Kesadaran Yang Terlambat

Kesadaran Yang Terlambat
26. Menemukan mu


__ADS_3

Harry yang sudah hampir tiba ditempat tujuan, ia ingin membelikan beberapa bunga yang tak jauh dari lokasi tempat tinggal Lily.


Setelah mendapatkan bunga yang cocok untuk Lily, ia pun bergegas menuju tempat tujuan, tak lama handphone Harry pun berdering , dan itu telepon dari mamah.


" Hallo nak "


" Hallo mah, mah sudah dulu iya mah, Harry sedang sibuk nih, jangan diganggu please !"


" Bawa dia pulang bersama kamu nak ?"


" Apa ? Jadi maksud mamah "


" Iya nak, mamah sudah tahu dari Ella,mamah merestui hubungan kamu dengan dia, jadi kamu bawa dia pulang kesini iya, ketemu sama mamah, tenang saja mamah gak akan berbicara seperti dulu lagi, mamah ingin melihat anak mamah ini bahagia dengan pilihannya "


" Benarkah mah, makasih iya mah, soal bertemu mamah, mungkin agak sulit, tapi Harry akan usahakan agar dia mau bertemu sama mamah , sudah iya Harry sudah sampai ini, dah "


Setelah panggilan berakhir, kini Harry tepat berdiri disebuah kos-kosan putri, namun ia sedikit bingung karena kos-kosannya mempunyai banyak pintu kamar yang tersusun rapih.


" Aduh, yang mana kira-kira kamarnya Lily !! Warna dan modelnya sama semua, tapi hanya ada beberapa saja yang sepi, mungkin masih belum pada pulang kuliah kali, mana diluar juga sepi kaga ada yang lewat " ucap Harry yang menggaruk kepalanya tak gatal.


Harry tiba disana pukul 6.30 sore, walaupun langit sudah mulai gelap, ia tak gentar untuk mundur dari posisinya yang masih berdiri disamping mobil miliknya, ia menengok kekanan dan kekiri.


" Aakh, sepertinya dibalik pohon itu ada warung kecil, coba tanya kesana kali saja mereka kenal dengannya "


Harry berjalan kearah warung yang agak sedikit tertutup pepohonan sehingga membuatnya tak terlihat jelas bila dari jauh,


Betul saja ternyata memang warung kecil yang dijaga oleh seorang ibu-ibu.


" Permisi Bu, maaf saya mau tanya !! Apa ibu mengenal seorang gadis bernama Lily yang tinggal di kos-kosan disana ?"


Ibu itu nampak mengingat-ingat perempuan bernama Lily tersebut.


" Aaakh Lily iya ? Lily yang berambut pendek yang kuliah di kampus xxxxx "


" Aduh, saya juga kurang tahu Bu, tapi apa ibu tahu kamarnya yang no. Berapa iya ? Soalnya sama semua warnanya, saya jadi bingung "


" Sepertinya, yang urutan ke.4 bila dari kanan, itu juga kalau saya gak salah iya "


" Ya sudah Bu, makasih iya !! "

__ADS_1


Harry pun pergi berjalan menuju kos-kosan kembali, dan mencari kamar no urut ke 4 , ia pun kini sudah pas berdiri dikamar tersebut.


Tok !! Tok !! Tok !!


" Iya cari siapa ?" Ucap Zia yang tinggal disebelah kamar Lily.


Zia bingung melihat lelaki yang tampan datang menghampiri tepat didepan pintu kamarnya.


" Apa betul ini kamarnya Lily ?"


" Akh, cari Lily ? Kirain mau ketemu sama saya, kamar Lily yang itu disebelah saya, mas siapanya Lily ?" Tanya Zia yang sedikit penasaran dengannya.


" Saya..."


Tak lama Lily pun keluar dari dalam kamarnya, sontak membuat Zia menunjuk dan berteriak .


" Nah , itu dia keluar !! Lily "


Sapa Zia dari depan pintu kamarnya dengan lambaian tangan.


Dengan cepat Harry berlari kearah Lily, yang masih melamun tak percaya dengan kedatangan Harry ke tempatnya sekarang.


Harry langsung memeluk nya dengan tangis haru bersama, dan disaksikan oleh Zia yang ikut merasakan bahagia.


" Aduh sahabat qyu, lutu sekali sih !! Pake malu-malu segala, jadi pengen di peyuk ugga " ucapnya


" Dipeluk siapa ?" Ucap Samuel , yang mengagetkan Zia disana.


" Ya ampun, gak ada angin, gak ada hujan, ini anak bisa nongol dari mana sih !! "


" Dari sini nih ?" Dengan menunjukkan lubang hidungnya didepan mata Zia.


Jadilah pertekaran mereka dimulai lagi, seperti sedang menonton film kartun Tom&Jerry, selalu saja bertengkar karena hal-hal sepele.


Sedangkan didalam kamar Lily, Harry sudah duduk dikursi belajarnya Lily, sedangkan Lily berdiri membelakangi Harry, ia sangat tak ingin melihatnya lagi tapi, jika harus bertemu seperti ini ia sangat bingung harus bertingkah seperti apa.


Harry yang melihat Lily membelakanginya sungguh merasa sakit hati diperlakukan seperti itu namun , ia mengerti dengan perasaan Lily yang sedikit terkejut dengan kedatangannya yang mendadak, bahkan hampir tak percaya.


Harry pun bangkit dari duduknya dan berjalan, memeluk Lily dari belakang dengan sangat erat agar tak bisa terlepas.

__ADS_1


" Maafkan aku !! Aku salah, harusnya aku memberitahukan dari awal sama kamu, aku benar-benar menyesal ! Tolong kasih aku kesempatan satu kali lagi, aku mohon dengan sangat, maafkan aku iya ?"


Terdengar Isak tangis Harry yang memeluknya, sungguh membuat hati Lily merasa tak tega mendengar dia berkata seperti itu yang diikuti tangisannya tersebut, apalagi dengan melihat kondisi fisik Harry yang terlihat berbeda dari awal bertemu, seperti tak ada semangat dalam dirinya.


Lily pun memutarkan tubuhnya, dan kini mereka saling berhadapan dalam pelukan Harry, Lily menatap Harry namun, Harry enggan untuk melihat kepada nya, karena ia tak ingin dilihat ketika ia sedang menangis seperti anak kecil yang manja.


Dengan kasih sayang, Lily mengusapkan air matanya dan membalas pelukannya, perasaan Harry benar-benar terasa ringan, beban yang selama ini iya pikirkan kini sudah hilang, ia merasa sangat bahagia ternyata Lily membalas pelukannya.


" Kenapa tubuh mu bisa seperti ini ? Apa kamu tak makan dengan benar, kau sekarang sangat jelek, aku tak suka lelaki jelek seperti ini, aku sukanya yang tampan dan gagah seperti dulu " ucap Lily yang sedikit meledeki Harry, agar Harry bisa tersenyum kembali.


Mendengar ucapan Lily yang memprotes dirinya membuatnya tertawa dan tersenyum bahagia.


" O'iya.. jadi sekarang kau sudah tak mencintai ku lagi, karena aku jelek !! Lihatlah kondisi mu , kau sendiri sudah berubah, gaya apa ini ! Dan ini kenapa rambut mu bisi sependek ini ? "


"Jadi, sekarang kamu sedang protes tentang diri ku, lihatlah apa dengan gaya dan model rambut seperti ini tidak cantik " ucapnya yang berdiri memamerkan dirinya dihadapan Harry.


" Ini tuh, sedang tren sekarang ini !! Akh percuma lah, laki-laki mana paham, apalagi model bisnismen seperti kamu , hhuhh" lanjut Lily yang berdengus kesal.


Harry pun terkekeh, dan memeluknya kembali, dan mencium puncak kepalanya dengan cinta.


" Kamu selalu cantik Dimata ku, mau pakai apapun kamu tetap cantik, dan aku akan tetap mencintai mu selamanya "


" Gombal "


" Coba ulangi lagi kamu bilang apa ?"


" Gom....!!"


Ciuman pun mendarat dibibir Lily, ciuman tersebut benar-benar sensasional, yang bercampur rasa rindu diantara mereka berdua.


Harry tak bisa menahan hasrat nya yang sudah sangat lama ia inginkan, namun waktupun sudah terlalu malam, Harry memutuskan untuk menyudahi permainannya.


Hendak ingin melepaskan namun, tangan Lily menahan tubuhnya untuk tidak pergi dari dirinya, dan bahkan memeluk Harry.


" Honey, ini sudah malam, aku harus mencari hotel untuk ku tidur "


" Tidurlah disini " ucapnya, entah mengapa Lily merasa sangat enggan untuk kepergian Harry, Lily mengerti dengan perasaan Harry yang selama ini menahan rindu kepadanya.


" Biarkan aku egois sekali saja, aku tak ingin kita berpisah lagi " gumamnya

__ADS_1


Harry yang mendengar tawaran Lily benar-benar terkejut , ia tak percaya dengan tawaran tersebut, bagaimana bisa Lily menawarkan untuk tidur bersama dalam satu kasur, membuat Harry berpikir yang tidak-tidak.


Jangan lupa like, dan komen iya ...


__ADS_2