Kesadaran Yang Terlambat

Kesadaran Yang Terlambat
22. Kehilangan


__ADS_3

_ di bandara


Lily beserta keluarganya kini telah tiba di bandara, untuk mengantarkan anak satu-satunya yang harus belajar ke luar kota, dengan rasa haru dan bahagia, mereka harus rela berpisah dengan putrinya.


" Mah, pah !! Makasih iya udah mendukung keinginan Lily, Lily janji Akan jadi anak yang mandiri disana, mamah sama papah harus jaga kesehatan iya, jangan lupa makan, dan jangan lupa buat hubungin aku nanti "


" Iya sayang !! Mamah sama papah akan selalu sehat, agar bisa nengokin kamu kesana, kamu juga jaga kondisi badan kamu dan jangan makan sembarang, tidur yang relatur, dan jangan lupa kasih kabar sama kami berdua "


" Sampai jumpa mah, pah !! " Ucap Lily lalu berjalan dengan sedikit meneteskan air mata,sesekali ia masih melihat kearah mereka , Lily berharap akan kedatang seseorang namun, sepertinya ia tak akan datang, lalu ia mulai masuk kedalam pesawat dan mekesampingkan dulu masalah pribadinya dengan Harry.


Mamah yang melihat putrinya sudah pergi, masih saja menangisi kepergiannya, papah menuntunnya berjalan ke mobil mereka, tak sengaja bertabrakan dengan seorang pemuda yang sepertinya mereka kenali.


" Maaf, maaf !! Saya tak sengaja sungguh tak sengaja, anda tak apa-apa ?"


Harry melihat kewajah mereka, betapa terkejutnya yang ia tabrak adalah orang tuanya Lily, ia merasa bingung dengan kehadiran mereka disana apalagi dengan wajah mamahnya yang nampak sedih.


" Tante, om !! Kebetulan, di mana Lily sekarang Tante, om ?" Lanjutnya


" Ah nak Harry, tak apa Tante baik-baik saja ko, Lily sudah pergi, baru saja pesawatnya terbang, kamu ko telat, memangnya Lily tak memberitahukan mu jika ia akan terbang hari ini " jelas mamah yang membenahi wajahnya yang sehabis menangis.


" Jangan mempermainkan anak saya jika kamu tak bisa membuatnya bahagia, kamu mengerti !!" Ucap papah yang sudah tak tahan menahan emosinya.


" Pah, sudah lah pah, ini kan urusan mereka berdua, mereka sudah saling dewasa, kita tak usah mencampurinya "


" Bukan urusan kita bagaimana, memangnya papah bodoh, tak bisa melihat raut wajah anak papah sendiri, bahkan ia menangis begitu lamanya dan lebih parahnya lagi, ia tak bercerita satu katapun dengan kita, ini semua gara-gara dia, jika bukan karenanya anak kita tak akan memutuskan untuk kuliah disana, bagaimana bisa anak kita hidup mandiri diwilayah yang tak ia kenali, awalnya papah sedih kenapa putri kita harus pergi namun, sekarang papah yakin dengan keputusan putri kita, dengan begini ia tak bisa bertemu dengannya lagi, kalau bisa untuk selamanya tak perlu bertemu, ayo mah kita pulang "


" Tapi om..." Putus Harry


Belum sempat Harry menjawab, namun mereka sepertinya tak ingin mendengarkan penjelasan darinya, kini perasaan Harry benar-benar hancur, ia bahkan belum sempat bertanya Lily pergi ke kota mana?.


Ia pun berjalan keluar bandara dan hanya bisa menatap langit yang cukup cerah, tak terasa air mata mulai menetes, hatinya benar-benar hancur, jika ia bisa lebih awal, untuk melihatnya yang terakhir walaupun hanya sebentar saja.


_dipesawat

__ADS_1


" Wah, indah sekali, sudah lama tak berpergian naik pesawat, rasanya masih sama "


Sekilas pikirannya kembali memikirkan Harry, dan air matanya kembali menetes, perasaannya benar-benar campur aduk, bahkan sulit untuk dijelaskan, mau bagaimanapun ini jalan yang terbaik untuknya, ia harus bisa melupakan Harry sesegera mungkin.


" Semangat Lily, lu pasti bisa bangkit lagi, laki-laki bukan dia saja ingat itu "


_ di apartemen Harry


Dengan wajah gusar, ia benar-benar kesal dan marah dengan dirinya sendiri yang tak bisa menahan satu wanita yang ia cintai, dengan frustasi ia ambil minuman keras dan menenggak nya begitu saja, sesekali ia berteriak dan meminum lagi, lagi ,dan lagi, bahkan sampai habis koleksi minumannya yang ia sediakan jika ada tamu khusus.


Tumpukan botol, berserakan di mana-mana, wajah yang sulit dijelaskan, aroma yang sangat khas dari minuman tersebut menyebar seisi ruangan, hatinya dan pikirannya benar-benar hancur.


Tak lama, bell pun berbunyi, Harry bangkit dari duduknya, dan berjalan dengan sempoyongan membukakan pintu apartemen nya, ia melihat mamah dan Tasya datang berkunjung.


Mamah dan Tasya saling lempar pandangan melihat kondisi Harry yang begitu kacau dan bau aneh, mereka berjalan masuk dan melihat seisi ruangan porak-poranda seperti kapal pecah, bahkan lampu yang sengaja dimatikan, dan kaca" ditutup rapat, layaknya sebuah club' malam.


" Harry, apa-apa an ini ? Kenapa kamu seperti ini !! " Ucap mamah


Namun, Harry tak perduli dengan ucapannya dan asyik meminum minumannya lagi dengan santainya, sesekali ia menawari Tasya minum, namun Tasya menolaknya.


" Cih, pastinya mamah lebih mengetahuinya dari pada aku, kenapa bisa seperti ini ?"


" Apa maksudnya ! "


" Aduh Tante, dia seperti itu gara-gara Lily memutuskan hubungan dengannya, benarkan "


" Pinter !!"


Seperti dapat serangan jantung, mamah pun duduk dengan lemas, ternyata putranya menderita seperti ini saat kehilangan orang yang ia cintai, mamah merasa hatinya telah salah melakukan hal bodoh untuk menghancurkan hubungan mereka, bukan hanya hubungan namun putranya pun ikut hancur.


" Apa benar, kamu seperti ini hanya karena perempuan itu, jika kamu mencintainya kenapa kamu tak bertemu dengannya, malahan menghancurkan diri kamu sendiri "


" Tante ngomong apa sih !! Ko Tante jadi nyuruh Harry buat menemui perempuan itu lagi "

__ADS_1


" Diam kamu, ini semua gara-gara kamu, jika kamu tak menghasut Tante untuk melakukan rencana tersebut anak Tante tak akan jadi seperti ini, lebih baik kamu keluar "


Tasya pun mendengus kesal dan keluar pergi dari apartemen tersebut, ia tak percaya akan dipermalukan seperti itu didepan Harry.


" Ayo, kita temui perempuan itu, sekalian mamah akan meminta maaf untuk semua yang sudah mamah lakukan "


" Cih, sudahlah mah, tak usah berpura-pura baik lagi dengan Harry , mamah dan Tasya kan sama, sama-sama mempermainkan perasaan Harry, lagian juga percuma !! Mau nyari kemana ? Dia sudah pergi, sesuai dengan rencana mamah bukan " ucap Harry dengan bertepuk tangan kepada mamahnya yang telah berhasil memisahkan mereka berdua.


" Apa ? Pergi kemana ? "


" Mamah sungguh-sungguh minta maaf atas perbuatan mamah sama hubungan kamu, mamah menyesal, apa lagi kamu seperti ini, Harry mamah cuman punya kamu, mamah tak ingin melihat kamu seperti ini, ini tak baik "


" Lalu ,apa yang dilakukan mamah itu baik !! Apa mamah pernah ingin tahu, mana Yang baik dan mana yang buruk buat aku, tidak bukan!?, lebih baik mamah rayakan saja kemenangan mamah bersama wanita pilihan mamah itu "


" Enggak nak, mamah minta maaf !! Mamah salah sama kamu, harusnya mamah percaya sama kamu, mendukung apa yang kamu inginkan, mamah minta maaf "


" Lebih baik mamah pulang, percuma Harry memaafkan mama juga, dia tak akan datang kembali "


Tangisnya pun kembali pecah, dengan cepat ia menenggak botol yang ia genggam dari tadi, berkali-kali ia minum sampai botol tersebut kosong.


Mamah hanya bisa melihatnya dengan iba, bahkan melihat anaknya menangisi seorang wanita, sungguh hal yang mengejutkan baginya, dari sekian wanita yang ia temui, mungkin baru kali ini putranya menangis dengan kondisi sekacau itu, tentunya mamah pun menyadari kesalahannya, ia berencana pergi dan mendatangi kediaman Lily tanpa sepengetahuan Harry.


_ di kos kosan


Setelah perjalanan yang cukup lama, kini Lily sudah berada ditempat tinggalnya yang baru, walaupun hanya kos-kosan dengan 2 kamar, cukup lah untuk dirinya seorang disana, satu per satu ia keluarkan dari koper dan menyusunnya secantik mungkin.


" Akh foto ini lebih baik taruh disini saja,biar tambah semangat belajarnya " ucapnya yang meletakkan foto kedua orang tuanya diatas meja belajarnya.


Sepertinya Lily tak perlu membeli barang, karena disana ternyata sudah terisi dengan cukup lengkap, mungkin ia hanya perlu membeli barang pribadinya saja .


Setelah semuanya selesai, Lily pun berbaring dikasur, perjalan tadi membuat sekujur tubuhnya lemas dan terasa tak enak, ia memutuskan untuk tertidur dan menunda pergi berbelanjanya.


Jangan lupa like, dan komen ya...

__ADS_1


Selalu support terus iya gaes biar semangat membuat karya-karya yang lebih menarik lagi nantinya.... Harap jadi pembaca yang bijak iya... Agar mudah dipahami dan dimengerti... Asyiiiaaap !!!


__ADS_2