Kesadaran Yang Terlambat

Kesadaran Yang Terlambat
24. Seiring berjalannya waktu


__ADS_3

_ dua bulan berlalu


Tak terasa waktu berputar begitu cepat dengan sendirinya, Lily yang sudah mempunyai banyak teman kini sudah tak memikirkan tentang Harry, ia benar-benar lupa karena sibuk oleh tugas-tugas yang begitu banyak, belum lagi harus menghabiskan waktu bermain bersama kedua sahabatnya yaitu Samuel dan Zai.


Ya, mereka berdua teman pertama saat ia tinggal diluar kota, bukan hal mudah untuk percaya dengan orang dari lingkungan yang asing baginya, namun menurut Lily , mereka cukup baik dan selalu membantunya disaat-saat dibutuhkan.


Tanpa mereka berdua mungkin Lily tak akan mengenal tempat tinggalnya disana, mereka selalu mengajak Lily berkeliling melihat-lihat pemandangan yang eksotis yang belum pernah Lily lihat sebelumnya, walau terkadang mereka berdua selalu berdebat saat bersama, biasanya jika diawal akan berkelahi maka diakhir cerita selalu jadi cinta begitulah pemikiran Lily saat tertawa melihat tingkah mereka berdua.


" Sudah, sudah !! Kenapa sih kalian ini selalu saja berbeda pendapat, lebih baik aku cari sahabat baru saja yang mulutnya lebih diam daripada kalian "


" Jangan !! "


Secara bersamaan, Lily pun tertawa melihat mereka yang begitu kompak untuk menolak ucapannya.


" Tuh kan kompak lagi, sepertinya kalian ini lumayan cocok iya, jangan berantem mulu nanti cinta loh kalian "


" Tidak !!"


Lagi-lagi mereka menjawab bersamaan, tawa Lily semakin kencang, namun mereka berdua masih beradu mulut karena tak ada yang mau kalah, selalu ingin didepan.


" Ayo kita pulang !! Soalnya aku sudah ada janji untuk menghubungi sahabatku dikorea "


" Ayo, tapi kita beli es krim dulu, panas soalnya !! Sana kamu pulang , kamu kan bawa motor " ucap Zai terhadap Sam yang masih mengikuti mereka berjalan kaki.


" Iya, ya ngapain juga aku masih mengikuti kalian, kamu sih gara-garanya , sial !! "


Jawab sam dan pergi ketempat parkiran.


" Dasar anak itu selalu saja berbicara seenaknya, dia pikir dia siapa ? Pake acara menyalahkan ku lagi, awas saja besok ketemu , kan ku habisi dia dengan seribu bahasa "


" Sudah lah Zai, kau ini seperti baru mengenalnya saja, biarkan saja dia berkata apa jangan kau simpan dalam hati mu nanti kau jatuh cinta kepadanya bagaimana ? Nih es krim mu !"


" Terimakasih, kau ini selalu saja mengatakan cinta,cinta,cinta, apa kau sedang jatuh cinta dengan seseorang ?"


Jawaban Zai membuat Lily hampir tersedak es krim yang ia telan.


" Hey Lily, kau tak apa !! Pelan-pelan makan es krimnya, aku tak akan memintanya ko tenang saja !! Es krim ku lebih enak dari pada punya mu "


" Tak, tak apa-apa hanya kaget saja, mendengar jawaban dari mu tadi, nah busnya sudah tiba, ayo kita pulang !!"


Lily dan Zai pun pulang dengan menaiki bus, disana sangat jarang ada angkutan umum, yang ada hanya bus, pantas saja udara disana lebih sejuk dan bersih, dibandingkan kota tempat kelahiran Lily.


_ di apartemen Harry


Mamah yang selalu bolak-balik mengurus Harry yang semakin hari semakin memburuk, apartemen yang selalu berantakan, botol minuman dimana-mana, dan bahkan baju kotor dibiarkan begitu saja.


Hatinya sangat miris melihat putranya seperti itu terus, padahal waktu sudah berlalu selama dua bulan namun, tak bisa membuat Harry melupakan begitu saja, kini ia benar-benar menyesali perbuatannya yang selalu ingin memisahkan hubungan mereka, disaat ia menyadari namun, semuanya sudah terlambat, wanita yang selalu dicintai oleh putranya sudah pergi entak menghilang kemana.


Berkali-kali mamah, selalu mengunjungi rumah kediaman keluarga Lily namun, selalu saja diusir ketika menanyakan keberadaan putri mereka, mamah benar-benar bingung harus bagaimana membuat Harry kembali seperti dulu lagi, dan ia harus mencari Lily kemana bahkan nomor handphone nya saja sudah tak aktif.


Setelah selesai merapihkan apartemen putranya, tak lama ia mendapatkan panggilan masuk.


Adikku !!


Iya tentu saja itu panggilan dari mamahnya Ella, entah iya ingin berbicara apa sampai-sampai menghubungi dijam pagi begini.

__ADS_1


" Iya hallo "


" Lagi dimana ? Bisa mampir kerumah sekarang enggak, ini loh mba, si Ella anak ku baru saja kembali dari Korea, dan dia sedikit membawa oleh-oleh untuk mba dan harry, apakah Mbah bisa datang kerumah ?"


" Ella "


Mamah Harry pun kepikiran sesuatu hal saat mendengar nama Ella.


" Iya , Ella masa mba lupa sama keponakan sendiri !"


" Aakh bukan-bukan, bukannya lupa cuman teringat sesuatu , sudah lah nanti mba dan Harry akan mampir "


" Ditunggu iya mba , jangan lupa "


Telepon pun berakhir, mamah pun terpikir tentang lily saat mendengar nama Ella, kenapa iya tak terpikirkan dengan keponakannya, padahal Ella kan sahabat Lily seharusnya Ella tahu akan keberadaannya.


Dengan tergesa-gesa mamah pergi meninggalkan apartemen putranya, dan melajukan mobilnya kekantor Harry, semoga saja Harry mau diajak berkunjung kerumah saudaranya tersebut.


Kini mamah sudah berada dikantor, dan menunggu Harry menyelesaikan meeting nya, 30 menit iya menunggu dan. Akhirnya Harry pun muncul dihadapannya.


" Ada apa sih mah ! Sampai harus datang kekantor segala ?"


Ucap Harry yang begitu datar melihat kehadiran orang tuanya.


" Tadi Tante mu menelpon !! Katanya si Ella sudah pulang dari Korea, dan dia menyuruh kamu dan mamah untuk pergi kesana mengunjunginya !! Apa kamu mau ke sana , jika tidak mamah pergi sendiri saja "


" Sekarang jam 11 siang, baiklah !! Tapi Harry tak bisa lama-lama, Harry masih ada meeting yang tak bisa ditunda "


" Sebentar saja mamah sudah bahagia ko "


Mereka berdua pergi kerumah keluarga Ella dengan mobil masing-masing, sebenarnya Harry tak ingin pergi, namun ia tak bisa terus-terusan mementingkan perasaannya.


_ dikediaman keluarga ella


Ella yang sedang video call dengan Lily begitu sangat bahagia, apa lagi Ella sudah kembali dari Korea, membuat Lily ingin cepat-cepat pulang juga, Ella menunjukan oleh-oleh yang ia bawa untuknya, membuat Lily terharu melihat sahabatnya yang sudah kembali kepada keluarganya.


" Hey, apa kau menangis Lily ?"


" Aku hanya terharu saja, melihat kau sudah bisa berkumpul dengan keluarga mu "


" Ah sudah lah tak usah terharu seperti itu, nanti juga ada saatnya kau akan berkumpul seperti ku "


" Iya, aku selalu menunggunya !! "


" Aah, menunggu nya ? Menunggu siapa ?"


" Iya menunggu keluargaku lah, siapa lagi ?"


Hampir saja ia salah menjawab, ntah kenapa saat melihat Ella sudah kembali, pikiran Lily pun kembali teringat dengannya, sampai-sampai membuatnya hampir salah ucap dihadapan Ella.


" Hey, Lily kenapa diam !! Apa kau sedang merindukannya ?"


" Siapa ?"


" Harry, apa kau merindukan dia !! Jujur saja, jelas sekali bisa terbaca oleh ku "

__ADS_1


" Tidak usah membahas yang berlalu, aku sudah melupakannya !"


" Iya, baiklah jika kau enggan untuk membahasnya, o'iya nanti oleh-oleh mu akan ku kirim lewat pos saja iya, mungkin 3/4 hari lagi akan sampai kesana, kau tunggu saja lah pokoknya iya "


" Iya tenang saja, selalu ditunggu ku "


Tak lama mamah pun memanggilnya untuk keluar kamar karena, Harry dan mamahnya sudah tiba disana.


" Hmmm, Lily sudah dulu iya, nanti akan ku hubungi kembali jika sudah selesai "


" Baiklah, sampai jumpa "


Ella menutup laptopnya dan bergegas keluar dari dalam kamar, dan berlari menghampiri mereka diruang keluarga .


Namun, Ella sedikit terkejut dengan perubahan fisik Harry yang terlihat kurus dan kusam, Ella melihatnya dari sangat dekat dan memutar-mutar kan tubuhnya agar tak salah lihat dengan apa yang ia lihat sekarang.


" Apa ini sungguh sepupuku Harry ?"


" Hey, jika ingin meledek katakan saja, tak harus kau sindir seperti itu !" Pukulan kecil tepat diatas kepala Ella.


" Aduh, sepertinya ini benar dia !! Kenapa bisa seperti ini ! Apa kau sakit ?"


Harry enggan untuk meladeni pertanyaan dari sepupunya tersebut, pertanyaan yang selalu sama dan jawaban sama pula membuat ia benar-benar malas untuk menjawabnya kembali.


" Tidak, dia baik-baik saja ko lla, mungkin hanya kurang istirahat karena pekerjaannya dikantor, sebentar lagi juga dia akan kembali kekantor karena ada meeting yang tak bisa ditunda katanya " jelas mamah yang menjawab pertanyaan tersebut.


" Aduh mba, jangan sampai anak mu terlalu kecapean begitu, suruh lah dia untuk istirahat sebentar, agar bisa terlihat lebih fresh dan bahagia "


" Sulit lah, jika bisa semudah yang kamu katakan mungkin ia akan cepat berubah, tapi lihatlah sendiri, jika bukan karena Ella mungkin ia tidak akan pergi bertemu dengan siapapun "


Karena orang tua sedang asyik berbincang-bincang, ella menarik Harry untuk bisa berbicara berdua dengannya.


" Kau akan menarik ku sampai mana lla "


" Hahaha, maaf maaf !! Duduk lah "


" Ada apa bicaralah waktuku tak banyak !"


" Bagaimana hubungan mu dengan Lily ?"


" Apa masih harus ku jawab !"


" Hmm, sepertinya tak perlu, terlihat jelas dari tubuh mu yang seperti ini, sepertinya kau tak bisa melupakannya dengan mudah !! Bukankah kau harusnya sudah menikah dengan wanita itu "


" Jika aku sudah menikah dengannya, pasti sudah ku kenalkan dengan mu , dasah bodoh !!" Jitakan mendarat lagi diatas kepala Ella .


" Apa kau merindukannya ?"


Ucap Ella, yang melihat kondisi saudaranya begitu menyedihkan, entah sudah berapa lama ia menahan keresahan didalam dirinya.


" Siapa yang kau maksud ? Jika yang kau maksud Tasya, tentu saja tidak, tapi jika yang kau maksud Lily, itu selalu teringat setiap tak ada pekerjaan, ku lampiaskan dengan pekerjaan agar tak terlalu teringat dengannya " ucapnya lalu mengusap wajahnya menahan emosi.


Harry benar-benar tak bisa menahan emosinya sendiri, jika sudah teringat oleh Lily, karena sampai detik ini pun ia masih tak bisa menemukan wanita yang ia cintai tersebut.


Jangan lupa like, dan komen iya gaes ...

__ADS_1


__ADS_2