Kesadaran Yang Terlambat

Kesadaran Yang Terlambat
14. keputusan


__ADS_3

Lily yang sudah memasuki taksi, ia pun menangis tak henti didalam taksi tersebut, sang sopir hanya bisa melihatnya dari kaca namun tak berani bertanya karena takut bertambah kencang tangisannya.


" *kenapa bisa seperti ini ? kenapa gw bisa semudah itu percaya dengan kata-kata nya, dasar bodoh,bodoh,bodoh banget aaakh " jeritnya dalam diam dengan terus meneteskan air mata.


_diresto*


" apa sekarang puas ? ini yang mamah inginkan, nikmatilah !" ucapnya lalu pergi meninggalkan Tasya dan mamah.


Tasya ingin menahannya untuk pergi, namun mamah langsung menghentikan tindakan tersebut, dan membiarkan anaknya pergi begitu saja, mamah tahu betul dengan sifat putranya, ia tak akan mudah menyerah hanya dengan cara seperti ini, mamah pun memikirkan cara lain agar anaknya benar-benar pergi meninggalkan Lily.


Harry terus-menerus mencoba menghubungi Lily, namun hasilnya nihil, bahkan handphone nya sudah dimatikan, Harry pun pergi menuju ke rumahnya, mungkin Lily ada disana, Harry pun mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat, tak peduli dengan keselamatan dirinya sendiri.


Lily yang masih menangis namun sudah tak sebanyak tadi, ia kini mulai memikirkan sesuatu yang harus ia putuskan , hanyut dalam lamunannya tak terasa taksi yang ia tumpangi telah tiba didepan rumahnya .


dengan perasaan sedih, hampa, dan kacau, ia berjalan tanpa arah, tak melihat jika disana sudah ada Harry yang sedang menunggunya didepan pintu, Lily sungguh tak peduli dengan kehadirannya disana , ia pun membuka pintu rumah yang dikuncinya.


" haney, dengarkan penjelasan aku dulu ? aku mohon sayang ! aku mohon dengarkan sebentar saja " pintanya yang berdiri disamping Lily, sedangkan Lily tak menggubris sedikitpun, dan akhirnya pintu rumah pun terbuka, setelah ia masuk dan .


Braak !!


pintu pun ditutup kembali oleh Lily dengan sangag kencang, dan segera menguncinya dari dalam, Harry terus saja berteriak dari luar, Lily berjalan memasuki kamar dengan air mata yang terus saja mengalir tanpa henti, akhirnya ia pun menenggelamkan tangisannya didalam bantal dengan sangat kencang namun tak terdengar sampai keluar rumah.


Harry pun masih saja menunggunya didepan pintu rumah, berharap Lily bisa menemuinya, Harry terus saja menunggu, menunggu, dan terus menunggu, sampai waktu hampir sore.

__ADS_1


" kenapa kaga gw bilang dari awal aja sih, dasar bodoh, bodoh, bodoh banget, sekarang lu liat hasilnya, jangankan untuk menjelaskan, melihatnya seperti itu saja sudah pasti ia tak akan percaya begitu saja dengan apa yang lu katakan, akh sial " keluhnya dan pergi meninggalkan rumah Lily.


setelah Harry pergi tak lama, mobil orangtuanya pun sudah tiba disana, kedua orang tua tersebut masuk kerumah dengan rasa kehangatan seperti biasanya.


" pah, ko sepi iya, apa Lily belum juga pulang ? ini kan sudah mau hujan " tanya yang sedikit khawatir tentang putrinya.


" coba kamu lihat dulu didalam kamar, kali saja ia tertidur, dan tak mendengar kepulangan kita, jika tidak ada baru kita menghubunginya " pintanya.


mamah pun berjalan dan membuka sedikit pintu kamar putrinya, ia melihat anaknya sedang membenamkan wajahnya dibalik bantal membuat mamah curiga, mamah pun mendekatinya dengan memanggil namanya pelan.


" sayang!! apakah kau tertidur dengan posisi seperti ini ?" tanyanya dengan kasih sayang seorang mamah.


Lily tahu jika orang tuanya telah kembali pulang, namun karena ia menangis, ia tak berani menyambutnya dengan kondisi mata yang membengkak.


" sayang, apa kau mendengarkan mamah, apa kamu tidak pengap dengan wajah yang disembunyika didalam bantal, jika tidur maka tidurlah dengan posisi yang benar jangan seperti itu, tidak baik untuk nafas mu sayang " jelasnya yang sedikit membujuk putrinya untuk membalikkan badannya.


" iya, mamah pergilah !! Lily ingin tidur " jawabnya dengan pelan.


" tapi, kamu tidurnya jangan seperti itu ? berbaring yang sewajarnya " keluhnya dengan sedikit menggulingkan paksa tubuh anaknya.


namun Lily dengan kuat menahan tubuhnya agar tidak terbalik dengan mudah, dan mamah pun tak ingin kalah dengan putrinya, mereka berdua seperti sedang bermain menggoyangkan tubuh, Lily pun sedikit tertawa dengan ulah sang mamah, dan Lily pun menyerah langsung duduk diatas kasur dengan tertawa kesal.


" ikh, mamah jail banget sih, gangguin aku aja aakh " rengeknya dengan rambut sedikit berantakan dan berdiri keatas.

__ADS_1


" ya ampun , ini mata kamu kenapa sayang ? kamu digigit hewan apa ?" ucapnya yang sedikit meledeki sang putri .


" digigit nenek ompong , iikh ngeselin banget, udah sana keluar ,keluar " jawabnya yang menyeret mamahnya keluar dengan paksa.


mamah pun kembali kembali dengan tawa diwajahnya membuat papah kebingungan .


" kenapa ketawa seperti itu mah?" tanya papah


" gak apa-apa pah, anak mu sepertinya sedang menangis ? " jawabnya


" lalu !! kenapa tertawa ?"


" mamah ledekin aja,sepertinya ia sudah menangis cukup lama sampai-sampai matanya bengkak seperti itu " jelasnya


" mamah gak nanya dia nangis kenapa ? " tanya papah yang sedikit khawatir, namun sang mamah hanya menggelengkan kepalanya.


" tidak, untuk apa ! sudah terlihat jelas jika ia menangisi seorang pria, jika bukan pria mana mungkin anak gadis nangis seperti itu, benarkan pria ku " jawabnya dengan sedikit meledeki papah, papah pun tersenyum pahit dengan ucapan istrinya.


" kau ini, sudah lah papah ingin melihatnya dulu ?" belum sempat papah melangkahkan kakinya , ia sudah ditarik oleh mamah.


" tak perlu, biarkan saja, jika kita menanyakannya yang ada nanti dia malu untuk menjawabnya, kita tunggu dia yang bercerita saja, ayo kita mandi dulu setelah itu kita makan malam " ucap mamah dan berhasil membawa papah masuk dalam perkataannya.


" aduh, laper, kelamaan nangis laper juga, kaga ada cemilan lagi ! sebentar lagi jam makan malam, aduh gw harus pilih mana, makan apa kaga iya ? tapi laper.. akh bodo akh yang penting perut dulu urusin " ucap lily pada dirinya sendiri.

__ADS_1


jangan lupa share, like , dan komen ya netizen .. aku menantikan komentar kalian looh... aku gak bisa balas satu persatu... terima kasih yang telah mampir dan membacanya.. terimakasih dukungannya... terima kasih banyak ya...


__ADS_2