
" nomor siapa nih ? haaah ingin bertemu ! besok ? dari mamah Harry !! astaga apa yang sudah Harry katakan ! kenapa mamahnya ingin bertemu dengan ku ? apa aku bertanya saja kepadanya, aakh tidak, tidak, hadapin sendiri saja kali saja hanya ingin mengenal ku , tapi kenapa perasaan ku gak enak gini iya , aduuuh gimana nih " gumamnya dengan hati gundah saat menerima pesan dari mamahnya Harry.
Lily membalas pesan tersebut, dan tak memberitahukannya kepada Harry, ia tak ingin membuat Harry khawatir dengannya, sepanjang malam Lily memikirkan pesan tersebut dan selalu bertanya-tanya dalam hatinya sampai ia terlelap tidur.
esoknya
Lily yang sedang asyik sarapan dengan keluarga, menikmati momen setiap canda dan tawanya, terganggu oleh handphonenya yang terus saja berbunyi, membuat kedua orang tuanya melirik penuh tanya, Lily pun mempercepat sarapannya agar cepat habis, dan bisa melihat siapa yang sudah mengganggunya dipagi yang begitu indah untuk dilewatkan.
" mah, pah, Lily sudah selesai sarapannya ! Lily lihat handphone dulu iya ?" ucap Lily, lalu melihat handphone nya yang tak berada jauh dari meja makan.
kedua orang tua Lily terus saja melirik kearahnya sambil sarapan, mereka melihat putrinya berubah ekspresi ketika melihat handphone nya tersebut.
" pah lihat tuh, anak mu mukanya langsung masam begitu ?" ucap mamah
" biasalah, namanya juga anak muda mah, masih labih, mudah berubah-ubah, kadang baik, kadang buruk!" jawab papah dengan santai sambil menikmati kopi dan korannya .
" tapi ini beda pah, tadi dia baik-baik saja, sekarang mukanya seperti menahan sesuatu, mamah jadi gak tenang hati mamah melihat dia seperti itu, apa kita tanya saja pah ?" ucapnya lagi.
" tidak perlu, biarkan saja mah, dia kan sudah dewasa, kalau kita terlalu ikut campur nanti dia tidak akan mengerti tentang kehidupan , sudah mamah habiskan sarapannya, mau berangkat bareng apa papah tinggal nih !" jawabnya
" ikh si papah , gak mengerti sama perasaan anaknya, ia ini juga dikit lagi habis, sabar napa sabar " keluhnya lalu menghabiskan sisa sarapannya yang tertunda.
setelah sibuk dengan handphone nya Lily masuk ke kamar dan keluar lagi dengan tas disampingnya, ia berpamitan untuk pergi menemui 'teman' agar orangtuanya tak curiga .
__ADS_1
secara berbarengan, orang tua Lily ingin pergi kekantor sedangkan Lily ingin pergi kesuatu tempat, mereka pun saling pandang.
" mau kemana kamu sayang ?" tanya mamah yang langsung mendekatinya, sedangkan papah sesak sibuk dengan sepatunya.
" Lily ingin bertemu dengan teman mah, tak lama ko hanya sebentar saja, lalu kembali pulang " jawabnya dengan senyum manis diwajahnya.
" papah anterin iya, sekalian kekantor " ucap papah
" bilang aja biar tau aku pergi kemana ? pake acara kekantor segala, ah sudahlah biarkan saja " gumam Lily yang menatap sinis kearah papah, sedangkan hanya tersenyum melihat sang putri yang sudah mengetahui akal bulus orangtuanya.
" terserah papah saja, sudah cepetan dong pake sepatunya, sedah ditunggu nih " keluh sang putri .
mereka pun pergi bersamaan, mengantarkan Lily terlebih dahulu, lalu pergi bekerja.
_dikantor Harry
"mamah ! ada apa pagi-pagi begini ia menelpon, tak bisa kan satu hari saja tak mengganggu ku " gumam harry dan menerimanya dengan tarikan napas panjang lalu menghembuskan ya dengan kasar.
**Harry
hallo, mah ada apa ? Harry sedang sibuk nih, banyak kerjaan, jika bukan hal penting lebih baik jangan dikatakan.
mamah
__ADS_1
kamu ini masih menganggap mamah orang tua mu apa bukan ! datanglah kerestoran didekat kantormu sekarang, darurat** !!
mamah pun menutup teleponnya begitu saja, membuat Harry bingung, dengan terpaksa ia menyuruh sekertarisnya untuk meneruskan tugasnya selama ia pergi keluar.
_di restoran
" apa benar tempat ini yang kamu tuju sayang ?" ucap papah kepada Lily, Lily pun mengangguk dan turun dari mobilnya berjalan masuk kedalam restoran tersebut.
Lily tak tahu jika restoran tersebut berdekatan dengt kantor milik Harry, Lily melihat mamah Harry yang sudah menunggunya disalah satu meja, iya disana dia tak duduk sendiri melainkan duduk bersama Tasya wanita yang sebelumnya bertemu dimall.
" duduklah !! kita tunggu satu orang lagi " ucap mamah Harry dengan sedikit sinis kearahnya, sedangkan Tasya hanya tertawa kecil melihat Lily diperlakukan seperti itu.
selama menunggu Lily hanya bisa terdiam menundukkan kepalanya, ia tak berani menatap kearah mereka berdua, sudah lebih 20 menit mereka menunggu, dan akhirnya yang ditunggu pun tiba.
"Harry ! kenapa dia kesini, sebenarnya ada apa ini ?" gumam Lily yang menatap Harry.
Harry tak mengira ternyata ada Lily yang melihatnya dari tadi, ia telah duduk disamping Tasya, jika ia tahu ada Lily, ia memilih duduk denganya, mereka berdua terus saja saling tatap dan bertanya-tanya lewat mata.
" baiklah karena kita sudah berkumpul, kita mulai obrolan kita " ucap mamah
" mah jika mamah sampai mengatakannya jangan pernah menganggap Harry anak mamah lagi " selanya yang menatap mamah sedikit mengancam, namun mamah tak menghiraukan ancaman putranya tersebut dan melanjutkan obrolannya.
" perkenalkan Lily, saya orang tua dari Harry, dan wanita cantik ini bernama Tasya , ia calon istri untuk Harry apa kamu mengerti ? jadi saya harap kamu tak perlu mendekati putra saya lagi apa kamu paham maksud saya " tegasnya.
__ADS_1
Lily pun menatap Harry dan Tasya begitu pedih, ia tak menyangka jika Harry telah memiliki calon istri, Lily tak bisa menahan air matanya, hatinya sungguh sakit, ia pun berdiri dan pergi meninggalkan mereka , sedangkan Harry ditahan oleh Tasya ketika hendak mengejarnya, Harry begitu emosi dengan kelakuan kedua orang tersebut.
jangan lupa share, like, dan komen iya gaes... mohon dukungannya untuk tetap menulis karya yang saya buat.. jika ada yang kurang tolong dimaklumi...