
Dalam ruangan yang gelap dan lembab aku di ikat
diatas kursi tua, pelakunya tidak lain dan tidak bukan adlah kakakku sendiri,
Lisa. Entah sudah berapa puluh kali ia menghalangiku untuk bersama dengan Lean.
Didepan perapian tersorot wajahnya yang begitu senang saat melihatku sengsara,
hatiku sakit saat melihat kakakku jdi seperti ini,
“Apa yang telah terjadi padamu kak? Apa ini
salahku? Apa aku pernah melakukan hal yang buruk padamu? Aku ingin kak Lisa
yang baik dan ceria kembali lagi seperti dulu, mengapa? Mengapa kau jadi
seperti ini kak?” kugalih dan kucari bibit permasalahan dengan pipiku yang di
basahi oleh air mata ini.
“DIAM!!,kau takkan mengerti apa yang kurasakan,
kau selalu merebut segalanya dariku, padahal aku sudah bekerja dengan keras
untuk meraihnya tapi semua selalu saja hanya untukmu, bahkan aku rela mengikuti
latihan2 dari kakek hanya untuk mendapatkan perhatian dan kepercayaannya
padaku, kau takkan pernah tau brp kali aku menderita dan sering aku hampir mati
__ADS_1
saat latihan, semua sudah kulalui sampai betahun2 namun apa?! Lihatlah diriku!!
Aku tak dapat menjadi pemimpin mafia ini, kenapa malah kuat yang
mendapatkannya? Kenapa semua selalu tentangmu, jadi aku berfikir jika aku bisa
merebut cinta pertamamu mungkin kau akan sedikit merasakan dari apa yang kurasa
selama ini, Luce.” Diriku hanya terdiam saat mendengar semua dari mulut kakakku,
tak kusangka sampai seperti itu situasu yang dihadapinya,
“Aku akan berikan segala yang kau inginkan kak!!
Asal jangan kau ambil cintaku ini. Ini adlah satu2nya hal yang bisa buatku
dalam hidupku !!”
Suara ketukan pintu pun menghilangkan suasa ini
dengan cepat, kakakku pergi membuka pintu, saat ia membuka pintu terdengar
suara keributan dari tempatku ini,suara langkah kaki penuh ke hati2an sampai
padaku dengan jelas, ternyata mereka adalah Tia dan Ria yang bekerja sama demi
menyelamatkanku.
“CEPAT PERGI, LUCE !!! DIA SEDANG MENUNGGUMU
__ADS_1
SEKARANG !!” teriak Ria padaku sambil mengawasi kakakku yang terus melawan. Ku
berlari keluar sambil membawa cinta utuh ini untuk Lean, kuberlari tanpa alas
kaki keluar gubuk kecilitu. Sudah cukup jauh ku berlari tak ada tanda2 orng yg
sedang mengejarnya, namun aku tetap berlari untuk mencari Lean. Di atas suatu
bukit terlihat sebuah laki2 bermandikan cahaya bulan sambil menatap rasi
bintang, tak sengaja aku mendengarnya berteriak
“LUCE!!!”
“Apa kau memanggilkuu?” pemuda itu menoleh
melihatku, tak kusangka ternyata ia adlah Lean. Entah kebetulan macam apa yang
mempersatukan kami kembali sekarang ini. Ku tatap paras wajahnya yg disinari
cahaya rembulan yang indah, kupegang kedua tangannya dan kukatakan dengan keras
dan jelas
“Lean, aku mencintaimu!! Bagaimana perasaanmu
padaku? Apakah kau juga mencintaiku Lean?”
- Bersambung-
__ADS_1