Kesadaran Yang Terlambat

Kesadaran Yang Terlambat
six


__ADS_3

Harry tertawa didalam mobil, ia sengaja memarkirkannya diujung jalan, melihat Lily berlari seperti dikejar anjing membuatnya tertawa dan bahagia.


host,, host !!


Lily yang sudah memasuki mobil Harry dengan nafas terengah-engah dan gumpalan keringat mengalir sedik demi sedikit.


" puffh !! kenapa lari kaya gitu sih bikin ketawa aja diliatnya.. capek kan !! sini dilap dulu keringatnya pake tissu " harrypun mengelap keringat Lily yang sudah membasahi wajahnya dan sedikit membantu merapihkan rambut yang sedikit berantakan.


" ****, guanteng banget, nih orang tanpa ragu main sikat aja, kaga takut gw tabok apa iya ,, tapi kaga rugi juga gw jadi bisa liat mukanya dari dekat " gumamnya menatap Harry dan tersenyum malu.


" udah puas belom ngeliatnya ? " ucap Harry dan kembali duduk


" apaan sih jangan kepedean deh !! udah cepetan jalan.. o'a katanya mau ngomong sesuatu ? apaan tuh ? " jelasnya


" ada deh mau tau aja " jawabnya


jawaban Harry membuat Lily penasaran, sepanjang perjalanan Lily terus-terusan meminta nya untuk memberitahukan sambil memuli tangan Harry yang sedang menyetir.


" aduuuh, udah dong kan sakit ! " keluhnya yang pura-pura kesakitan


" iikh kasih tau dulu maksudnya apa ? aku tuh udah penasaran dari sekolah, terus udah lari-lari ketemu sama kamu, tapi sekarang gak ada penjelasan, ikh nyebelin bikin bete aja " keluhnya yang menghentikan pukulan, dan marah membuah muka.


harrypun merasa bersalah, ia pun memberhentikan mobilnya disimpang jalan yang tak terlalu padat kendaraan, dan ingin meminta maaf kepadanya.


" Lily liat aku " ucapnya


namun Lily hanya berdeham tak ingin menengok kearahnya.


Harry pun sudah tak tahan jika melihat Lily seperti itu, tanpa ragu ia memutarkan wajahnya dan langsung menciumnya dengan sangat lembut.


Lily pun kaget dibuatnya, sehingga tak bisa berkutik sedikitpun, karena ini ciuman pertama baginya.

__ADS_1


Harry pun melepaskan ciumannya itu namun wajah mereka masih berdekatan, mungkin ini saatnya untuk Harry mengatakannya.


" Lily tatap aku " ajaknya


Lily pun menatapnya dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus.


" aku mencintai mu, maukah kau menjadi kekasihku dan bahagia bersama dengan ku " ucapnya sangat jelas didengar olehnya.


wajah Lily pun semakin memerah sehingga Lily menutupi wajahnya yang tak tau harus bagaimana .


Harry pun paham, mungkin ia terkejut dengan kelakuannya, Harry pun kembali duduk dan menjalankan mobilnya.


" Lily mau sampai kapan ditutupi terus kaya gitu wajahnya " ucapnya


" ntah lah, aku kan malu " jawabnya


" iya maaf, aku gak akan ngelakuin itu lagi kalau kamu gak suka " jelasnya.


" bukan begitu, aku kan malu, kamu tiba-tiba menciumku, ini juga baru pertama buat aku jadi bingung harus bagaimana " jelasnya yang menunduk.


" ish kamu ini, terus bagaimana dengan jawabannya ? kamu mau kan jadi kekasih aku ? " tanyanya sambil membelai rambut Lily.


" iya aku mau, lagian kamu kan udah ambil ciuman pertama aku , jadi kamu harus tanggung jawab " ucapnya dengan tegas.


" jadi kamu terima aku cuman karena ciuman itu " tanyanya.


" ya bukan !! "


" terus apa " ledeknya


" ya, pokonya begitu, aakh kamu tuh nyebelin banget, pokoknya harus tanggung jawab, harus titik " keluhnya yang sudah sangat malu dibuatnya.

__ADS_1


" pufhh !! iya iya aku tanggung jawab ko hunny " ucapnya ,buat Lily terhentak dan batuk saat mendengar nya.


dengan sigap Harry memberikan botol minum kepadanya dan menepuk nepuk bahunya dengan pelan-pelan.


sesampainya didepan rumah Lily, Lily enggan mengajaknya untuk mampir, karena Lily tak sanggup lagi menghadapi kejutan bertubi-tubi saat bersama Harry .


" kau tak menyuruhku mampir gitu " tanyanya


" tak perlu lah, sekarang saja aku udah malu banget, nanti pasti kamu bikin aku malu lagi, kapan-kapan saja jika orang tua ku pulang ?" jelasnya.


" sekedar minumlah boleh iya hunny ? " rayunya


" tidak boleh !! ini kan botol isinya apa air apa angin ? " ucapnya yang menunjukan botol minum yang tadi.


Harry pun tak bisa mengelak lagi, ia pun pasrah tak bisa main kerumah Lily walaupun sebentar saja.


" sudah ya, aku turun, hati-hati dijalan.. senyum dong dikit " ledeknya dan berlari masuk kedalam rumah.


malam


Lily yang sibuk belajar mengerjakan tugas sekolah, selalu terbayang ciuman tadi, namun ia pun sadar kembali, malam itu sangat membuatnya tak bisa konsentrasi, bahkan saat makan maupun mandi masih saja teringat kejadian tersebut, sungguh seperti mimpi baginya.


" aaakh, bisa gila gw gini caranya, apa cuman gw doang ya yang memikirkannya, atau jangan-jangan dia sudah pernah atau bahkan sudah sering melakukannya dengan wanita lain, aduuuh mikir apa sih gw !! tapi kan sekarang gw udah pacaran sama dia, kenapa bisa semudah itu gw jawabnya, aakh **** banget, masa iya sih dia gak punya kekasih, secara gitu dia kan lumayan tajir , aduh giman kalau nanti gw jadi yang ke 2, ke 3 , atau ke 5 .. huuuaaah mati gw dianiayaya " gumamnya yang sedang meratapi nasib kedepannya.


Lily pun menyelesaikan tugasnya dan pergi untuk cepat tidur, namun sepertinya ia tak bisa untuk tertidur , walaupun sudah berguling kesana kemari namun masih tak tertidur juga, sungguh waktu tertidur yang sangat menyusahkan dalam hidupnya.


jangan lupa share, like, dan komen iya gaes... mohon dukungannya agar semangat ..


yang gak suka gak usah baca...


yang suka like iya ...

__ADS_1


__ADS_2