Kesadaran Yang Terlambat

Kesadaran Yang Terlambat
16. melepaskan


__ADS_3

Lily terduduk dikursi yang bersebrangan dengan Harry, hendak mulai bersuara namun didahului oleh mamah Lily yang membawa beberapa camilan dan minuman untuk Harry, karena ini pertama kalinya Lily kedatangan tamu seorang pria.


" silahkan diminum ! maaf iya tak punya banyak camilan untuk disuguhkan " sahutnya dan duduk disamping Lily dengan santai.


" tidak apa Tante, ini saja sudah merepotkan sekali buat saya " jawabnya yang merasa tak enak hati sudah diperlakukan dengan baik oleh orang tua Lily.


" mah, ngapain sih masih disini ? udah sana pergi, lebih baik mamah temanin papah diruangannya jangan mengganggu Lily " bisiknya dan membuat mamah tersenyum kecil.


" Baiklah, mamah mengerti ! nak, Tante tinggal dulu iya ke dalam " ucap mamah yang sudah pergi masuk keruangan kerja papah.


sebenarnya Harry ingin tertawa melihat tingkah Lily terhadap mamahnya, namun ia urungkan kedalam hatinya, Harry menatap Lily kearah mata yang sedikit merah dan bengkak.


" apa dia masih menangis ! astaga, apa yang sudah aku lakukan terhadapnya, apa sesakit itu yang dirasakannya, dasar bodoh " gumamnya yang menatap dan merasa khawatir dengan keadaan Lily yang seperti itu.


" aku minta maaf untuk semuanya, terlebih lagi untuk perkataan mamah aku, aku salah, harusnya aku memberitahukan kamu terlebih dahulu, maafkan aku, aku benar-benar menyesal " ucapnya yang terus menatap Lily .


namun Lily tak ingin melihat wajah Harry, ia lebih membuang pandangannya kearah lain.


" aku sudah memaafkan semuanya, lebih baik sekarang kamu kembali pulang, jika orang tua mu tahu kamu datang kemari, maka ia akan menuduhku yang bukan-bukan " ucapnya tanpa ragu.


" apa kita masih tetap bersama ? aku harap kamu tidak memutuskan begitu saja, karena aku hanya mencintai kamu bukan dia ,percayalah " jelasnya.

__ADS_1


" apa bersama ? sejak awal ini itu sebuah kesalahan, K E S A L A H A N .. sekarang kamu bilang cinta sama aku, kenapa kamu diam saja dihadapan orang tua kamu saat mereka menghina ku didepan mata kamu ? sudah lah sekarang kamu pulang, tidak usah kamu perdulikan aku lagi, aku sungguh-sungguh tak ingin melihatmu ___" putusnya


belum sempat Lily meneruskan kalimat yang tak ingin Harry dengar, dengan cepat Harry memeluknya dengat erat, Lily terlalu terbawa emosi sampai tak mengetahui jika Harry telah memeluknya dari samping, Lily pun akhirnya kembali menangis . Harry menenggelamkan wajah Lily didadanya yang tegap dan lebar, pecah lah semua airmata Lily disana, Harry hanya merasa hatinya sangat perih ketika mendengar suara tangisan Lily, ia benar-benar telah melukai orang yang ia cintai begi dalam.


papah yang sibuk mengurusi keinginan anaknya tiba-tiba terhenti oleh suara tangisan putrinya, hendak ingin keluar dari ruangannya , mamah menghentikannya agar tak mengikut campuri urusan mereka .


" tidak pah, jangan keluar dulu, biarkan mereka mengurusi masalahnya, kali ini saja pah biarkan anak kita menangis seperti itu " pinta mamah .


" tapi mah, papah gak tega mendengar suara tangisannya, dia itu anak papah, anak kita ! masa mamah tega sih mah " keluh papah dengan wajah gusar .


" ini masalah seorang kekasih pah ?" ucapnya


" apa ? kekasih, jadi diluar ada tamu seorang pria, dan bertemu dengan putri kita " ucap papah dengan sedikit emosi.


" apa ini alasan putri kita ingin pergi kuliah diluar kota, jika seperti ini lebih cepat lebih baik, agar tak bisa bertemu kembali, dan papah tak mendengar tangisannya lagi " ucap papah yang kembali duduk dan melanjutkan urusannya.


" sepertinya putri kita sudah memikirkannya dengan sangat baik, sehingga kita mengetahui niat dibalik ini semua, kenapa dia sangat cepat dewasa, mamah tak ingin dia pergi jauh pah " keluh mamah yang sudah menangis dipangkuan suaminya.


" sudahlah mah, kamu jangan ikut-ikutan menangis seperti itu, sekarang jika kalian menangis, papah harus bagaimana, jika keputusan ini bisa membuat putri kita bahagia, apapu dan bagaimana caranya akan papah lakukan mah, sudah tak usah menangis lagi, mungkin ini sudah waktunya untuk kita tinggal berdua dirumah ini " jelas papah yang menenangkan kesedihan istrinya.


sedangkan diruang tamu Lily dan Harry masih saja larut dalam kesedihan, Lily pun menghentikan tangisannya dan keluar dari pelukan tersebut .

__ADS_1


" maaf sebaiknya kamu pulang ? aku ingin istirahat " ucapnya


" apa kamu masih mencintai ku ?" Tanyanya


yang meraih tangan Lily.


namun Lily tak menjawab ia memilih untuk diam, karena perasaan ia sendiri pun sulit untuk dijabarkan.


" baiklah, sebelum aku pulang aku ingin mengatak sesuatu agar kamu tak bertanya-tanya dalam diam, !! " lanjutnya


" aku mencintai mu, aku menyayangimu sepenuh hati, aku tak ingin berpisah dengan mu, aku tak pernah menyetujui perjodohan tersebut dari awal, karena aku tak mencintainya, yang ku cintai cuma kau tak ada yang lain, yang menikah aku bukan orangtua ku, maka keputusan ada ditangan ku, jika mereka tetap memaksa aku akan ma---" putusnya , tangan Lily menutup mulut Harry untuk tidak dilanjutkan .


" jangan diteruskan, aku percaya !! lebih baik kau bicarakan baik-baik dengan mereka , buat mereka mengerti jangan melakukan dengan emosi, itu tak baik, bagaimanapun dia orang tua mu, kamu tetap harus menghargai mereka " jelas Lily " pulanglah pikirkan baik-baik masalah ini dengan kepala dingin kamu mengertikan " lanjutnya.


Harry pun mengangguk, dan berdiri berpamitan untuk pulang, ia hampir saja mengatakan hal yang konyol dihadapan Lily, sungguh menguras emosi jika membicarakan orangtuanya.


setelah Harry pulang , Lily pun masuk kedalam kamar dengan lamunanya disana, kini ia tak sesedih lalu, hatinya sudah sedikit lega, namun ia tak ingin goyah dengan keputusannya yang telah bulat untuk pergi kuliah diluar kota, karena bagaimanapun hati manusia tak ada yang tahu, dia baik ataupun tidak .


jangan lupa like, komen ya...


beri semangat juga..

__ADS_1


untuk kelanjutan ceritanya...


__ADS_2