Kesadaran Yang Terlambat

Kesadaran Yang Terlambat
30. Berkumpul dengan keluarga


__ADS_3

Lily dan Harry kini telah tiba dikota kelahirannya,sebelum sampai dikediaman Lily, Harry mengajaknya untuk mampir membelikan buah tangan.


Setelah selesai membelikan sesuatu untuk dibawa, mereka melanjutkan menuju kediaman Lily.


Lily pun menghubungi mamahnya melalui telepon untuk memberitahukan kedatangannya .


***Mamah


Hallo sayang !! Apa kabar mu disana ? Baru saja mamah ingin menelepon mu, eh kamu sudah menghubungi mamah duluan .


Lily


Baik mah !! Mah Lily sedang diperjalanan menuju rumah, sebentar lagi sampai ! Apa mamah ada dirumah sekarang ?


Mamah


What ?? Kamu serius !! Kamu pulang bersama siapa ? Apa kamu punya masalah dikampus mu ? Kenapa baru bilang sekarang, mamah kan bisa jemput jika kamu ingin pulang ! Mamah dirumah, kamu dijalan mana sekarang ?


Lily


Aduh mamah, mamah gak usah khawatir kaya gitu, Lily baik-baik saja gak ada masalah sedikit pun, Lily ingin memberikan kejutan untuk mamah, sebentar lagi sampai kok, mamah tunggu saja.


Mamah


Dasar anak nakal ! Bukan terkejut lagi, hampir copot jantung mamah tahu gak !!


Ya sudah, mamah mau masak dulu hati-hati, kamu diantar sama siapa ?


Lily


Kepo deh ? Nanti juga mamah tahu, sudah iya dah***.


Mamah langsung pergi ke dapur dan membuatkan beberapa makanan kesukaan putrinya, dengan wajah bahagia karena putrinya akan pulang, selama memasak mamah bernyanyi dan senyum-senyum sendiri, tak lama papah datang karena haus.


" Bahagia banget sih ! Dapet arisan iya "


Sedang membuka kulkas


" Bukan "


" Lalu !! Kamu masak sebanyak ini untuk apa !! apa kamu mengadakan arisan dirumah "


" Bukan "


" Terus, masak segitu banyak nya untuk apa !! Jangan bilang kamu menyuruh ku untuk memakan itu semua, bisa gendut aku "


" kamu ini lelaki tapi cerewet sekali, dari tadi tanya ini, tanya itu, aku masak untuk Lily, dia sebentar lagi sampai , makannya aku masak ini semua , dia pasti suka !!"

__ADS_1


Mendengar jawaban istrinya, membuatnya hampir tersedak oleh air yang ia telan.


" Kamu gak salah ucapkan sayang ?"


" Tak , aku serius !! Dia baru saja menghubungi ku dan memberikan kabar tersebut, katanya ingin membuat kita terkejut oleh kedatangannya "


" Tapi !! Dia pulang sama siapa ? "


" Entah lah, kita tunggu saja kedatangannya, suami ku tersayang, yang paling tampan sedunia, bisakah kamu membantuku memasak hari ini ?" Rayuannya.


" Jika sudah dipuji-puji seperti ini, tentu saja ada maunya, baiklah !! Dimana celemek nya , aku tak ingin mengotori baju yang baru saja aku ganti ini "


Dan mereka pun memasak bersama, dengan sesekali bercanda tawa bahagia karena, putri mereka akan tiba dan berkumpul bersama tentunya.


Setelah mereka selesai menyajikan masakan dimeja makan, terdengar suara mobil yang sudah terparkir didepan rumah, dengan cepat mamah membukakan pintu untuk melihat apakah benar itu putri mereka ?.


Dengan senyum yang lebar diwajah masing-masing, Lily yang baru saja turun dari mobil, kini sudah ada dipelukan mamahnya dan tak lama Harry pun keluar dari mobil, membuat orang tua Lily terkejut dengan sosoknya , terutama papah yang baru saja keluar.


" Nak Harry ?" Ucap mamah dengan nada pelan dan tak percaya.


" Kamu ?" Tegas papah


" Pah, sudah lah !! Biarkan mereka masuk dulu, mereka pasti lelah, ayo masuk nak harry ?"


Mereka semua masuk kedalam, Lily diantar menuju kamarnya bersama mamah, sedangkan Harry dan papah mereka berdua sedang duduk diruang tamu, dengan wajah papah yang tak suka akan kehadiran dirinya.


" Mohon maaf om, jika sebelumnya saya menyakiti putri om dan Tante, tapi jujur saja om, saya tak bisa jika harus kehilangan dia, kemarin ada kesalahpahaman sehingga membuat hubungan kami rumit, kasih saya kepercayaan satu kali lagi om, saya janji akan membahagiakan putri om "


" Kesalahpahaman bagaimana ? Jika kesalahan itu ada pada dirimu maka, dengan cepat kamu selesaikan jangan sampai anak saya yang jadi korbannya, kamu kan laki-laki harus bisa tanggungjawab, jangan modal janji-janji, buktikanlah jika kamu memang mampu, jika kamu buat anak saya menangis seperti kemarin-kemarin, saya akan membawanya pergi jauh sejauh-jauhnya dari kehidupan kamu, apa kamu mengerti !"


" Mengerti om, saya tidak mau kehilangan dia untuk kedua kalinya "


Lily dan mamah pun tiba, terasa atmosfer yang sedikit gelap diantara papah dan Harry, terlihat cukup jelas diwajah mereka berdua, Lily dan mamah duduk diantara mereka dan memecahkan keheningan diantaranya.


" Aduh, sepertinya ada obrolan serius ?" Ucap mamah


" Hmmmm " jawab papah dengan menyipitkan kedua matanya.


" Bagaimana pelajaran mu disana ?" Pindah bertanya kepada putrinya.


" Lancar ko pah, tak ada kesulitan !"


" Bagus lah, lalu bagaimana dengan kalian berdua ?" Pindah topik pembicaraan .


" Maksud papah ?"


Mendengar itu, mata mamah langsung melirik tajam kearah seuaminya, untuk diam dan menyerahkan obrolan kepadanya agar tak melukai perasaan putrinya.

__ADS_1


" Akh, maksud papah mu ! Bagaimana hubungan kamu dengan nak Harry ? Dan bagaimana kalian bisa bertemu ?"


" Maaf Tante, biar Harry yang jawab saja " melihat Lily sedikit kebingungan dengan pertanyaan yang orang tuanya berikan.


" Hubungan saya dengan anak Tante, sudah baik kembali, didalam hubungan pasti ada masalah nya masing-masing tapi, sekarang saya akan buat dia tak pergi lagi dari saya Tante "


Mamah yang sedikit bingung dari ucapannya dan sedikit melirik kearah suaminya lagi.


" Caranya ?" Tanya mamah dengan santuy.


" Menikahkannya !!"


" Apa ???" Mata papah hampir copot mendengar jawabannya, ia tak mengira akan mendengar hal seperti itu langsung hari itu juga


" Kamu serius dengan ucapan mu Harry ?" Tanya Lily yang sudah melihat kepanikan diantara orang tuanya.


" Tentu, aku serius !!"


" Maaf iya nak Harry, bukannya Tante dan papah menolah, tapi bagaimana dengan kuliahnya Lily jika ia menikah, bahkan diusia semuda ini ! Apa kamu yakin dengan keputusan mu ?"


" Saya serius Tante, om !! Saya sudah mencarinya selama 2 bulan ini, dan sekarang saya sudah menemukannya, saya sudah melewati masa-masa sulit tanpa dia, sekarang saya tak ingin kehilangannya kembali, soal kuliah saya tak akan melarangnya, saya paham dengan tujuan Tante dan om, kalian tak perlu khawatir saya tak akan mengekangnya untuk melakukan yang ingin ia capai Tante, om, maka dari itu saya mohon dengan sangat , restui hubungan saya dengan putri kalian , saya mohon !!" Ucapnya dengan mata sedikit berkaca-kaca karena mengingat masa-masa yang ia harus lalui saat kehilangan cintanya.


Tangan Lily pun menyentuh tangannya untuk memberikan semangat agar tak terbawa perasaan yang sudah berlalu.


Karena, melihat Harry yang hampir menangis dihadapan mereka, mamah pun memberikan kode untuk membiarkan papah yang menjawab soal ini.


" Baiklah, jika putri kami menyetujui, maka kami akan merestui, keputusan ada diputri kami, bagaimana menurut kamu ? Apa kamu mau menikah dengannya !!"


Kali ini pertanyaan tepat kepada dirinya, dia bingung harus menjawab apa, apalagi yang bertanya papah nya langsung, dengan wajah malu akhirnya Lily menjawabnya.


" Papah, mamah, Lily mencintainya !! Jika ada kesalahan dimasa lalu harap dimaafkan, Lily terima ajakannya pah, mah "


" Kamu dengar sendiri kan jawabannya, sudah sekarang kamu tak perlu menangis seperti itu, kamu ini laki-laki jenis apa ?" Ledek papah yang merubah suasan dengan candanya.


Harry pun tersenyum mendengar ucapannya dan begitu bahagia, sekarang Harry bisa bernafas dengan sangat lega, tak harus memikirkan akan kehilangannya kembali.


" Ayo, kita makan malam bersama sebelum pulang !"


" Tak usah Tante, merepotkan saja "


" Sudah makan dulu ayo, tak usah sungkan, bukan kan sekarang kita keluarga " dorong papah dan mendudukinya dikursi.


Harry tak mengira akan diperlakukan seperti itu oleh orang tuanya terutama papahnya, yang ia kira sangat menyeramkan namun, setelah semuanya sudah jelas, keadaan langsung berubah 360° , semuanya membaik seperti tak ada masalah dan Lily pun tak pernah menanyakan masalah yang sudah berlalu kepadanya.


Jangan lupa like dan komen iya gaes...


Tunggu episode selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2