
Harry yang sudah tiba di suatu tempat, ia datang kesana karena perintah dari sang mamah, namun beberapa saat kemudian tiba-tiba Tasya datang menghampirinya, entah dia mengetahui keberadaannya dari mana, Harry tampak enggan untuk berkomentar kehadirannya, ia terus saja mengecek handphone nya dan berharap ada kabar dari sang mamah.
" Percuma kamu cek handphone kamu, orang mamah kamu suruh aku yang datang kesini ko buat nemenin kamu " jelas Tasya
" Ngarep kamu, mamah aku tuh sudah berubah pikiran, ia sudah mulai menyetujui hubungan ku dengan Lily, mengerti kamu " jawabnya dengan tegas .
" Hah.. hah.. hah.. lalu kamu percaya begitu saja, sekarang kamu pikir deh baik-baik, buat apa aku jauh-jauh harus datang ketempat seperti ini ! Dan dari mana aku bisa mengetahui tempat ini ? Coba kamu pikirkan, dasar bodoh " jelasnya dengan percaya diri yang tinggi.
Harry pun terdiam sejenak, dan memikirkan ucapannya tersebut.
" Ini anak bener juga iya, akh mana mungkin sih mamah bisa sejahat ini sama anaknya sendiri, jelas-jelas kemarin ia meminta maaf dengan mohon " gumamnya
" Kenapa ko ngelamun ? Gak usah kebanyakan mikir deh, gimana jika sekarang kita berkencan saja " ucapnya dengan sedikit mendekatkan tubuhnya kepada Harry.
" Jangan pernah dan jangan mimpin bisa berkencan dengan ku, mengerti kamu " tegasnya
" Aduuh sayang ku, kalau ngambek kaya gitu makin lucu saja jadi makin cinta deh, cikucikuciku" goda Tasya dan memeluk Harry begitu saja.
Harry tak bisa berbuat apa-apa, ia tak membalas pelukannya , semakin ia melawan semakin kencang pelukan tersebut.
"Tasya lepasin, lepasin, Tasya ! Astaga, kamu ini cewek jenis apa ? Lepasin " keluhnya, membuat Tasya tersenyum bahagia melihat tingkah Harry diperlukannya.
Disisi lain, Lily yang sedang mencari alamat yang dikirimkan oleh Harry masih tak menemukannya, ia terus saja berkeliling kesana kemari, ia pun sedikit putus asa dan berjalan tak tentu arah tujuan.
Saat sampai ditepi danau ia pun tersadar dengan lamunannya.
" Kenapa gw bisa ada disini, aduh kebanyak ngelamun sih " ucapnya , tak lama Lily seperti mendengar suara, ia pun mencari sumber suara tersebut.
__ADS_1
" Tadi kayanya dari sini deh, tapi dimana iya, apa gw salah denger " ucapnya dan berusaha fokus untuk lebih jeli lagi .
Ia pun berjalan perlahan, dan ternyata itu suara Harry dan Tasya, sungguh membuat Lily tak percaya dengan apa yang ia lihat, Lily pun mendekati mereka yang sedang berpelukan bahagia.
" Ya ampun !! Ternyata selama ini benar kalian seperti ini dibelakang aku , astaga !! Benar-benar bodoh,bodoh banget " ucap Lily.
Tangisan Lily pun pecah begitu saja, ia tak tahu harus berkata apa .
Harry benar-benar terkejut, ia langsung mendorong Tasya untuk menjauh dari tubuhnya, Tasya pun tersungkur ketanah, namun Harry tak perduli dan memeluk Lily dengan sangat erat.
" Kamu jangan nangis, aku mohon dengarkan penjelasan aku dulu, kamu percaya kan sama aku, ini semua salah paham, salah paham sungguh " ucap Harry yang tak kuasa melihat Lily kembali menangis seperti dulu.
Dengan sekuat tenaga Lily mendorong tubuh Harry dan membuat pelukannya terlepas, dan .
Plaakk !!
" Habis berpelukan dengan dia, kamu langsung peluk aku, keterlaluan kamu, kita putus, hubungan kita cukup sampai disini " ucap Lily lalu pergi meninggalkan mereka.
" Tidak honey aku mohon, dengarkan aku dulu, honey " tahannya, lagi-lagi Lily berhasil lolos darinya, Harry benar-benar tak mengerti kenapa bisa seperti ini, ia pun mendekat kepada Tasya.
" Sekarang kamu puas, sebenarnya apa yang kamu lakukan, apa tujuannya " tanya Harry yang mencengkram kedua pundak tasya, membuat Tasya sedikit takut dibuat nya.
Tasya pun menepiskan tangannya dan sedikit menjauh untuk berjaga-jaga.
" Disaat seluruh anggota keluarga aku datang kerumah kamu kemarin, kamu kemana ? Kamu sudah membuat anggota keluarga ku malu, sekarang kamu lihat kan apa yang aku perbuat untuk menghancurkan hubungan mu dengannya, jika aku tak bisa mendapatkan kamu, maka dia pun tidak akan bisa mendapatkan kamu, kamu mengerti !! O'ya, aku melakukan semua ini tidak sendiri ko, sampaikan ucapan terima kasih ku kepada mamah mu yang sudah mendukung ku untuk melakukan semua ini, jika bukan karena dia mungkin semuanya tidak akan berjalan dengan lancar, bye sampai jumpa dilain waktu " jelas Tasya dan pergi meninggalkan Harry yang terduduk lemas menerima semua kenyataannya.
Ditempat lain, Lily masih berjalan dengan tangisnya, ia tak percaya dengan semuanya, disaat ia sudah memaafkannya kenapa harus terulang kembali bahkan lebih parah dari sebelumnya, ia semakin yakin untuk pergi menjauh dari kehidupan Harry.
__ADS_1
Harry pun bangkit dari duduknya dan berlari mencari Lily, mungkin ia masih bisa mengejarnya, ia pun berlari kesana kemari namun masih tak menemukannya, Harry benar-benar bingung harus mencari kemana, dengan rambut yang sedikit berantakan ia terus saja mencari disana.
Tak lama handphone miliknya berbunyi, dan berharap itu telepon dari Lily namun ternyata itu dari kantor.
" Ada apa ?" Tanyanya
" Maaf pak, hari ini ada meeting yang tidak bisa ditunda, dan bapak sudah ditunggu sekarang " ucap sekertarisnya.
" Baiklah, 10 menit saya sampai " ucapnya dan mematikan telepon, bergegas kekantor.
" Bahkan disaat seperti ini pun " gumamnya dengan sangat geram dan memukul setir mobil berkali-kali.
_dirumah Lily
Lily yang masih berdiri diluar pintu rumahnya, berusaha menahan dan menghapus kesedihannya, agar tak membuat orang tuanya bertanya-tanya, setelah 15 menit ia berdiri diluar, akhirnya Lily pun masuk kedalam rumah dan iya benar saja, didalam nampak kedua orang tuanya yang tengah asik menonton televisi dengan khas canda tawa mereka.
" Eh, anak mamah sudah pulang ! " Ucap mamah
Lily hanya mengangguk dan tersenyum kepada mereka, lalu berjalan masuk ke kamarnya, ia benar-benar tak ingin berbicara banyak.
Saat didalam kamar, lagi-lagi tangisannya kembali pecah namun, Lily harus bisa menahannya dan berusaha tegar menerima semuanya, ia pun pergi untuk membersihkan tubuhnya.
jangan lupa like dan komen iya gaes...
semoga kalian menyukainya ...
mohon maaf jika ada salah dalam penulisannya....
__ADS_1