Kesadaran Yang Terlambat

Kesadaran Yang Terlambat
seven


__ADS_3

jam 08.00


Lily terbangun dari tidurnya dengan cepat.


" ya ampun, kesingan gawat gawat ... bisa ketinggalan informasi nanti disekolah, aduh cepat-cepat cuci muka sama gosok gigik aja gak usah mandi kelamaan, aduuuh anduk mana anduk , ya ampun " teriaknya dipagi hari yang cerah.


Lily sibuk kesana kemari yang tak peduli dengan kamarnya yang berantakan akibatnya.


ia mencari ini dan itu, dan akhirnya ia pun pergi sekolah.


assalamualaikum !!


ucap kedua orang tua Lily yang baru tiba.


waalaikumsalam


jawabnya yang sedang memakai sepatu.


" pasti kesiangan ?" tanya mama


" tau aja nih mama, pah anterin iya , telat banget soalnya, please !" pintanya dengan wajah sedih .


" huuufp, kalau sudah begitu mana bisa menolak, mah, papah anterin Lily sekolah dulu, bikinin masakan yang enak iya saat papah kembali, papah laper " ucapnya dan pergi masuk kedalam mobil bersama Lily


" apaan sih papah..! baru juga pada pulang udah langsung nyuruh mamah masak, kan kasian pasti capek, gak peka banget " keluh sang anak


" kamu juga gak peka sama papah, tau papah capek minta anterin kesekolah segala " balasnya


" iiih, aku kan kesiangan pah..? sebentar lagi kan kelulusan jadi aku gak mau ketinggalan info-info terbaru " jelasnya.


" akh.. alasan kamu aja, gak suka liat papah berdua sama mamah dirumah " ledeknya dengan mengacak-acak rambut Lily.


" iih.. papaaaaah !! aaakh kesel deh, jangan diacak-acak aakh berantakan lagi kan " keluhnya dan mengeluarkan sisir dari dalam tasnya.


papah hanya tertawa ketika melihat putrinya yang tumbuh begitu cepat sehingga ia enggan untuk berhenti membuatnya marah, sesampainya disekolah.


" udah, Lily sekolah dulu hati-hati dijalannya, jangan kasih aku adik, aku gak suka " keluhnya.


braak !!


bantingan pintu mobil yang Lily lakukan, namun sang papah sudah biasa melihatnya seperti itu jika sudah merasa kesal kepadanya, ia pun tidak menyalahkan putrinya karena ia terus saja meledeknya sehingga membuatnya marah seperti itu.

__ADS_1


sang papah pun membuka sedikit kaca mobil dan meneriakinya.


" sayang, pulangnya mau dijemput enggak, papah buatin 3 adik sekaligus iya " teriaknya,


namun Lily hanya berjalan dan menengok kearah papahnya dengan mengiris lehernya dengan tangan, sebagai tanda ancaman kepada sang papah.


sang papah sangat puas meledeki putrinya itu, Lily tak ingin memiliki adik karena ia takut akan terlupakan oleh orang tuanya nanti, maka dari itu jika sudah membicarakan adik, Lily begitu marah kepada orangtuanya.


kelas


karena sang guru belum datang, jadi kelasnya masih leluasa dan Lily pun nyelonong masuk tanpa ragu, sejam kemudian guru pun datang .


" anak-anak, hari ini kalian tidak ada kegiatan apapun, tapi tolong kalian catat ini dulu, apa saja yang harus kalian lakukan saat perpisahan sekolah nanti, sekertaris kelas, tolong ditulis ini ya setelah selesai kalian boleh kembali pulang " jelasnya


Lily pun merasa lega hatinya, untuk apa ia dari pagi buru-buru seperti itu namun akhirnya seperti ini, sungguh membuatnya kelelahan .


" ini semua gara-gara si Harry, o' ya dari tadi gw belum ngecek handphone , aduh bodoh banget sih " gumamnya dan mengambil handphone dari dalam tasnya sambil sesekali menulis.


Harry


sudah bangun


Harry


" ya ampun, aduh sorry banget kaga gw bales, gw kelupaan kalau sekarang gw punya pacar, ini semua gara-gara papah yang udah bikin gw emosi " keluhnya didalam hati.


dengan cepat lily membalas pesan tersebut, dan berharap Harry tak marah kepadanya.


**maaf baru balas


kesiangan tadi


kirim**


sambil menunggu balasan, ia pun melanjutkan menulis apa yang guru bilang tadi sampai selesai namun, Lily tak mendapatkan balasan dari Harry.


mencatat sudah selesai, murid-murid yang lain mulai keluar untung pulang, seketika ella menghampiri Lily, ya pastinya untuk berbincang-bincang seperti biasa mereka lakukan.


" cie cie yang udah pacaran ?" ledeknya


" apaan sih datang-datang ngomong pacaran pacaran, akukan masih kecil " jawabnya dengan nada seperti bayi.

__ADS_1


" Segede gitu dibilang kecil, buta kali yang liatnya " ledeknya yang melirik kebagian dada Lily.


" gw colok nih mata lu .. gak usah mikir aneh-aneh panas nih beli es kelapa didepan yuk, sambil nungguin angkot " ajaknya.


mereka berdua pergi meninggalkan sekolahan, dan mampir ke tukang es kelapa, Lily pun segera memesan es kelapa 2 bungkus, sedangkan Ella entah pergi kemana.


tak lama kemudian Lily mendengar Ella meneriakinya, lilypun tersenyum dan menghampiri nya dengan sekantong es kelapa yang ia pesan.


" ya ampun, lla kalau kemana-mana tuh bilang dulu napa ke gw, biar gw gak cari-cari, lu dijemput Abang lu lagi lla " ucapnya .


benar saja, Ella yang meneriakinya dari dalam mobil, sedangkan Lily tak menyadari jika itu mobilnya Harry, tentu saja ini ulahnya Ella, Lily pun masih berdiri luar pintu mobil sambil ngombrol dengan Ella, ia sungguh tak mengenali mobil tersebut.


" ya ampun Lily, masa kaga kenal mobil ini ? udah cepetan masuk, duduknya didepan jangan dibelakang " pintanya


Lily pun tanpa ragu masuk, dan iya, ia lagi-lagi terkejut ternyata ini mobil Harry, dengan cepat ia menengok kearah Ella, sedangkan Ella memalingkan pandangannya keatas, seolah-olah tak mengerti dengan semuanya.


" ellaaaaa.. !! "


teriaknya dengan sangat gemas kepada sahabatnya tersebut.


" udah gak usah dipikirin, aku emang mau jemput kamu ko " ucapnya, pastinya Harry tak ingin ada keributan didalam mobilnya.


" pasti ini ulahnya kan, mentang-mentang saudaranya kamu belain, kamu juga emangnya dikantor gak ada kerjaan yang lebih penting dari ini " ucapnya dengan sedikit emosi.


" kamu lebih penting dari apapun hunny " jawabnya dengan lembut.


" lain kali jangan belain dia, karena dia salah " ucapnya , Harry pun mengangguk.


" sorry sorry, anggap aja ini ucapan terimakasih kalian berdua bisa Deket iya kan " jelas Ella yang masih saja tak mau kalah.


"iya,iya, ini es kelapa lu kagak usah dibayar juga sekalian anggap aja hadiah dari gw " jawabnya dengan sedikit tertawa.


Ella dan Lily tertawa seketika, Harry mengantarkan Ella pulang terlebih dahulu, kini didalam mobil hanya ada mereka berdua, namun Harry tak membawa pulang begitu saja.


" kita mau kemana har " ucapnya.


" mau makan lah hunny ! aku lapar ayo kita makan siang dulu " ajaknya .


Lily hanya mengiyakan ajakannya, Harry yang sudah memarkirkan kendaraannya dan mereka masuk kedalam sebuah mall, mencari makanan yang Lily inginkan.


jangan lupa share , like, dan komen iya gaes ..

__ADS_1


mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat, ataupun alur ceritanya ... yang tak suka pun tak apa... sudah biasa dihujat netizen... hahahaa.. eekh maaf keceplosan gaes...


__ADS_2