
Tasya dan mamahnya Harry sedang menyusun rencana yang akan mereka buat untuk menghancurkan hubungan Harry dan Lily, dengan penuh semangat mereka percaya dengan rencana tersebut.
" Gampang banget ini ibu-ibu berubah pikirannya, syukur deh !! Dengan begini gw gak usah terlalu susah payah untuk menghancurkan mereka berdua yang sudah mempermalukan gw dan seluruh anggota keluarga gw, lihat saja siapa yang akan jadi pemenangnya " gumam Tasya dengan keyakinannya untuk menghancurkan mereka berdua.
Sedangkan mamah hanya mengikuti himbauan dari Tasya, dan berharap berjalan dengan mulus tanpa hambatan sedikit pun.
Di sisi lain, Harry dan Lily kini telah kembali dari pantai, karena hari sudah cukup larut, kemungkinan orang tua Lily sudah tertidur, tak ingin mereka terbangun, Lily pun memintanya untuk menurunkan ditepi jalan saja, Lily pun berpamitan .
" Bye-bye " ucapnya sambil turun
" Bye, selamat malam dan mimpi indah honey " jawabnya dan pergi dari kediaman Lily.
_esok
Cuaca sedikit kurang bersahabat, baru jam 9 pagi sudah mendung, Harry yang ingin pergi berangkat kerja sedikit mengurungkan niatnya, ditambah angin yang cukup dingin, ia pun langsung tersenyum teringat bersama Lily kemarin.
" Biarpun kemarin lebih pagi dari sekarang, namun terasa hangat, mungkin karena bersama dia kali iya, aduuh udah kangen lagi aja sama dia, dia pasti lagi pakai selimut tebal, kemarin saja dia kedinginan seperti itu, kalau di ingat-ingat lucu juga " gumam Harry yang masih saja senyum dengan lamunannya.
Tak lama mamah berkunjung ke apartemen nya, untuk menjalankan aksinya, ia berpura-pura sakit tak ada yang mengurusnya.
" Mamah, ngapain datang kesini ? Jam segini lagi !" Tanya Harry yang terkejut dengan kedatangannya, karena dari awal pindah , mamahnya tak pernah sekalipun mengunjunginya disana.
" Harry, mamah minta maaf sudah memaksa kamu, lihat !! Sekarang mamah sakit-sakitan, mamah cuma punya kamu, tak ada yang perdulikan mamah selain kamu anak mamah Harry " jelasnya dengan wajah sendu dan bibir yang sedikit pucat .
Terlihat dari penampilannya layak seperti sakit sungguhan,membuat Harry jadi merasa bersalah telah meninggalkan mamahnya seorang diri dirumah.
" Mamah bicara apa sih !! Harry masih jadi anak mamah ko, dan selamanya pun akan tetap begitu, tapi Harry mohon sama mamah, mamah jangan pernah memaksakan yang tidak Harry sukai " ucapnya
" Iya mamah salah, mamah minta maaf sama kamu iya nak " pintanya
" Apa mamah sudah berobat ? Biar Harry yang antar, ayo " ajaknya
__ADS_1
Dengan cepat mamah pun melepaskan ajakan Harry yang menarik tangannya untuk pergi berobat.
" Aduh bisa ketahuan jika Harry mengajak berobat, akh sebaiknya cari alasan lain dulu deh " gumamnya.
" Mah, mah, ayo, malahan ngelamun diajakin berobat tuh " sahutnya
" Akh , mamah sudah berobat tapi ada obat yang harus diambil diapotik, kamu saja yang ambil, mamah lemes banget gak kuat buat jalan lagi " keluhnya dan tergeletak dengan lemas.
" Baiklah, Harry ganti baju dulu " ucapnya.
" Gak usah, lagian dekat apotik nya juga, begitu saja sudah ok kok anak mamah " pujinya.
Harry yang masih menggunakan setelah kantor, pergi ke apotik untuk mengambil beberapa obat.
_ di kamar Harry
Saat Harry sudah pergi, tak lama mamah pun mulai mencari sesuatu, untuk bisa ia gunakan, ia pun menggeledah kamar Harry dengan sangat hati-hati agar tak berantakan, dibukalah sana sini namun hasilnya nihil.
" Aduh, ini anak cowok kamarnya rapih amat iya, gak ada yang bisa aku ambil, turunan siapa sih !" Gumam mamah
" Sebaiknya aku kirim pesan kepada Lily, dan rencana selanjutnya biar si Tasya saja yang menjalankannya " gumamnya dan mulai mengirimkan pesan singkat.
Setelah itu , mamah pun kembali keposisi seperti semula, tak butuh waktu lama, Harry pun muncul dengan obat dan beberapa vitamin yang ia belikan khusus untuk mamahnya.
" Harry ganti baju dulu iya mah ! Diminum obatnya setelah itu Harry antar mamah pulang untuk beristirahat " ucapnya dan pergi kedalam kamar.
_ di kamar Lily
Harry
Besok datang lah ke tempat xxx
__ADS_1
Jl.xxxxx
" Aduh gak ada kata santai apa ! Tapi, kenapa ia tiba-tiba minta ketemuan ? Ditempat yang kaga gw tahu lagi " gumamnya
Lily jadi tak sabar untuk bertemu dengannya disana, ia terus saja memikirkan hal-hal yang aneh ntah datangnya dari mana, sehingga membuatnya tersenyum-senyum sendiri.
" Aduh anak mamah senyum-senyum sendiri kaya gitu, lagi kasmaran sama siapa sih ?" Sahut mamah yang sedikit ingin tahu.
" Apaan sih mah ? Mamah masak apa nih wangi banget masakannya " ngelesnya
" Aduh kamu bisa aja alasannya, mamah masak kesukaan kamu sama papah " jawabnya
" Asyik, ayo mah cepetan masaknya, Lily udah gak sabar nih, laper banget " rengek Lily seperti anak 5 tahun.
Al hasil membuat sang mamah tertawa dengan tingkahnya, tak lama papah pun datang dan duduk disamping Lily.
" Wah, wah, wah sepertinya lagi seru nih !! Ada hal lucu apa nih ?" Ucap nya
" Apa sih, jadi samanya !! Heran deh " jawab Lily
" Sama kaya gimana ? Papah kan bertanya kenapa kamu seperti itu jawabnya " tanya lagi yang sedikit membuat Lily kesel.
" Mamah cepetan !!" Tak lama mamah pun datang dengan dua masakan ditangannya.
" Waaaah " sorak Lily dan langsung memulai peperangan diatas piringnya.
" Gak ada yang lucu ko pah, cuman anak kamu biarpun usianya sudah dewasa tapi masih sama seperti anak kecil, merengek minta makan , membuat mamah geli melihatnya " jelasnya agar tak ada perkelahian diantara papah dan anak.
" Oh,begitu !! Habisin aja semuanya jangan sisakan untuk papah " ucap papah yang melihat Lily makan sebanyak itu, membuat mamah kembali tertawa .
Mereka bertiga pun makan bersama dengan canda tawa dimeja makan, dan sehabisnya mereka pergi beraktivitas seperti biasanya.
__ADS_1
jangan lupa like, dan komen ya gaes...
selamat membaca dan menikmati novel kami...