Kesadaran Yang Terlambat

Kesadaran Yang Terlambat
27. Malam bersama


__ADS_3

" Apa kau yakin ? Aku, kamu tidur bersama !"


Tanya nya lagi untuk meyakinkan Lily dengan ucapannya tersebut.


" Iya, menginaplah malam ini !! Aku masih ingin bersama mu, kita kan baru bertemu kembali, masa kamu pergi lagi ?" Keluhnya dengan manja didalam pelukan Harry.


" Honey, aku kan laki-laki normal, bagaimana jika aku berbuat macam-macam nanti, sekarang saja aku tak bisa menahannya, karena dirimu manja seperti ini !"


" Maka lakukanlah, aku kan tak menyuruh mu untuk menahannya !!" Ucap Lily yang sengaja menggoda Harry.


Harry benar-benar tak menyangka, jika Lily akan bersikap seperti itu, bahkan menggodanya untuk tidur bersama, entah sadar atau tidak yang telah dilakukan oleh Lily kepadanya.


Lily yang membuka setelan jas yang Harry kenakan, merasa malu oleh perbuatannya tersebut, Harry hanya terkekeh geli melihat perbuatan Lily terhadapnya.


Mata Lily tak bisa berkedip melihat tubuh Harry yang masih saja berotot, setelah selesai membuka kemejanya, Harry langsung menghentikan aksinya tersebut.


" Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan sekarang honey ?"


Tanyanya , namun Lily tak bisa menjawab karena sudah terlalu sangat malu oleh perbuatannya sendiri, Harry pun merebahkan Lily diatas kasur, dan bergantian kini Harry yang memulai aksinya tersebut.


Entah berapa lama mereka melakukan hal tersebut didalam kamar, tak terasa hari sudah pagi lagi saja, Lily yang harus pergi kuliah sudah bangun lebih dahulu, tubuhnya serasa tak bisa bergerak.


Lalu, ia menengok kearah samping, ternyata itu bukanlah sebuah mimpi, Harry benar-benar tidur disampingnya malam itu.


" Astaga, apa yang sudah aku lakukan semalam, duh !! Memalukan sekali, dasar bodoh, bisa-bisanya menyuruh Harry untuk menginap semalam, aaakh memalukan " gumamnya


Tak lama Harry pun terbangun, dan mencium pipi Lily, lalu kembali tertidur, Harry sangat lelah, ia enggan untuk membuka matanya namun, lagi-lagi Lily memeluknya, membuat Harry ingin melakukannya sekali lagi agar lebih semangat.


Mereka pun melakukannya kembali, bukan hanya sekali namun berkali-kali Harry melakukannya.


Sudah 2 jam mereka bersama, sekarang Lily sudah berpakaian rapih dan berdandan cantik untuk pergih ke kampusnya.


" Apa kamu akan pergi ke kampus secantik ini ?" Goda nya yang memeluk Lily didepan cermin.


" Iya, aku selalu seperti ini jika kekampus, apa ini terlalu berlebihan menurutmu !"


Harry pun membalikkan tubuh Lily untuk melihat riasannya dari dekat.

__ADS_1


" Tidak ada yang mencolok sih, tapi lipstiknya jangan warna seperti itu, kau terlalu menggoda honey !"


Harry pun melayangkan ciumannya, dan membuat lipstik yang dipakai Lily berantakan, Lily berdengus kesal dan memukul dada Harry.


" Kamu ini iikh !! " Keluhnya yang mulai menghapus lipstik tersebut dari bibirnya yang sexy.


" Pakai warna ini saja " pinta Harry


" Baiklah, terlalu polos sekali warnanya !"


" Aku tak suka jika orang lain melirik punyaku, sekarang kita sudah bersama, jadi kamu jangan macam-macam disana, fokus belajar saja , mengerti !!"


" Iya, iya !! Ayo 30 menit lagi kelasnya akan segera dimulai, aku tak ingin tertinggal pelajaran "


Iily pun melihat keamanan diluar, setelah cukup aman Lily dan Harry pun keluar dan berjalan masuk kedalam mobil yang terparkir didepan tempat parkiran kos-kosan tersebut.


" Jangan tertawa !! Aku tak ingin orang lain tahu jika kamu menginap dikamarku, bisa jadi heboh seisi kampus "


" Iya, iya,, aku paham kok !! O'iya mamah aku ingin bertemu dengan mu, dan aku harus bisa membawa mu pulang ?"


" Untuk apa mamah mu bertemu dengan ku ?"


" Kau tak perlu takut, mamah ku sudah merestui hubungan kita, maka dari itu aku disuruh membawa mu pulang, untuk dijadikan menantunya, jadi bagaimana menurutmu ?"


" Menantu ? Kamu tak salah ucap kan, tapi aku kan masih kuliah "


" tunggu hari libur saja, jika tak bisa kau meminta izin libur saja beberapa hari kedepan !! Sekalian bertemu orang tua mu disana, bagaimana ?"


" Baiklah, akan ku coba untuk meminta izin libur , aku turun duluan iya, dah " ucap Lily yang pergi dengan mencium pipi Harry, sontak membuat wajah Harry sumringah.


" Hati-hati iya, nanti aku hubungi jika aku sudah menemukan hotel "


Lily pun berlari kecil memasuki kampusnya, Zia dan Samuel yang sudah menunggunya kini sedang mengintrogasi dirinya tepat dimeja belajarnya dengan tatapan yang penuh pertanyaan.


" Apa !! Aku colok nih mata kalian berdua "


" Jadi dia siapa ? Apa dia kekasih mu ! Apa tunangan mu ? " Celoteh Zia terhadap Lily namun, berbeda dengan Samuel yang bingung dengan ucapan temannya tersebut.

__ADS_1


" Dari kemarin ngomongin lelaki tampan, cool, gagah, ideal, habis nonton film Drakor iya kemarin nih anak ?"


" Apaan sih ! Kamu tuh gak bakalan tahu, yang tahu cukup aku dan Lily saja, nanti ceritakan iya kalau tak ada anak kutu kupret ini "


" Wah ngajakin berantem nih " Sam


" Apa memangnya aku berani "


" Aduh, pertengkaran dalam rumah tangga dimulai lagi deh, pusing banget jadi hakim diantara kalian berdua "


" Dih najis banget !! Rumah tangga apanya " ucap sam


" Dih, Sudi aku juga, aku sama kamu yang ada rumah hantu " Zai


Lily pun tertawa terbahak bahak mendengar ucapan mereka berdua.


Lily dan Sam sudah tak duduk bersama, karena Sam merasa terganggu oleh Zia yang terus saja mengoceh didekat telinganya, membuatnya tak bisa konsentrasi.


Sam pun bertukar posisi tempat duduk dengannya, Zia duduk dengan Lily, dan Sam dengan teman sebangkunya Zia, walaupun hanya terhalang beberapa meja saja, tetap saja Zia selalu mengganggunya dengan berbagai cara.


Namun, Sam tak pernah merasa marah dengan tingkahnya, karena ia memahami karakter dari kedua sahabatnya tersebut.


Kini, Lily dan Zia sudah duduk bersama, Zia pun menanyakan pertanyaan yang tertunda tadi.


" Jadi dia siapa ? "


" Dia pacarku, yang kuceritakan dulu kepada mu, aku sudah berbaikan dengannya, bahkan sekarang orangtuanya sudah merestui hubunganku dengannya, ini seperti mimpi bagiku !!"


" Bagus lah, bukankah ini yang kau ingin kan daridulu, semoga kau bahagia selalu !! Jangan bersedih terus "


" Iya, rasanya beban pikiran ku sedikit berkurang, o'iya mungkin besok aku harus pulang kerumah !"


" Hah, mendadak sekali, memangnya ada apa ?"


" Tunggu kelanjutan ceritanya iya..!!"


" Iiikh menyebalkan "

__ADS_1


Hari itu terasa lama, mungkin karena Lily ingin cepat-cepat pulang bertemu dengan kedua orangtuanya, sudah lama ia tak kembali kerumah dari awal masuk kuliah, hanya bisa melihat dari layar handphone nya saja.


Jangan lupa like dan komen iya...


__ADS_2