Kesadaran Yang Terlambat

Kesadaran Yang Terlambat
12 . momen bahagia


__ADS_3

" Harry " ucap Lily dengan terheran-heran.


Harry langsung memberikan buket bunga yang cukup besar kepadanya dihadapan siswa/siswi yang lain, dan tak lupa mengucapkan selamat .


" apa bunga ini untuk ku, besar sekali, terima kasih Harry, aku sangat menyukainya " ucapnya dan memeluk harry


" apa kau bahagia ?" Harry pun membalas pelukannya dengan hangat, mereka berdua tidak sadar jika sedang berpelukan didepan umum, bahkan didepan kamera.


" aku sangat bahagia, walaupun tak ada kedua orang tua ku saat ini " jawabnya dengan sedikit sedih namun Harry segera membawanya menuju kearah Ella untuk memberikan buket bunga untuknya.


" selamat iya saudari mas yang cantik ini, ini mas bawakan bunga " ucapnya .


Harry berdiri dihadapan keluarga Ella, yang didampingi Lily bersamanya, membuat orang tua Ella kebingungan apalagi dengan bergandengan tangan, mamah Ella pun menarik Harry untuk mengobrol berdua dengannya.


" kamu apa-apa an sih dengan si Lily, bergandengan segala,nanti kalau mamah mu tahu bisa kena marah anak Tante " ucapnya


" Tante nih yang apa-apa an, main tarik-tarik segala, udah lah tan, Harry lagi gak mau ngebahas soal itu " jawabnya lalu pergi begitu saja dan menarik tangan Lily untuk ikut bersamanya.


" kamu kan tahu, kalau Harry itu sudah dijodohkan dengan wanita bernama Tasya kemarin, kenapa sekarang bersama temanmu ! aduh kepala mamah sedikit pusing " ucap mamah dan mereka pun pulang


esok


foto kemesraan Harry dan Lily pun sudah beredar disosmed dengan sangat cepat, keluarga Harry pun sudah mengetahui perihal foto tersebut , sungguh mengejutkan bagi mamahnya, ia sangat kecewa dengan sikap anaknya yang telah membuat malu nama keluarga , keluarga Harry tak henti-hentinya mendapatkan telepon dari sanak saudara bahkan dari keluarga Tasya, berbagi kata ia jelaskan agar mereka tak memperdulikan berita diluaran sana.


sang mamah pun menyuruh anaknya untuk datang kerumahnya segera mungkin, untuk mengetahui kebenarannya, iya semenjak Harry dijodohkan dengan Tasya, Harry memilih untuk pergi meninggalkan rumah orang tuanya, dan memilih tinggal di apartemen yang telah dibeli sebulan yang lalu, Harry tak ingin mendengar ocehan mamahnya yang membicarakan itu-itu saja membuatnya sangat muak dan memilih pergi.


tak lama Harry pun datang dengan wajah seolah-olah tak terjadi masalah apapun dengan dirinya, mamah tak berpikir panjang langsung menamparnya seketika.


plak !!


" dasar anak durhaka, tak bisakah kamu membuat mamah mu bahagia, lihat apa yang sudah kamu lakukan kemarin, semua orang menelpon mamah bahkan keluarga Tasya hampir saja memutuskan perjodohannya dengan kita, mau ditaruh dimana muka mamah " rintihnya yang sudah dibanjiri airmata dipipinya.


" Harry sudah jelaskan, Harry tak menerima perjodohan ini, Harry tak menginginkannya, bahkan Harry tak mencintai wanita yang sangat angkuh seperti Tasya, ia tak cocok dengan ku " jawabnya dengan tegas dihadapan sang mamah yang masih saja menangisi berita tersebut.


" lalu siapa yang cocok untuk mu, ? wanita itu ! iya .. jangan harap kamu mendapatkan restu dari mamah, mamah tak Sudi memiliki menantu seperti dia "


" cukup !! Harry tak ingin mendengarkan apapun lagi, Harry harap ini yang terakhir kalinya ,Harry peringatkan Lily tak bisa dibandingkan dengan Tasya , ia tak sebanding , Harry pamit undur diri " jelasnya dan kembali pergi kekantor untuk memikirkan cara agar perjodohan itu dibatalkan.

__ADS_1


dikediaman rumah mamah, mamah Harry pun mengingat- ingat wajah perempuan tersebut, ia teringat dengan sahabatnya Ella , dengan wajah gusar mamah pergi kekediaman Ella untuk mengetahui tentang lily.


sedangkan dikantor, Harry memutuskan untuk vc dengan Lily, untuk menghibur suasana hatinya yang kacau .


Lily


hey, tumben vc, kenapa ?


Harry


lagi kangen honey


Lily


gombal kamu


wajah kamu kenapa ? serasa merah sebelah, kamu sakit gigi iya


Harry


akh bukan, tadi gak sengaja ketonjok ujung meja waktu ingin mengambil pulpen jatuh.


Lily


Harry terus saja mendengarkan ocehan Lily , ia merasa sedang diceramahi oleh dokter, ia hanya mengangguk seolah-olah iya mendengarkan.


Lily


apa kamu mendengarkan perkataan ku barusan ?


Harry


dengar dengan sangat jelas, kamu tidak perlu khawatir honey, aku baik-baik saja, ini sudah diberi obat tadi oleh sekertaris ku, yasudah iya aku lanjut kerja dulu, dah honey muaaaach


Harry kini telah mengakhiri vc dengan Lily,


ia pun sedikit lebih bersemangat untuk melanjutkan perkerjaannya, sedangkan sang mamah kini telah berada dikediaman Ella dan sedang menghakimi keponakannya tersebut dengan beberapa pertanyaan .

__ADS_1


" dimana anak mu ?" ucap mamah Harry dengan sedikit emosi.


" tenang dulu mba, kenapa harus marah-marah seperti itu, coba jelasin dulu ada apa ? kenapa juga dengan Ella " ucap mamah Ella yang berusaha menenangkan kakaknya tersebut, dan menyuruhnya untuk duduk menunggu Ella.


tak lama Ella pun keluar dari kamarnya, dan menghampiri mereka diruang tamu .


" ada apa iya Tante ?" tanyanya


" kamu jangan pura-pura tidak mengetahuinya Ella, wanita yang berfoto bersama Harry itu sahabatmu bukankah begitu ?" tanya dengan tegas


" i..i..iya Tante, memangnya kenapa iya " tanya lagi pura-pura tidak taumenau perihal hubungan mereka


" berikan no handphone nya Tante ingin bertemu dengannya, cepat berikan " tegasnya membuat yang mendengarnya terhentak bersamaan.


Ella memberikan no handphone nya kepada Tante dengan tangan gemetar, seperti sedang diinterogasi oleh polisi.


" tapi untuk apa Tante, Tante tidak akan melukainya kan Tante " keluhnya dengan sedikit memohon


" kamu tak usah ikut campur , ini menyangkut harga diri Tante beserta keluarga " jawabnya


" Ella kembalilah kekamarmu,mamah ingin berbicara dengan Tante mu ini " pintanya, Ella pun kembali ke kamar dengan menangis


" apa kamu yakin mba dengan perjodohan mu ini, saya rasa Harry tak menyukai wanita tersebut, mba tidak mungkin memaksa Harry kan mba " tanyanya.


" ini demi kebaikan Harry, kebaikan untuk bisnis keluarga kita, apa kamu paham " jawabnya


" tapi mba, Harry itu anak kamu satu-satunya, masa mba tega mengorbankan anak mba sendiri demi kepentingan bisnis mba, yang benar saja " dengan sedikit menenangkan hati kakaknya tersebut.


" sudahlah, kamu tak pernah mengerti dengan yang namanya bisnis, aku pulang dulu " pamitnya dan pergi meninggalkan rumah Ella.


Lily yang tengah bersantai didepan televisi, mendapatkan satu pesan dari no yang tidak dikenalinya, ia sangat terkejut ketika membaca isi pesan tersebut.


jangan lupa like, share, dan komen ..


semoga para netizen menyukainya..


bila ada kesamaan harap dimaafkan..

__ADS_1


ini cerita fiksi saya, dengan kemampuan otak saya, maaf jika masih ada kekurangan harap dimengerti.. cukup sekian dari saya... saya pamit undur diri dulu iya .. bay bay . .


__ADS_2