
Mendengar ucapan Harry, hati Ella bisa merasakan kesedihan yang teramat dalam yang dialami oleh saudaranya tersebut, sungguh hubungan yang sangat rumit, mereka saling mencintai namun sangat sulit untuk bisa bersama kembali.
Ella pun melakukan video call menggunakan handphone nya, Harry melihat balik layar, yang jelas tertulis nama Lily dilayar tersebut, dan anehnya itu bisa tersambung oleh keponakannya, padahal ia sudah menghubungi ratusan kali namun tak pernah tersambung satu pun.
Dan tak lama terdengar suara yang selama ini ingin didengar oleh Harry, hatinya begitu bahagia saat mendengar suaranya yang terdengar ceria, namun Harry masih enggan untuk menampakkan wajahnya disana, ia hanya bisa menyuruh Ella untuk berbicara dengannya.
" Iya lla, kenapa ? Apa sudah selesai urusannya !"
" Iya sudah selesai, sekarang sedang apa sepertinya disana sedang ada teman-teman mu !"
Saat didengarkan lebih dekat lagi, terdengar suara laki-laki disampingnya, Harry pun meminta Ella untuk menuliskan nomor handphone Lily ditangannya.
Ella yang masih melakukan VC dengan Lily, kini sibuk menuliskan no handphone ditangan Harry, Ella sengaja memperlihatkan tangan tersebut kepada Lily, namun ia tak akan melihat jika ia sedang menuliskan no handphone nya .
Setelah selesai, Harry langsung meminta seseorang untuk melacak keberadaan no handphone tersebut dengan secepat mungkin.
" La, itu tadi tangannya siapa ?"
" Masa sama tangannya saja tak bisa mengenalinya !"
" Hahaha, kamu ini ngomong apa sih lah ! Sampai tangan pun harus aku kenali , gak ada kerjaan yang lebih penting dari pada itu kah " Lily pun tertawa dibuatnya .
" Aku serius loh.. coba saja tebak disamping aku ada siapa ?"
" Palingan juga lagi sama Tante "
Lily terkejut bukan main, ia hampir saja menjatuhkan handphone miliknya, kini bukan wajah Ella yang ia lihat melainkan wajah Harry yang sedang menatapnya.
Lily sungguh bingung harus menyapanya seperti apa, karena ini terlalu mendadak, membuat mulutnya tak mampu berkata-kata.
__ADS_1
" Hmm, hy ! Apa kabar ?"
Ucap Lily yang bertanya namun tak berani menatap wajah Harry dibalik layarnya.
" Baik !!" Singkatnya
Tak lama Harry mendapati telepon dari kantor, dan memberikan lagi handphone nya kepada Ella, membuat Lily sedikit kecewa.
" Baru saja menyapanya, sudah pergi begitu saja, apa itu telepon dari Tasya, sampai-sampai harus pergi begitu cepat, aduh Lily kamu ini sedang berpikir apa sih !! Sadar, sadar, dia itu bukan milikmu lagi sekarang " gumamnya
" Ly, Lily !!" Teriak Ella
Yang menyadarkannya dari lamunannya tersebut.
Harry meninggalkan Ella yang masih berbicara dengan Lily ditelepon, ia harus segera pergi ke alamat yang sudah diberitahukan kepadanya.
" Mah, Tante !! Harry pergi dulu , salam untuk om iya Tante "
Namun, mobil Harry sudah pergi meninggalkan kediaman rumah Ella.
" Sudah lah mba, biarkan saja !! Mungkin sekarang lebih baik dia melampiaskan kepekerjaannya dari pada harus mabuk-mabukan yang ada tubuhnya semakin kurus nanti "
" Lalu aku harus bagaimana lagi !! Sampai sekarang saja dia masih acuh dengan mamahnya sendiri "
Tiba-tiba Ella datang dan duduk disamping mamahnya Harry.
" Sudah lah Tante, dia mungkin akan pergi menemui Lily ?"
Mamah Harry pun bangkit dari tangisnya.
__ADS_1
" Apa dia sudah berhasil menemukannya !! Tapi bagaimana mungkin , sedangkan Tante sudah berulangkali berkunjung kerumah orang tuanya, namun hasilnya selalu diusir "
" Jika dia berhasil bertemu dengan Lily, apakah Tante akan memisahkannya kembali " tanya Ella yang membuatnya sedikit malu atas tindakannya terhadap Lily.
" Maksud kamu apa sayang ! Memisahkan bagaimana ?" Tanya mamahnya yang tak tahu soal pisah memisahkan.
" Mamah tanya saja kepada kakak mamah ini , sudah lah !! Ella ingin kembali ke kamar dulu, jika pulang jangan lupa kasihkan oleh-olehnya iya mah , by Tante " ucap Ella yang masuk kembali kedalam kamar.
Kini adiknya yang mengintrogasi nya dengan tatapan mata yang hampir keluar.
Panjang lebar adik-kakak tersebut menjelaskan kejadian yang membuat Harry bisa seperti itu lebih detail , sampai-sampai membuat adiknya tak habis pikir dengan kelakuan yang bisa Setega itu terhadap anaknya sendiri, benar-benar sulit dipercaya.
Setelah beradu mulut, menceritakan seperti ini dan itu, masih saja membuat adiknya tak bisa percaya dengan apa yang ia dengar dari ceritanya.
" Astaga mba, mba ini sungguh ketelaluan sekali, aku kan sudah mengatakan berkali-kali dengan mba, mba harus bertanya dulu kepada Harry, jika dia menolak maka mba jangan memaksakan keinginan mba dong "
" Iya mba tahu, Mba salah !! Sekarang mba merestui hubungan mereka, mba tak ingin melihat anak mba seperti itu terus "
" Jelas lah mba, mba harus merestuinya!! Jika mba melakukan hal bodoh lagi, bisa saja mba kehilangan anak mba, apa mba mah seperti itu "
" Kamu ini jangan bicara yang tidak-tidak, tentu saja mba tak ingin kehilangan anak mba,kamu ini bagaimana, sudah lah aku mendingan pulang saja !"
Di sisi lain, Harry sedang dalam perjalanan menuju tempat Lily berada, ia pergi menggunakan mobil, jarak yang harus ditempuh kira-kira 7 jam, ia tak memikirkan harus menggunakan apa, karena terburu-buru tak ada waktu untuk memesan tiket pesawat apalagi dijam istirahat seperti ini.
Walau ada meeting yang tak dapat ditunda, ia memberikan pilihan untuk melanjutkan kerjasama atau lebih baik batalkan jika tak bisa ditunda, sungguh hari yang benar-benar tersulit dalam hidupnya, harus memilih bisnis atau cintanya .
Tentu saja Harry lebih memilih cintanya dari pada pekerjaan,ia tak ingin kehilangan dirinya lagi, bahkan bisa saja ia pergi lebih jauh lagi darinya . Sulit untuk dibayangkan olehnya jika Lily benar-benar pergi lebih jauh lagi.
Sabar iya gaes.. masih dijalan soalnya.. hahahahaa
__ADS_1
Jangan lupa dilike dan dikomen iya...