Kesadaran Yang Terlambat

Kesadaran Yang Terlambat
31. Lamaran


__ADS_3

" Lily cepat bangun, didepan sudah ada calon besan, cepat Lily siap-siap, ayo bangun dan cepetan mandi !" teriak mamah yang mendorong tubuh Lily untuk bangkit dari tidurnya.


" astaga mah, besan apaan sih !! ini masih pagi loh mah ? aku tuh masih ngantuk "


" ini anak kalau dikasih tau gak percaya, coba kamu lihat dari jendela kamar kamu?"


Lily pun mengintip dari jendela, dan ternyata ucapan mamahnya benar.


" nah, benar kan ! sudah sana cepetan kamu mandi, dandan yang cantik dan rapi , gak ada tapi tapi an lagi, cepetan masuk " dorong Lily masuk kamar mandi.


mamah pun harus bersiap-siap menyambut tamu diluar, karena papah laki-laki jadi persiapannya simple dan sekarang papah sudah menyambut para tamu terlebih dahulu.


" silahkan masuk ! silahkan duduk dengan nyaman, maaf iya jika berantakan, soalnya nak Harry tak menghubungi dulu jika akan datang hari ini juga "


" akh tak masalah justru saya yang harusnya minta maaf karena ulah anak saya yang ingin buru-buru, saya saja baru tau tadi pagi, saya hanya mengajak yang ada dirumah saja, sisanya sedang sibuk pekerjaan, biasalah iya !" ucap sang mamah.


" iya tak masalah juga, saya dan istri juga kebetulan sedang ambil cuti karena anak kami baru pulang dari kuliahnya diluar kota, tau-tau sudah begini aja, jadi bingung saya belum ada persiapan apa-apa, istri dan anak saya saja sedang bersiap-siap, mohon kesabarannya ya ibu/ bapak sekalian "


para tamu hanya mengiyakan, dan bersantai menunggu kehadiran calon dari Harry, papah pun sengaja mendekati dirinya disamping Harry.


" kamu ini gimana sih, bukannya telepon dulu ke saya ? ini benar-benar dadakan sekali , bahkan makanan atau kue saja tidak ada, akh kamu ini benar-benar bikin saya kewalahan " bisik papah yang protes dengan kelakuan menantunya yang terlalu buru-buru.


" Harry tak ingin kehilangan dia lebih jauh lagi om, Harry ingin cepat-cepat disampingnya, om mengertikan maksud Harry "


" saya paham maksud kamu, tapi setidaknya kasih saya informasi, apa gunanya handphone jika harus seperti ini , mau saya kasih mereka apa jika seperti ini, bikin malu saja "


" saya minta maaf, om tenang saja, tak perlu menyediakan apa-apa, Harry sudah menyiapkan semuanya, pelayan hidangkan semuanya !!" ucap Harry.


tak lama para pelayan dengan seragam khas koki berjalan rapi membawakan makanan beserta kue-kue yang siap dihidangkan, satu persatu hidangan tersedia, membuat mata papah hampir copot melihat hal yang tak bisa dipercaya, sungguh seperti sebuah sulap.


" amazing !! " hanya itu yang bisa papah ucapkan sambil terus menatap satu persatu hidangan yang terus berdatangan.

__ADS_1


" selesai, terimakasih !! kalian bisa kembali, bagaimana om ? segini sudah cukup ,atau mau ditambah lagi ?" ucao Harry dengan senyum bahagia.


" wah, wah , wah, amazing !! seperti sulap, ternyata kamu benar-benar sudah memikirkannya dengan sangat keras, sampai ke hal seperti ini pun kamu sediakan !! terimakasih "


" tak perlu ucapkan terimakasih, ini memang tugas saya, saya tak ingin merepotkan om dan keluarga "


tak lama Lily pun keluar ditemani sang mamah, dengan stelan kebaya yang sangat membentuk tubuhnya yang indah, membuat Harry tak bisa menahan dirinya , rasanya ingin cepat-cepat dibawa masuk dalam pelukannya.


para tamu sangat sibuk dengan mengabadikan momen-momen penting tersebut, dan mereka berdua kini telah resmi bertunangan namun, Harry tak ingin menunda terlalu lama acara pernikahannya.


kedua keluarga saling berbagi cerita canda dan tawa terasa sangat hikmah acara tersebut, Harry tak bisa memalingkan matanya dari wajah Lily yang begitu cantik, sungguh usaha satu malam yang tak sia-sia.


para tamu pun memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua, namun Harry tak menghiraukannya, ia masih saja menempel disamping Lily, membuatnya sangat malu dihadapan keluarga.


" kamu ini bisa gak fokus kepara tamu, mereka kan keluarga kamu semua ?" ucap Lily yang berbisik pelan namun enggan untuk melirik kewajah Harry.


" aku tak bisa berhenti melihat wajah kamu yang cantik honey ! kenapa kamu harus tampil secantik ini, aku gak rela ! apa lagi mereka memfoto wajah mu, bahkan pakaian yang kau kenakan saja sangat menggoda, apa kau sengaja untuk menggoda ku ?"


" kau sekarang sudah berani merayuku ternyata, baik lah aku akan percepat pernikahannya, agar aku bisa memiliki mu selamanya "


" selalu saja terburu-buru !! apa bisa secepat itu !"


" kau meremehkan kemampuan calon suami mu ini honey , baik lah kamu lihat saja nanti, aku akan membuat mu tak percaya seperti papah mu ! hahahahaa "


" kau ini, suka sekali mengerjai papah ku, bagaimana jika dia terkena serangan jantung akibat kejutan darimu, kau sangat nakal !!"


" hal seperti itu tak akan terjadi, aku kan sudah memikirkannya secara matang "


" o, iya ... !!"


mereka berdua terus saja mengobrol dan bercanda, sampai tak terasa sudah diujung acara.

__ADS_1


" om, Tante !! saya dan keluarga pamit dulu, nanti saya kasih kabar soal tanggalnya ?"


" saya dan keluarga pamit pulang !! nanti setelah jadi besan sering-sering lah mampir kerumah saya, saya pasti sangat kesepian nantinya " ucap mamah


mamah yang sudah pergi terlebih dahulu dengan para rombongan, kini tinggal hanya ada mobil milik Harry, Lily pun menghampirinya karena ia paham jika Harry masih ingin bertemu dengannya.


" kenapa masih belum pulang ?" ucap Lily


karena orang tua Lily sudah masuk kedalam, Harry pun tak segan untuk memeluk tubuhnya dan mencium bibirnya, yang dari awal sudah menahan diri untuk tidak melakukan hal lebih.


Lily pun membalasnya, Harry menuntunnya masuk kedalam mobil dengan bibir yang masih menyatu, karena udara semakin dingin, membuat Harry tak bisa menahan hasratnya lagi.


karena tak ada larangan dari Lily, Harry pun mulai melakukan aksinya didalam mobil yang terparkir dipojok halaman rumahnya, Lily pun hanya bisa menikmati setiap perlakuan Harry kepadanya.


" tubuh mu membuat ku gila honey ! aku tak bisa menahannya, kau terlalu menggoda sangat menggoda " bisiknya dengan nafas terengah-engah membuat telinga Lily bergidik geli dibuatnya.


Harry pun mencium bibirnya kembali, dan menjelajahi setiap inci nya, tak lupa ia memberikan tanda jejak dirinya ditubuh Lily.


kenikmatan yang hanya mereka rasakan, tak ingin dilewati begitu saja, satu jam lebih akhirnya mereka selesai dengan kegiatan yang dilakukan di dalam mobil tersebut, dengan rambut yang sedikit berantakan, Harry membantu merapikannya agar terlihat seperti biasa .


" apa setidaknya kau tidur di apartemen saja honey ?"


" tidak, aku harus tidur dirumah dulu sekarang ! besok sudah harus kembali kesana lagi, apa kau lupa ?"


" astaga aku lupa !! baiklah, besok biar aku yang mengantar mu, sekarang kau tidurlah, selamat malam honey,mimpi indah iya " Harry menciumnya kembali seakan tak ingin berpisah walaupun hanya sebentar saja.


" sudah, kamu ini ! aku masuk duluan, hati-hati dijalan nya !"


jangan lupa like dan komen iya gaes 🤭


sibuk memikirkan bagaimana caranya agar bisa lulus kontrak ini novel,,

__ADS_1


__ADS_2