
"Ma, abang berangkat dulu ya" pamit Dirtty
"Mau kemana bang?" Tanya Ana kepo.
"Kepo deh" ucap Dirtty
"Ishhhhh" manyun Ana, karna merasa gemas akhirnya Dirtty mengunyel pipi cubby adiknya.
"Abang ada acara bareng temen abang" jawab Dirtty akhirnya setelah selesai dengan pekerjaannya menguyel pipi sang adik.
"Ikuyuut bouleuh?" Tanya Ana tidak beraturan bicaranya, bagai mana tidak abangnya ini masih saja mengunyel pipi bakpaunya itu.
"Hisuhhhhuh abuaang" kesel Ana karna masih tidak juga dilepaskan, sedangkan sang mamah hanya tertawa saja melihat kedua tingkah anaknya itu.
"Maaf kak, engga bisa" jawab Dirtty
"Kenapa?" Tanya Ana.
"Abang bukan cuman main sama kak Kevan sama kak Leoandro saja" jawab Dirtty.
"Memangnya kenapa sih bang? Kan Ana cuman pengen ikut aja, bosen dirumah An janji deh ga bakalan gangguin abang" jelas anak beruang itu.
"Maaf tetep ga bisa sayang" sesal Dirtty.
"Lain kali deh kita jalan bareng berdua aja boleh?" Tawar Dirtty agar adik perempuannya ini tidak kecewa terhadapnya karna tidak diajaknya kali ini untuk jalan.
"Emmmmm.... ya sudah deh" jawab Ana lesu
"Jangan marah dong, abang janji" bujuk Dirtty.
"Iya... iya .. udah sana nanti ditungguin" usir Ana.
"Senyum dulu" pinta Dirtty, anak beruang itu hanya memberikan senyum masam.
***
Motor yang dilajukan Dirtty tiba disebuah cafe, tempat biasa Dirtty dan teman - temannya nongkrong.
"Itu si Dirtty" tunjuk Dio melihat Dirtty tengah memarkir motornya.
"Tumben tu anak telat" ucap Kevan.
"Paling juga karna adik perempuannya" jawab Leandro.
"Ehhh iya ngomongin soal adik perempuannya Dirtty, ternyata adeknya cantik banget tau, bening dah pokonya" ucap Dio.
"Piring kali bening" pungkas Kevan.
"Kaga sekalian aja cling - cling" tambah Nasya.
"Ehhh.. tapi bener tau dah emang tu adeknya si Dir cakep pake banget lagi" ungkap Dio.
__ADS_1
"Loe tau dari mana sih kalau adik perempuannya si Dir cakep?" Tanya Miko
"Waktu pas acara tanding basket dua minggu yang lalu" jawab Dio.
"Emang loe liat?" Tanya Leandro
"Sekilas, tapi kalau orang cakepah sekilas aja keliatan Ndro" jawab Dio.
"Dasar buaya" ucap Sima yang disoraki temen - temen yang lain.
"Udah .. udah kakaknya datang, ketahuan ngomongin adeknya bisa abis kalian" ucap Kevan mengingatkan.
Dirtty baru saja sampai dianak tangga terakhir, namun dirinya sempat heran melihat dua meja yang digabung menjadi satu itu tampak hening, seperti kuburan saja.
Pasalnya Dirtty tahu betul bagai mana sifat nyablak para teman - temannya itu, dalam satu tempat jika sudah diisi kawan - kawannya tidak mungkin tempat itu akan senyap, sudah pasti akan riuh karna ocehan mereka.
'Tumben' batin Dirtty.
"Sory telat" ucap Dirtty setelah sampai dimeja mereka, melihat sekeliling tak ada kursi kosong lagi selain disamping Shena, jadi mau tak mau dia harus duduk disamping Shena.
Sejujurnya sih dia gugup, tapi apa mau dikata, lagi pula masa iya dia berdirikan tidak mungkin, itu sama saja membuat masalah dengan teman - temannya yang super duper kepo, mending kalau ngomongin yang positifnya kalau nyangka yang tidak - tidak. Kan kasihan Shena, dan dia juga tak mau jadi bahan gosip.
Bukan mau menyombongkan diri hanya saja seorang seperti dirinya yang terkenal dalam dunia maya, omongan akan gampang menyebarnya, dan itu yang paling dibencinya.
Kadang kala dia berfikir mengapa dirinya harus terkenal, tapi jika berfikir lebih jauh lagi, apa salahnya membantu om Aldonya, toh juga om Aldo minta tolong tidak cuma - cuma ada bayarannya ko.
Walau tak ada bayarannya pun akan tetap dilakukan Dirtty selama itu menjurus kehal yang positif dan benar bukan ke yang negativ dan tentunya salah.
Tapikan kalau Dirtty sudah termasuk dalam bekerja bukan lagi jalur tolong menolong kasusnya, ahhh entahlah bingung yang penting kata mamah apun pekerjaannya nikmati saja porosesnya nanti juga dapet hasilnya.
Dan itupun yang dirasakan Dirtty, apa lagi kalau hasil halal, itu akan lebih berkah bukan.
Ah sudahlah kembali keacara nongkinya babang Dirtty.
Semua sudah asik ditempatnya termasuk Shena ya walau ada debar - debar yang sebisa mungkin harus ditahannya karna berdekatan dengan Dirtty, apa lagi teman - teman Dirtty pada usil ngecengin dirinya dan Dirtty.
Leandro dan yang lainnya memang sangat ingin Dirtty jadian dengan Shena, gemas saja rasanya melihat tingkah mereka, padahal saling suka tapi malah diem - dieman aja, seperti tak pernah ada rasa satu sama lain.
Jika ditanya Leandro tahu dari mana? Sudah pasti jawabannya bukan dari Dirtty karna manusia dingin macam itu, tak akan punya keberanian walau sekedar untuk curhat kepada temannya soal jatuh cinta.
Leandro dan Kevan terlalu tahu siapa sahabat mereka itu, Dirtty mungkin bisa menutupi perasaannya dari yang lain tapi tidak dengan mereka berdua.
Tingkah laku Dirtty yang menurut kebanyakan temannya biasa aja, tapi menurut Kevan dan Leandro tentu beda, Dirtty itu terkesan cuek terhadap perempuan terkecuali mamah dan adik perempuannya tentunya, tapi ini malah sedikit terlihat berbeda jika berhubungan dengan Shena.
Ya walau masih ada cueknya sih, dan mungkin segala bentuk yang dia lakukan terhadap Shena semata - mata hanya untuk menutupi rasanya pada Shena atau malah menurutnya menunjukan rasa sukanya terhadap Shena, entahlah mana yang benar karna yang tahu dirinya sendiri hanya Dirtty seorang Leandro dan Kevan mah hanya tahu jika Dirtty suka terhadap Shena.
"Ehhh Dir, katanya kan loe punya adik cewe, ko ga pernah diajakin main sih, kenalin kekita kenapa? Ko ga kaya Regi yang sering diajak main bareng sih Dir" ucap Dio menanyakan anak beruang.
"Iya Dir, kita juga pengen tau adik cewe loe Dir" pinta Sima
"Benertu masa iya cuman si Kepong sama si Indro yang kenal adek loe" tambah Miko. Menyebutkan nama panggilan untuk Leandro dan Kevan.
__ADS_1
"Iya Dir, kemarenkan aku juga cuman liat tanpa dikenalin" kali ini Shena juga ikut berkontribusi meminta dikenalkan ke adiknya Dirtty.
'Siapa tau kan gue bisa deket sama adeknya, dan tanya - tanya soal babang tamvan' wah ternyata ada udang dibalik batu rupanya. Ah dasar anak remaja.
"Kapan - kapan deh, kalau dianya mau ikut" jawab Dirtty akhirnya.
"Emang tadi loe ga ajak?" Tanya salah satu teman Dirtty
"Gue ajak tapi dianya nolak" jawab Dirtty
'Boong banget' batin Kevan
"Kaga percaya gue si An kaga mau diajak ama abangnya kan dia nempel banget ama Dirtty" desis Leandro ditelinga Kevan yang dijawab anggukan oleh Kevan.
"Ngapa loe Ndro nempel - nempel gitu sama si Kepong, suka ya loe sama si Kepong" tuduh Sima, membuat Leandro brigidig ngeri juga pas sadar dia terlalu nempel sama Kevan.
"Ihhhh" ucap Keduanya berbarengan sambil menjauh satu sama lain.
"Jangan bilang loe belok lagi Ndro" tuduh Kevan.
"Ehhhh kambing tu mulut pengen gue plester ya?" Sungut Leandro.
"Habisnya bener apa kata Sima, ngapain loe nempel - nempel barusan?" Tanya Kevan.
"Lah loe kan tau apa penyebabnya, Suketi" dengus Leandro
"Ehhh.. iya ya" gumam Kevan.
"Eh tapikan kaga pake deket - deket juga Ndro, nafsu ya loe sama gue?" Tanya Kevan kembali
"Kaga ada nyet, lagian juga kalau gue belok gue pilih - pilih tipelah, ga mungkin juga gue mau sama cowo amburadul macam laau" ungkapan Leandro berhasil mendaratkan buku menu kekepala Leandro dari Kevan.
"Kalao ngomong kaga ada remnya" tukas Kevan.
"Kenyataan Pong" ucap semuanya serempak, yang mendapat dengusan dari Kevan
"Makanya Pong kalau mau laku ya berubah" ucap Miko
"Dagangan kali ah laku" sergah Shena.
"Power rangger kali ah gue" tambah Kevan.
"Lomah bukan power rengger Pong" ucap Sima.
"Apa dah?" Tanya Kevan.
"Power buluk" jawab Leandro yang disambut tawa dari semua orang disana.
Ada saja kelakuan kawan - kawan Dirtty yang membuat perut menjadi mules, karna kebanyakan ketawa, lantas apa tanggapan si manusia cuek satu itu, melihat kelakuan absrud teman - temannya. Dirtty hanya tersenyum saja, kadang dibarengi kekehan yang tak seberapa, lantas setelahnya raut wajah dingin itu kembali meghiasinya.
TBC...
__ADS_1