Kesadaran Yang Terlambat

Kesadaran Yang Terlambat
15. keputusan dua


__ADS_3

mamah dan papah Lily sedang menikmati makan malam berdua tanpa kehadiran sang putri , namun mamah telah menyisakan makanan untuk Lily, ia tahu jika anaknya sedang sedih setelahnya akan kelaparan, dan mencari makanan dengan cara bersembunyi dari mereka .


" apa Lily akan makan sebanyak itu ? " tanya papah yang sedikit heran dengan porsi yang diambilkan oleh mamahnya dan menaruhnya di kulkas.


" apa kamu tidak mengenali putri mu sendiri ?" jawabnya yang mencuci piring kotor.


papah hanya berdeham dan pergi ke kamarnya, sedangkan mamah masih sibuk merapihkan dapurnya.


jam 23.00


Lily yang sudah sangat kelaparan , dengan cepat keluar dari kamarnya dengan langkah kaki yang hampir tanpa suara , ia berjalan kedalam dapur dengan sedikit mengendap-endap menengok ke pintu kamar orang tuanya, terus saja berjalan dan akhirnya ia telah sampai di depan kulkas lalu membukanya dengan perlahan.


" wah, mamah memang yang terbaik, aku panaskan dulu makanannya " ucapnya dan menyalakan kompor lalu memanaskan makanan yang telah disisakan tadi.


sambil mengaduk masakannya, Lily tak hentinya mengunyah beberapa camilan dimulutnya, bahkan Lily tak sadar jika orang tuanya sedang mengintip kelakuan putrinya didapur.


" lihat deh pah, putrimu sudah mandiri ? " bisik mamah


" iya, ternyata kamu benar ia sangat kelaparan, sudah yuk mah balik ke kamar lagi, biarkan dia makan dengan kenyang " jawab papah lalu menarik tubuh istrinya untuk kembali kedalam kamar dan melanjutka tidur.


Lily yang telah selesai dengan makanannya, ia pun kembali kedalam kamar dan melihat handphone nya , begitu banyak panggilan yang tak terjawab dan beberapa pesan, dengan rasa sedih ia pun terus menatap kelayar handphone nya.


"aku harus pergi dan menjauh dari Harry, aku tak ingin merusak hubungan orang lain, sungguh sebuah kesalahan besar bisa-bisa nya aku mencintai lelaki yang telah memiliki calon istri, tapi aku harus pergi kemana " gumamnya yang menatap langit kamarnya dan tertidur dalam lamunannya begitu saja.


esok


Lily yang sudah rapi dengan pakaian santai, berjalan menghampiri kedua orangtuanya, karena ini hari Minggu jadi mereka ada dirumah, Lily pun duduk diantara mereka dan menunjukan beberapa brosur perguruan tinggi.


" apa ini sayang ! universitas ?" ucap papah yang mengambil salah satu brosur tersebut.

__ADS_1


" kamu akan kuliah ! universitas mana yang kamu mau ?" tanya mamah dengan membariskan brosur diatas meja dengan rapih.


" aku gak tau mah, bingung !! makannya aku bawa kesini untuk dipertimbangkan mana yang cocok untuk ku " jelasnya.


papah menghela napas dan menaruh brosur keatas meja.


" apapun pilihan kamu, papah dan mamah akan mendukung mu sayang ! jadi pilih lah yang mana kamu inginkan ?" jelas papah


" apa Lily boleh kuliah diluar kota ?" ucapnya dengan rasa takut akan tidak diperbolehkan


seketika wajah Lily berubah menjadi cemas saat mengatakan hal tersebut, mamah dan papah pun saling pandang dan mengerti dengan perasaan putrinya.


" kamu ingin kuliah dikota mana ?" ucap papah.


dengan cepat wajah Lily berubah ceria , dan menatap kearah mereka berdua dengan tersenyum.


" papah mengizinkan ? benarkah itu pah ! aaakh makasih, makasih,makasih " teriak Lily dan memeluk mereka berdua dengan loncatan kecil.


" kota mana yang kamu pilih ? nanti papah yang akan mengurus semuanya ?" ucap papah.


Lily pun mengeluarkan brosur yang telah ia sembunyikan dibalik bajunya, memberikannya kepada mereka.


" apa kamu tidak salah ? ini terlalu jauh sayang ! bagaimana jika mamah dan papah ingin bertemu dengan mu, apa kamu yakin dengan pilihan mu " ucap mamah yang sedikit sedih dan khawatir setelah membaca brosur tersebut.


" Lily yakin mah, pah, ! percaya dengan Lily, Lily bisa ko hidup mandiri disana, bolehkan pah, mah, please Lily mohon " jawabnya dengan penuh keyakinan.


" baiklah, papah urus dulu adminnya, dan menyiapkan tempat tinggal yang aman, kamu kemasi barang-barang yang diharus dibawa " ucap papah yang membawa brosur tersebut dan masuk kedalam ruang kerjanya.


" kira-kira kapan berangkatnya ? " tanya mamah

__ADS_1


" Minggu depan mah ? mah, mamah jangan sedih gitu dong, Lily pasti menghubungi mamah dan papah ketika disana, mamah percayakan sama Lily, Lily akan belajar mandiri disana agar bisa seperti mamah " jelasnya.


mamah pun memeluk putrinya dan tangisan pun pecah begitu saja, akhirnya mereka berdua larut dalam kesedihan.


" kamu harus baik-baik saja nanti disana, sering-sering menghubungi mamah,dan papah, jaga kesehatan, makan yang benar, tidur yang teratur ya sayang " jelasnya yang membelai rambut putrinya .


tak lama terdengar suara bell dan ketukan pintu, Lily dan mamah pun berhenti menangis dan melihat kearah pintu .


" sudah kamu rapihkan dulu wajah mu sana , mamah bukakan pintu ? " pinta mamah, Lily kembali masuk kedalam kamar dan meletakkan brosur tersebut diatas kasur.


" apa ini keputusan yang tepat ? apa aku harus menjauh dari keluarga ku juga, apa bisa hidup tanpa orang tua disana ? " gumamnya.


Lily terus saja melamun didalam kamar, ia berpikir kasana kemari, namun ini tetap keputusan yang terbaik untuknya, jika orang tuanya tau ia merusak hubungan orang lain, makan masalahnya akan semakin besar bahkan bisa membuat kedua orangtuanya malu.


tak lama mamah pun memanggilnya dari balik pintu kamarnya.


" kenapa mah ?" tanyanya


" itu ada yang nyariin kamu ?" ucapnya


" siapa mah ? Ella !" jawabnya


" bukan ? dia laki-laki !" ucapnya lagi dengan senyum menggoda


" apaan sih mah ! ya udah tunggu sebentar Lily cuci muka dulu " ucapnya dan menutup pintu kamar.


" jangan bilang kalau itu Harry !! tapi mau apa lagi sih dia, bukankah semuanya sudah jelas, untuk apa lagi dia harus datang kesini, ada mamah sama papah lagi, aduh bisa tau nanti mereka " gumamnya didepan cermin toilet.


Lily pun keluar dan berjalan kearah ruang tamu, terlihat punggung yang begitu tegap yang membelakangi pandangannya, Lily pun berjalan dengan menahan air matanya untuk tidak menangis lagi, saat berbicara dengannya, ia harus bisa tegar, dan merelakan kekasihnya untuk menikah dengan wanita tersebut.

__ADS_1


jangan lupa like dan komen iya...


kasih semangat teros agar bisa melanjutkan ceritanya...


__ADS_2