
ibu tersebut adalah ibunya Harry, ia sangat mengenalnya, Ella yang sudah berdiri dibelakangnya ingin mengejutkannya .
Tante !!
teriaknya dengan penuh semangat
" ya ampun , kamu ini mau bikin tantemu jantungan, dasar bocah nakal " ucap ibu Harry yang sedikit terkejut dan memukuli Ella.
" ampun Tante, Ella gak akan kagetin Tante lagi, ampun " jawabnya dengan sedikit meledek tawanya.
" kamu sama siapa disini ? mana mamahmu ?" tanyanya.
" akh, Ella kesini sama temen Tante, mamah ada dirumah, ribet lah kalau ajak mamah, pasti banyak mampirnya, kaya Tante gini ! Tante sama siapa kesini?"
" kamu ini, bisa aja ngejawabnya, nanti Tante aduin ke mamahmu baru tau rasa kamu, Tante sama Harry "
" dimana dia ? " sambung " ada diparkiran, gak mau ikut katanya " jelasnya. "oh" singkat ella.
saat Ella dan tantenya sedang ngobrol, tiba-tiba seorang perempuan cantik bagaikan model-model ditv, menghampiri tantenya dengan ramah, seakan-akan telah berkenalan lama.
" dia siapa Tante ?" bisiknya
" okh, kenalin ini namanya Tasya, anaknya temen Tante cantik kan !!" jelasnya, Ella pun berkenalan satu sama lainnya.
" Tasya" sambung " Ella"
" kamu pulang sama siapa ? Tante anterin iya, sekalian Tante ingin mampir kerumah kamu sebentar " ajaknya
" tapi Tante, Ella kan sama temen, gak enak kalau ditinggal sendiri " jawabnya
" ajak aja sekalian, gitu aja ko repot "
__ADS_1
" benarkah boleh, waah Tante akoh yang satu ini memang yang terbaik, gak kaya anaknya yang rese itu, tunggu iya Ella ajak temen Ella dulu, tunggu " ucapnya , lalu pergi ke meja yang mereka duduki, terlihat Lily yang sedang asyik dengan minuman dan handphone nya.
" ayo, ly kita pulang ?" sambil mengambil tas dan menarik Lily pergi.
" hey, pulang ! apa lu gak salah, kita baru aja nyampe, tadi katanya mau shopping ? astaga pelan sedikit Ella " keluhnya dan menarik tangannya agar dilepas oleh Ella.
Ella pun melepaskan genggamannya " ayo, Tante !! " .
Lily masih bingung dengan apa yang terjadi, ia hanya mengusap tangannya karena sakit dibuatnya, ia tak peduli dengan mereka hanya bisa mengikuti dari belakang, karena Ella pun mengikuti mereka.
" ini bocah, katanya mau pulang tapi malahan ngikuti orang lain, aduuuh kaga ngerti deh mau dibawa kemana, tapi itu cewek cantik banget, **** kalau gw jadi cowo pasti bakalan tertarik dengannya , tapi gw juga gak kalah cantik hehehe " gumamnya sambil tersenyum dan tertawa sendiri.
mereka berempat berjalan kesebuah mobil, dari dalam mobil Harry terkejut dengan kedatangan Ella dan Lily yang bersama mamahnya.
" kenapa ada Ella dan Lily ? jangan-jangan mamah sudah mengatakan semuanya, aduh bisa kacau kalau Lily sampai tahu " keluhnya didalam mobil, ia pun bersikap tenang agar tak membuat mamahnya khawatir.
ibu Harry dan Tasya sudah masuk kedalam mobil, Tasya duduk didepan bersama Harry, sedangkan ibunya dibelakang, namun Ella masihenunggu Lily yang berjalan sangat lambat dibelakangnya.
" ayo ly cepetan, jangan ngelamun terus, cepet " tarik Ella dan Lily pun masuk kedalam mobil.
" ada apa ini la !! dan mereka siapa ? kenapa juga kita naik mobil si Harry " bisiknya
" ini mamahnya si Harry, dan cewek itu teman mamahnya, mereka mau nganterin kita pulang, lu main kerumah gw dulu ok " balas Ella
Lily pun duduk dan menatap kearah luar sedangkan Ella sibuk ngobrol dengan orang tua Harry, Harry benar-benar tak bisa bicara dihadapan situasi seperti ini.
" dimana rumah teman kamu lla? " tanya tantenya
" akh tak usah , langsung kerumah Ella saja , biar Ella nanti yang mengantarkannya, soalnya Ella masih ingin bermain dengannya Tante " jelasnya
" okh yasudah, harry kita mampir kerumah tantemu dulu, mamah ingin mengunjunginya sebentar " ucapnya dan Harry hanya menjawab "hmmm".
__ADS_1
sesampainya dirumah Ella, mereka pun masuk satu persatu , dan sudah disambut oleh orangtuanya Ella, Ella mengajak Lily untuk pergi ke kamarnya.
dikamar Ella
" gimana sih lu, katanya mau shopping, tau gini gw mending dirumah aja tiduran, kulit gw lecet nih kena kuku lu " keluhnya yang sudah berbaring manja diatas kasur.
" sorry, sorry, gak sengaja, nanti kita lanjutkan, o'a besok perpisahan sekolah, aduh gak sabar gw, harus tampil cantik nanti " ucapnya yang duduk didepan meja riasnya.
sedangkan diruang tamu, mereka sedang ngobrol menanyakan kabar satu sama lain, dan disela-sela obrolan , mamahnya Harry memperkenalkan cewek cantik tersebut kepada kedua orang tua ella.
" o'a kedatangan saya kesini, sebenarnya ingin memperkenalkan calon istri untuk Harry, namanya Tasya, bagaimana ok kan " ucapnya yang membuat kedua orang tua Ella sedikit terkejut namun bahagia.
" o'a, pintar sekali kamu memilih calon untuk anak mu, cantik lagi, pasti Harry sangat beruntung memiliki calon istri secantik ini, benarkan har ?" tanya mamah Ella membuat Harry tersenyum namun perih dihati.
Harry terus saja melirik kesana kemari, agar Ella atau Lily tak mendengar obrolan orang tua tersebut, sedangkan Tasya terus saja melirik kearah Harry, membuat Harry sedikit malas, iya tasya memang cantik, namun Harry tak suka dengan wanita seperti dia, karena Harry pernah melihatnya sedang memarahi seorang pegawai dengan sangat kejam, dengan melontarkan beberapa kata kasar yang tak pernah Harry dengar sebelumnya.
tak lama Ella dan Lily pun datang dihadapan mereka, Ella meminta izin untuk mengantarkan Lily pulang.
" mah, pah, maaf ganggu, Ella antar Lily pulang dulu " ucapnya
" Tante , om , Lily pamit pulang dulu " sambungnya
" hati-hati ya sayang " jawab mamahnya Ella.
Harry melirik kearah Lily , ia berharap Lily bisa melirik kearahnya, namun Lily pergi tanpa melirik sedikit pun, perasaannya benar-benar kacau seketika, dan hatinya terus saja bertanya-tanya, jika tidak ada mamahnya ia mungkin sudah mengejarnya.
" la bukannya motor lu dimall iya , ko udah bisa ada disini aja sih " tanyanya yang sedikit heran
" akh begini aja harus gw jelasin, buat apa punya pesuruh kalau gak guna, please deh jangan buat gw sombong " jawabnya
" ia deh percaya sama holang kaya mah "
__ADS_1
Ella pun mengantarkan Lily pulang, mereka sunggu tak mengetahui tentang perjodohan Harry dan Tasya, namun Lily memiliki perasaan yang sedikit mengganjal.
jangan lupa share, like, dan komen ...