
**Bismillah
Hai! Sebelum baca cerita ini tolong vote, like dan komen ya. Karena jujur itu penting buat saya**:)
"Dasar cewek cupu! Seharusnya lo itu nggak usah sekolah disini! Lo itu nggak pantes! Lo tau nggak!" bentak seorang cewek sebut saja Kinan.
"A-ampun Kinan," mohon seorang gadis berkerpang dua sebut saja namanya Ana.
"Udalah Kin, nggak usah diampunin dia siksa aja lagi," ucap teman Kinan mengompori.
"Tanpa kalian suruh juga gue bakal buat ni cupu kesiksa," ucap Kinan lalu menjambak rambut Ana dan menamparnya hingga terdapat banyak bekas diwajah Ana.
"Hiks a-ampun Kinan ampun," mohon Ana sambil berlutut dibawah kaki Kinan.
Tentu hal ini membuat Kinan merasa puas. Kinan kini ikut berjongkok sambil memegang mulut Ana dengan kasar.
"Lo dengar ya cupu! Kalo lo ngadu sama orang soal ini kita nggak bakal segan segan bikin hal yang lebih parah dari ini!!" bentak Kinan sambil melepaskan cengkramannya dengan kasar.
"Ok gaes cabut," ucap Kinan lalu pergi bersama genknya dan meninggalkan Ana sendirian yang masih tak berdaya.
Hari mulai gelap kini Ana sudah tersadar dari pingsannya. Dengan cepat ia bangun dan menuju pulang kerumah sambil menahan rasa sakitnya.
***
Sesampainya dirumah Ana terlihat gelisa untuk memasuki Rumah besarnya. Dengan sedikit keberanian ia pun memasuki rumahnya.
"Assalamualaikum ibu," salamnya.
"Assalamualaikum bu," salamnya lagi namun tak di dengar sang pemilik.
Dengan sedikit kekuatan Ana membuka pintu rumah dan masuk kedalam dengan perlahan.
Gelap. Itulah yang berada dalam ruangan itu. Tidak ada cahaya sedikitpun yang terlihat. Dengan cepat Ana menutup pintu dan ingin masuk kekamarnya dengan langkah yang cepat.
Baru saja beberapa langkah lampu diruangan itu menyala secara tiba - tiba. Di tengah cahaya itu menampakkan seorang wanita paruh baya. Ya bisa dibilang dengan ibu tiri Ana.
"Dari mana kamu hah!! Anak cewek baru pulang malam!! Mau jadi apa kamu!!" bentak ibu Ana
"M-maaf bu t-tadi ada tugas tambahan," ucap Ana terbata-bata.
"Alah itu pasti hanya alasanya bu. Mana ada tugas tambahan sampe malam gini! Palingan Ana main sama cowok," ucap wanita cantik yang tiba-tiba datang. Sebut saja namanya Lia
"T-tidak kak. A-aku tidak main sama cowok," ucap Ana.
"Ah sudah!! Kamu Ana jangan banyak alasan!! Kamu pikir ibu bisa dibohongin sama muka lugu kamu!! Cuih tidak," ucap ibu Ana lalu meludah kesamping kanannya.
"Sekarang kamu harus ibu hukum karena selalu melawan kata orang," ucap ibu Ana lalu menyeret Ana kearah gudang.
__ADS_1
"Sekarang kamu tidur disini!! Nggak ada makan dan minum untuk kamu! Ngerti!" ucap ibu Ana
"I-iya bu."
Dengan cepat ibu Ana membanting suara pintu gudang dan menguncinya dari luar. Ana hanya bisa pasrah, gadis itu sudah terbiasa di hukum dan di siksa oleh kedua wanita itu.
Kini Ana sudah berada dalam gudang. posisinya sedang bersandar diujung dinding sambil memeluk kakinya.
"Hiks ... hiks bunda Ana takut," ucap Ana terisak - isak.
"Bun Ana mau ikut bunda hiks," ucap Ana.
Ya itulah Ana. Meyla Anara Surya. Seorang gadis lugu, ia tinggal bersama ayah dan ibu tirinya. Ibu kandung Ana telah meninggal sejak umurnya menginjak 8 tahun.
Hidup Ana menderita saat ayahnya menikah dengan ibu tirinya. Setiap hari ia selalu disiksa dengan ibu dan kakak tirinya. Ayahnya bekerja sebagai pilot. Jadi ia jarang pulang kerumah melihat anaknya Ana.
Kini Ana telah terlelap dengan posisi yang masih sama dengan memeluk kakinya.
***
Perlahan mentari telah menampakkan dirinya. Dunia yang gelap kini menghilang kala saat sinar telah muncul. Pagi yang cerah untuk memulai aktifitas masing-masing.
Beda halnya dengan seorang wanita yang tertidur pulas dengan memegang lututnya. Kini Ana masih terlelap dalam tidurnya. Mungkin ia letih untuk menghadapai dunia yang keras seorang diri.
Perlahan pintu gudang terbuka dan menampakkan seorang wanita yang memegang seember air dingin.
BYURSS
"Ah dingin," ucap Ana kedinginan
"Ana bangun atau ibu siram kamu pake air panas!!" ucap ibu tiri Ana
"I-iya bu," ucap Ana
"Cepat kamu bersihkan rumah dan buat sarapan!! Cepat!" bentak ibu tiri Ana.
"I iya bu,"
"Oh iya ayah kamu akan pulang sebentar lagi. Awas kalo kamu ngaduh sama ayah kamu! Kamu akan ibu buat menderita bersama ayahmu! Paham!" bentak Ibu Ana lalu keluar gudang.
"Hiks ... Bunda Ana takut," tangis Ana.
Tak ingin berlama-lama Ana dengan cepat menghapus air matanya dan berdiri keluar gudang dan menuju kamarnya untuk ganti baju.
Usai ganti baju Ana membereskan rumah dari menyapu, mengepel, mencuci, membuat sarapan dan lain sebagainya. Lia dan ibunya? Lia dan ibunya hanya dapat menyiksa Ana. Satu pekerjaan rumah tidak pernah ia urus hanya Ana saja yang ia suruh.
"Ana! Cepat bawa makanannya gue udah laper!" Teriak Lia
__ADS_1
"Iya tunggu," ucap Ana berjalan membawa makanan dengan hati-hati
"Lelet banget sih lo jadi cewek," ucap Lia
"Ini dia kak."
"Mau apa lo?" tanya Lia saat melihat Ana ingin duduk bergabung dimeja makan
"Mau makan kak,"
"Apa gue nggak salah dengar!! Lo itu cuma pembantu! Jadi lo itu makan didapur sana!!" bentak Lia
Dengan cepat Ana berdiri lalu berjalan kearah dapur untuk makan.
***
Kini Ana telah berada disekolahnya. Dengan langkah yang pelan ia memasuki sekolahnya dengan wajah yang menunduk. Pada saaat memasuki sekolah telah terdengar suara riuh disepanjang jalan.
"EH CEWEK CUPU UDAH DATANG TU!" teriak salah satu siswa
"Eh mana woi?" tanya siswa disebelahnya. Siswa yang berteriak hanya menunjuk kearah Ana yang masih menunduk menahan rasa malu.
"WOI SEMUANYA MINGGIR BERI JALAN CEWEK CUPU UDAH DATANG!!!" teriak siswa lainnya
Siswa siswi mendengar hal itu langsung minggir dan berbisik bisik membicarakan Ana yang melewati dirinya.
'Ih dasar cupu!'
'Iya emang cupu! Liat aja penampilannya! Bikin orang eneg liatin'
'Mending kita jauh aja dari dia dari pada ketularan jelek,'
Itulah bisikan yang bisa didengar oleh Ana. Ia memang sangat jelek apalagi penampilannha yang sangat super duper cupu. Rambut yang dikepang dua, baju lengan panjang hingga menutupi telapak tangan dan roknya yang panjang.
"Woi lo itu kurang kerjaan banget ganggu Ana mulu tiap hari," bentak cewek disamping Ana.
"Bubar lo semua!!" Bentak cewek itu.
Seluruh siswa yang tadinya menggosipi Ana kini bubar atas bentakan seorang cewek.
"Makasi ya Diva," ucap Ana pada gadis disebelahnya.
"Santai aja Ana gue bakal belain lo kok. Udah yuk masuk kelas nanti telat lagi," ucap Diva
"Iya."
Next or stop?
__ADS_1
Bagus nggak ceritanya? Klo bagus nanti aku next tapi kalo nggak bagus aku nggak next ya😊