
Percayakah kau dengan yang namanya takdir?
Beberapa dari kalian mungkin akan berpikir itu adalah kata yang tabu, Tapi
tidak denganku, selama 10 tahun lebih ku berjuang hanya berpegang dengan apa
yang disebut dengan takdir dan harapan. Menjalani hidup penuh derita, ibuku
yang hilang di bawa mafia, ayah dan adikku yang sudah pergi mendahului ku ke
alam sana, aku hanya hidup ditemani bibiku, sampai takdir mempertemukan kita
dan merubah sudut pandangku terhadap dunia ini menjadi lebih baik, walau dengan
kenangan buruk terus menghantuiku.
Saat perjalanan kembali terdengar suara HP
berbunyi suara itu berasal dari Luce, ia mengambil HP yang ada di saku nya, aku
pun kaget ternyata itu adlah Hpnya miliknya dlu yang selama ini aku simpan dan
aku bawa kemna2.
“kok HP itu bisa ada di kamu?” tanyaku dengan
heran
“oh ini? Aku mendapatkannya dari kakakku, bukankah
selama ini kau bersama dengannya? Makasih ya udh menjaga Hpku bahkan kau rela
membawanya kemna2.” jawabnya, Luce pun tersenyum saat membaca pesan yang masuk
itu
“huh? Kakakmu? Memangnya aku pernah bertemu
dengannya kah?” memiringkan kepala sambil mengingat kembali
“Nanti kamu juga akan tau sendiri, ayo ke taman
dulu ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.” Ajak Luce sambil menarikku ke
arah yang berlawanan
Dalam perjalanan aku masih terus berfikir kapan
aku pernah bertemu dengan kakaknya, aku bahkan tidak pernah melihat atau
mengenal namanya kalau di ingat2. Tak terasa kita berdua sudah sampai di tempat
tujuan, Luce tiba2 menutup mataku dengan kain dan menyuruhku untuk duduk diam
menunggu seseorang datang kemari, setelah menunggu sekitar 10 menit aku coba
bertanya pada Luce, “masih belumkah?” Tak ada jawaban dari siapapun. Karena tak
ada jawaban aku kira Luce pergi meninggalkanku, kuputuskan untuk membuka kain
ini dan memastikannya sendiri. Saat kain telah terbuka aku lihat seorang gadis
di depanku…
“lah itu kamu ada kenapa g jawab aku tadi.”
Tanyaku kepadanya, tapi bukannya ia menjawabku tpi kali ini ia terlihat bingung
dan tidak berani menatapku langsung. Aku langsung memegang kedua bahunya dan
bertanya
“Kau baik2 saja? Apa yang terjadi padamu? Kmu g
kyk biasanya.” Beberapa pertanyaan ku lempar padanya, namun ia hanya tunduk
__ADS_1
menghadap bawah tak berani memandangku. Tiba2 ada suara dari belakangku
“Maaf, Lean. Tadi aku habis beli minuman buat kmu,
maaf kalau aku tinggal tanpa pamit tadi.”
Kaget bingung dan syok dengan apa yang terjadi,
kenapa Luce ada 2? Apakah aku sedang bermimpi? Lucepun memberikan sebuah
minuman kepadaku sambil berkata
“Ternyata kalian lebih dekat dari pada yang aku
kira ya. Kenapa berhenti? Lanjutkan saja.” Nampak jelas kalau Luce sedang
cemburu padaku, namun ku coba untuk meyakinkannya apa yang terjadi, aku
jelaskan kalau aku tidak mengenal gadis itu.
“oh aku paham, jadi kamu masih belum sadar ya
Lean? Dia adalah kakakku yang bernama Lisa, dia lah yang menyamar menjadi
diriku selama ini. Dan tadi dia mengirimkan pesan padaku ingin bertemu dan
mengatakan sesuatu kepadamu.” Jelas Luce padaku
“Begini Lean, pertama2 perkenalkan namaku Lisa,
aku adalah kakak dari Luce, yang ingin aku sampaikan tidak lain adalah aku
ingin minta maaf kepadamu, karena selama ini aku sudah menghalangi kalian
berdua, telah menipumu dan telah berkali2 mencelakakanmu, aku benar2 menyesal,
aku dipaksa oleh emosiku kepada Luce tpi sekarang sudah tidak lagi, gara2 Luce
sekarang aku mendapatkan apa yang kuinginkan. Sekali lagi aku minta maaf
mata yang terus menyentuh tanah secara bergantian dari wajahnya. Ku pukul
dengan pelan kepala Lisa dan berkata “Sekarang kita impas.” Setelah masalahku
dengan Lisa terselesaikan dan hendak kembali bersama Luce ada segerombolan
orang yang menunggu kita di depan sana sambil tersenyum melihat kami, mereka
semua ternyata adlah semua teman2 yang membantuku menemukan Luce selama ini,
Diriku yang selama ini berjalan sendiri, mengganggap semua bisa aku lakukan
sendiri dan terlalu fokus ke Luce sampai tidak memiliki kawan, kini aku tidak
sendirian lagi. Ingin aku tunjukkan pemandangan ini kepada diriku di masa lalu,
diriku yang masih berjuang sendiri dan berkata padanya “Lihatlah aku!” tak kuat
menahan rasa bahagia ini aku berlari sambil menangis dan memeluk mereka semua,
Rio,Ria, Luce, Lisa, Jun, Via, Luppy, Tia maafkan diriku yang selama ini egois
dan memaksakan kehendakku pada kalian dan terima kasih karena telah peduli
padaku kini aku berhasil karena bantuan kalian semua, tangisan tak dpt
dibendung lagi, layaknya anak kecil kami semua menangis penuh arti dalam
hubungan yang kami sebut persahabatan bersama mereka.
Beberapa tahun kemudian , di Suatu hari yang cerah
dibawah terik matahari kududuk di teras membaca koran sambil ditemani the
manis, tertera beberapa berita terbaru
__ADS_1
[Pengusaha bernama Rio telah menjadi sorotan para
pengusahawan atas]
[Ria seorang perempuan cinta tanah air ini telah
diangkat menjadi menteri]
[Akhirnya 2 artis Jun dan Luppy menikah dan di
karunia I 2 anak]
[Seorang sastrawan muda terkemuka kembali
mempublikasikan kisah barunya yang berjudul “Sahabat terlahir dari permusuhan”
karya Via ini sedang naik daun hingga tingkat internasional]
Aku hanya tersenyum melihat mereka semua berhasil
dengan karir mereka sendiri2. Sedangkan aku, sudah cukup bahagia sekarang.
“Lean, ini aku tadi membuat kue, coba kamu makan
aku pengen tau pendapatmu tentang kue pertamaku.”
“Enak…enak sekali, kamu memang berbakat dalam
memasak, aku memang menikah dengan orang yang tepat ternyata. Diah kesini
sebentar!”
Beberapa saat kemudian seorang gadis kecil datang
menghampiri kami berdua.
“Ada apa, papa?”
“Itu ada kue buatan Luce, sini duduk sama papa dan
mama kita makan bersama2 ya.”
Kami bertiga akhirnya duduk bersama makan kue
sambil bercanda tawa tanpa ada beban dalam hidup kita, sebuah HP lusuh dengan
layar penuh retakan itu menemani kami ber 3 di atas meja.
Apakah kami bahagia? Tentunya, tak ada hal yang
lebih bahagia dari bersama orang yang kita cintai, seperti kata orang2
kebahagiaan akan datang pada mereka yang berusaha keras dalam menggapainya,
walau sempat terjatuh, terluka, patah harapan dan hilang tujuan jika kita bisa
melewati semua itu pasti kita akan mendapatkan apa dinamakan kebahagiaan.
-------------------------------THE END---------------------------------
Terima kasih telah
membacanya dari awal chapter sampai akhir, aku harap kisah ini dapat menjadi
pelajaran bagi kita semua, bagi kawan- kawan yang sedang ada masalah tetaplah
tegar dan berusaha karena Tuhan pasti memberikan kita sebuah masalah karena
kita mampu untuk menyelesaikannya. Akhir kata aku ucapkan sekian terima kasih
atas waktu kalian dan maaf bila ada banyak kekurangan dalam kisah ini, jadi
silahkan berikan kritik dan saran agar terciptanya karya yang lebih baik dari
sebelumnya.
__ADS_1
Jangan lupa berkunjung ke novelku yang lain berjudul 'Malaikat Kecilku' dan 'Cinta Garis Hitam'