba2 tertutupi oleh awan, buatku

__ADS_1


sadar akan kelemahanku yang hanya bisa duduk dan menonton tanpa bertindak apa2.


Dalam diriku muncul sebuah kata “ Inikah yang kau


inginkan?” , “ tapi aku – “ , “ah lupakan semua tentang alasan, alasan hanya


digunakan pada mereka yang tidak ingin berkembang.”


Akhirnya aku kembali menyambung asa yang pernah


hilang ini, 2 jam berlalu dan aku akhirnya berhasil keluar dari aturan konyol


ini, dengan segera kuraih kursi roda yang ada di samping kiri ku, kuhayakin


kemana kursi roda ini harus membawaku kemna? Yap betul, yaitu tempat dimna kita


saling bertemu, dibawah pohon cemara yang cantik, disanalah tumbuh sebuah bunga


dalam hatiku, benarkah ini bunga, kegembiraan? Perlahan pertanyaan ini buatku


hilangkah rasa  kesendirianku.

__ADS_1


- Bersambung -


__ADS_2