
" pilih lah ... kau ingin makan diresto yang mana.. " Harry berdiri dan mengikuti keinginannya.
dengan cepat Lily masuk kesalah satu resto dan sudah duduk disana bersama Harry.
" kau yakin ingin makan diresto ini ? eem cukup bagus juga seleranya " tanyanya lagi.
" apa itu masalah untuk mu " jawabnya dengan nada rendah, agar Harry tak merasa tersinggung dengan ucapannya.
" tidak, apapun yang kau pilih pastinya baik untuk ku juga kan, silahkan pilihkan makanan yang menurut mu enak untuk ku makan " pintanya dengan manja.
Lily memilih resto yang banyak sekali menunya seperti rumah makan pada umumnya, sehingga membuat Harry bingung untuk memilih dan memintanya untuk memilihkannya.
akhirnya Lily memesan begitu banyak menu sayur-sayuran dan beberapa lauk-pauk.tapi tentu saja menu sayur paling dominan diatas meja mereka.
" hunny.. kenapa kau memesan sayur begitu banyak ? " tanyanya yang terheran-heran melihat pelayan datang dan membawa sayur lagi dan lagi dengan berbagai macam jenisnya.
" oh, aku suka sekali makan sayur, apa kau tak menyukainya ?" jawabnya dengan senyum manisnya.
" suka tapi sedikit .. " ucapnya
" apa dia yakin ingin menghabiskan semua sayur ini, sedangkan tubuhnya sekecil itu, cewek tuh sulit dimengerti " gumam Harry yang terus memperhatikan Lily yang sedang asyik menyantap sayurannya dengan lahap tanpa malu.
" kenapa kau hanya makan sayur segitu, tambah yang ini, yang ini, dan yang ini juga dong, harus dimakan pokoknya !!" pintanya.
" hunny, ini kebanyakan sayurnya, apa kau pikir aku kambing !!" jawabnya
" jadi jika ada yang makan banyak sayur itu kambing, dan termasuk aku, baiklah tak usah dimakan buang saja " ucapnya
__ADS_1
" tidak bukan begitu.. baiklah aku makan " jawabnya agar Lily tak marah kepadanya.
" baru juga pacaran udah bikin emosi gw aja, tadi bilangnya terserah gw mau pesen apa, sekarang kebanyakan protes, maunya apa sih nih laki , bete kan gw jadinya " gumamnya dengan menghentakkan sendok dan garpunya sedikit kencang diatas piring, membuat Harry tak nyaman.
" hunny apa kau marah ? " ucapnya
namun Lily tak menjawab , ia lebih memilih menghabiskan makanannya dengan cepat agar cepat kembali pulang tentunya.
" hunny, aku minta maaf, aku salah, tolong maafkan aku " ucapnya lagi,
kini tangan Harry memegang tangannya, sehingga membuatnya berhenti untuk makan, Lily pun menghela nafas agar melupakannya dan memaafkannya.
" habiskan dulu makannya, baru ku maafkan " jawabnya dengan melepaskan genggaman tangannya.
" baiklah " jawabnya dengan sangat terpaksa ia menghabiskan berbagai jenis sayur yang Lily pesankan, ia tak ingin membuatnya marah lagi, takut akan dihukum makan sayur lagi .pikirnya
ia menyuruh pelayan toko memilihkan baju yang cocok untuk kekasihnya, pelayan pun mengeluarkan beberapa baju, dan mengantarkan Lily untuk mencoba beberapa baju yang mereka bawakan.
sedangkan Harry menunggu didepan tirai yang sudah tertutup, Lily yang masih mengenakan seragam sekolah kini sudah mengenakan berbagai baju, namun saat Lily menunjukkan kepada Harry, sepertinya ia tak menyukai pakaian yang ia kenakan.
" apa ini bagus, aku suka sekali warna pink " ucap Lily dan mengibarkan bajuny dihadapan Harry.
" ganti, apa itu, seperti anak kecil " jawabnya, Lily pun memasuki ruang ganti dan keluar dengan baju yang sedikit dewasa menurutnya.
" bagaimana dengan yang ini, apa cocok " ucapnya
Harry masih menggeleng, dan meminta kepada pelayan untuk menggantinya yang lebih elegan lagi, pelayan pun mengerti dan merombak Lily dengan cepat, tak butuh lama Lily kini sudah memakai baju yang baru lagi, namun ia sangat malu untuk menunjukkannya didepan Harry.
__ADS_1
saat suara tirai dibuka, Harry pun menatap Lily dengan rasa tak percaya jika itu adalah kekasihnya.
Lily sangat cantik, menggunakan dress mini yang terbuka bagian depan dan belakang, seperti huruf "V" .
" sempurna " ucap Harry dengan senyum merekah.
" what..? dia menyukai baju seperti ini, tapi ini sangat memalukan " gumamnya yang terus saja menutupi bagian dadanya yang terbuka.
" ayo kita lanjutkan pergi jalan-jalan nya, tak usah malu seperti itu, itukan hanya terbuka sedikit, aku pun tak akan melihatnya, percayalah " jelasnya yang menurunkan tangan Lily.
" tidak,tidak, pelayan apa disini ada syal ? tolong satu untuk ku " pintanya kepada sang pelayan toko, Harry pun hanya tersenyum dan mengiyakan pelayan tersebut.
pelayang pun memberika Lily syal yang menurutnya cocok dengan warna dres yang iya kenakan, dengan cepat Lily melilitkan syal tersebut dilehernya, dan akhirnya ' taraaa.. cantik dan rapi, tentunya menutupi bagian dadanya' .
Harry hanya tersenyum dengan sedikit menggelengkan kepalanya, ia tak menyangka ternyata perempuan yang ia cintai, tak ingin tubuhnya terlihat olehnya walaupun hanya sedikit.
" sudah selesai ayo " ajak Lily dan menggandeng lengan Harry dengan tersenyum, Harry pun membalasnya dengan senyum manisnya.
mereka membeli begitu banyak barang, Harry pun kini sudah ada didepan rumah Lily, Lily tak mengizinkannya untuk mampir karena waktunya yang sudah malam, mungkin orang tuanya sudah tertidur, dan tak ingin mengganggunya.
" kau masuk lah " ucap Harry yang didalam mobil.
" tidak, kau pergi saja dulu, setelah itu aku masuk kedalam rumah " jawabnya yang telah berdiri disamping mobil Harry.
" hunny, aku mohon " ucapnya lagi
" baiklah, selamat malam dan hati-hati dijalan " jawabnya dan berjalan masuk kedalam rumah, begitu pun dengan Harry yang telah pergi meninggalkan rumah Lily.
__ADS_1
jangan lupa share, like, dan komen ya gaes... maaf jika tak menarik ceritanya...