Kerinduanku di Mataku

Kerinduanku di Mataku
Episode 30 - Maaf [On Going]


__ADS_3

Percayakah kau dengan yang namanya takdir?


Beberapa dari kalian mungkin akan berpikir itu adalah kata yang tabu, Tapi


tidak denganku, selama 10 tahun lebih ku berjuang hanya berpegang dengan apa


yang disebut dengan takdir dan harapan. Menjalani hidup penuh derita, ibuku


yang hilang di bawa mafia, ayah dan adikku yang sudah pergi mendahului ku ke


alam sana, aku hanya hidup ditemani bibiku, sampai takdir mempertemukan kita


dan merubah sudut pandangku terhadap dunia ini menjadi lebih baik, walau dengan


kenangan buruk terus menghantuiku.


Saat perjalanan kembali terdengar suara HP


berbunyi suara itu berasal dari Luce, ia mengambil HP yang ada di saku nya, aku


pun kaget ternyata itu adlah Hpnya miliknya dlu yang selama ini aku simpan dan


aku bawa kemna2.


“kok HP itu bisa ada di kamu?” tanyaku dengan


heran


“oh ini? Aku mendapatkannya dari kakakku, bukankah


selama ini kau bersama dengannya? Makasih ya udh menjaga Hpku bahkan kau rela


membawanya kemna2.” jawabnya, Luce pun tersenyum saat membaca pesan yang masuk


itu


“huh? Kakakmu? Memangnya aku pernah bertemu


dengannya kah?” memiringkan kepala sambil mengingat kembali


“Nanti kamu juga akan tau sendiri, ayo ke taman


dulu ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.” Ajak Luce sambil menarikku ke


arah yang berlawanan


Dalam perjalanan aku masih terus berfikir kapan


aku pernah bertemu dengan kakaknya, aku bahkan tidak pernah melihat atau


mengenal namanya kalau di ingat2. Tak terasa kita berdua sudah sampai di tempat


tujuan, Luce tiba2 menutup mataku dengan kain dan menyuruhku untuk duduk diam


menunggu seseorang datang kemari, setelah menunggu sekitar 10 menit aku coba


bertanya pada Luce, “masih belumkah?” Tak ada jawaban dari siapapun. Karena tak


ada jawaban aku kira Luce pergi meninggalkanku, kuputuskan untuk membuka kain


ini dan memastikannya sendiri. Saat kain telah terbuka aku lihat seorang gadis


di depanku…


“lah itu kamu ada kenapa g jawab aku tadi.”


Tanyaku kepadanya, tapi bukannya ia menjawabku tpi kali ini ia terlihat bingung


dan tidak berani menatapku langsung. Aku langsung memegang kedua bahunya dan


bertanya


“Kau baik2 saja? Apa yang terjadi padamu? Kmu g


kyk biasanya.” Beberapa pertanyaan ku lempar padanya, namun ia hanya tunduk

__ADS_1


menghadap bawah tak berani memandangku. Tiba2 ada suara dari belakangku


“Maaf, Lean. Tadi aku habis beli minuman buat kmu,


maaf kalau aku tinggal tanpa pamit tadi.”


Kaget bingung dan syok dengan apa yang terjadi,


kenapa Luce ada 2? Apakah aku sedang bermimpi? Lucepun memberikan sebuah


minuman kepadaku sambil berkata


“Ternyata kalian lebih dekat dari pada yang aku


kira ya. Kenapa berhenti? Lanjutkan saja.” Nampak jelas kalau Luce sedang


cemburu padaku, namun ku coba untuk meyakinkannya apa yang terjadi, aku


jelaskan kalau aku tidak mengenal gadis itu.


“oh aku paham, jadi kamu masih belum sadar ya


Lean? Dia adalah kakakku yang bernama Lisa, dia lah yang menyamar menjadi


diriku selama ini. Dan tadi dia mengirimkan pesan padaku ingin bertemu dan


mengatakan sesuatu kepadamu.” Jelas Luce padaku


“Begini Lean, pertama2 perkenalkan namaku Lisa,


aku adalah kakak dari Luce, yang ingin aku sampaikan tidak lain adalah aku


ingin minta maaf kepadamu, karena selama ini aku sudah menghalangi kalian


berdua, telah menipumu dan telah berkali2 mencelakakanmu, aku benar2 menyesal,


aku dipaksa oleh emosiku kepada Luce tpi sekarang sudah tidak lagi, gara2 Luce


sekarang aku mendapatkan apa yang kuinginkan. Sekali lagi aku minta maaf


mata yang terus menyentuh tanah secara bergantian dari wajahnya. Ku pukul


dengan pelan kepala Lisa dan berkata “Sekarang kita impas.” Setelah masalahku


dengan Lisa terselesaikan dan hendak kembali bersama Luce ada segerombolan


orang yang menunggu kita di depan sana sambil tersenyum melihat kami, mereka


semua ternyata adlah semua teman2 yang membantuku menemukan Luce selama ini,


Diriku yang selama ini berjalan sendiri, mengganggap semua bisa aku lakukan


sendiri dan terlalu fokus ke Luce sampai tidak memiliki kawan, kini aku tidak


sendirian lagi. Ingin aku tunjukkan pemandangan ini kepada diriku di masa lalu,


diriku yang masih berjuang sendiri dan berkata padanya “Lihatlah aku!” tak kuat


menahan rasa bahagia ini aku berlari sambil menangis dan memeluk mereka semua,


Rio,Ria, Luce, Lisa, Jun, Via, Luppy, Tia maafkan diriku yang selama ini egois


dan memaksakan kehendakku pada kalian dan terima kasih karena telah peduli


padaku kini aku berhasil karena bantuan kalian semua, tangisan tak dpt


dibendung lagi, layaknya anak kecil kami semua menangis penuh arti dalam


hubungan yang kami sebut persahabatan bersama mereka.


Beberapa tahun kemudian , di Suatu hari yang cerah


dibawah terik matahari kududuk di teras membaca koran sambil ditemani the


manis, tertera beberapa berita terbaru

__ADS_1


[Pengusaha bernama Rio telah menjadi sorotan para


pengusahawan atas]


[Ria seorang perempuan cinta tanah air ini telah


diangkat menjadi menteri]


[Akhirnya 2 artis Jun dan Luppy menikah dan di


karunia I 2 anak]


[Seorang sastrawan muda terkemuka kembali


mempublikasikan kisah barunya yang berjudul “Sahabat terlahir dari permusuhan”


karya Via ini sedang naik daun hingga tingkat internasional]


Aku hanya tersenyum melihat mereka semua berhasil


dengan karir mereka sendiri2. Sedangkan aku, sudah cukup bahagia sekarang.


“Lean, ini aku tadi membuat kue, coba kamu makan


aku pengen tau pendapatmu tentang kue pertamaku.”


“Enak…enak sekali, kamu memang berbakat dalam


memasak, aku memang menikah dengan orang yang tepat ternyata. Diah kesini


sebentar!”


Beberapa saat kemudian seorang gadis kecil datang


menghampiri kami berdua.


“Ada apa, papa?”


“Itu ada kue buatan Luce, sini duduk sama papa dan


mama kita makan bersama2 ya.”


Kami bertiga akhirnya duduk bersama makan kue


sambil bercanda tawa tanpa ada beban dalam hidup kita, sebuah HP lusuh dengan


layar penuh retakan itu menemani kami ber 3 di atas meja.


Apakah kami bahagia? Tentunya, tak ada hal yang


lebih bahagia dari bersama orang yang kita cintai, seperti kata orang2


kebahagiaan akan datang pada mereka yang berusaha keras dalam menggapainya,


walau sempat terjatuh, terluka, patah harapan dan hilang tujuan jika kita bisa


melewati semua itu pasti kita akan mendapatkan apa dinamakan kebahagiaan.


-------------------------------THE END---------------------------------


Terima kasih telah


membacanya dari awal chapter sampai akhir, aku harap kisah ini dapat menjadi


pelajaran bagi kita semua, bagi kawan- kawan yang sedang ada masalah tetaplah


tegar dan berusaha karena Tuhan pasti memberikan kita sebuah masalah karena


kita mampu untuk menyelesaikannya. Akhir kata aku ucapkan sekian terima kasih


atas waktu kalian dan maaf bila ada banyak kekurangan dalam kisah ini, jadi


silahkan berikan kritik dan saran agar terciptanya karya yang lebih baik dari


sebelumnya.

__ADS_1


Jangan lupa berkunjung ke novelku yang lain berjudul 'Malaikat Kecilku' dan 'Cinta Garis Hitam'


__ADS_2