
"Maaf, master tadi saya menunggu ditempat saya biasa menunggu, orang suruhan master, ataupun tuan Jidhan" jelas Chio, yang tak ingin menjadi bulan - bualanan masternya.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
Seharusnya disini dialah yang marah karna, dibuat menunggu tapi malah masternya sendiri yang marah, bagai mana ceritanya.
Mana dia tahu jika sang master sudah pulang, biasanyapun setiap masternya memiliki perintah untuknya dia selalu menunggu disofa samping ruangan masternya tepat didepan jendela. Semenjak sang master tidak ada semenjak itu pula dia tidak pernah menginjakan kakinya diruangan masternya.
Jangan salahkan dirinya jika dia tak mengetahui kedatangan sang master, jika masternya sendiri tak ingin diketahui informasi tentang dirinya.
Jadi jangan salahkan dirinya bila ia tidak tahu, dan bila Chio terbiasa dengan tempat biasanya menunggu diruangan itu.
"Alasan saja kau, jelaskan mengapa kau tak mengabari ku soal papa" pinta Leo merintah.
"Papa yang memintanya, sengaja tak ingin membuat anak - anaknya hawatir" jelasnya.
"Tetap saja kau salah" tegas Leo.
"Maaf" ucapnya singkat.
"Lantas sudah tau siapa yang menyerang papa?" Tanya Leo.
"Sudah" jawabnya
"Siapa?" Leo
"Jillo" jawabnya singkat.
"Jillo" guman Leo yang mendapat anggukan dari Chio.
"Siapa dia?" Tanya Leo yang tak mengingat nama itu dalam daftar hitamnya.
__ADS_1
"Salah satu anak buah papa, yang berbelot" jawab Chio.
"Apa sudah dihukum dengan pantas?" Tanya Leo.
"Sudah, oleh sibungsu dan sinomor lima" jelas Chio,(sinomor lima sebutan untuk big dragon).
"Ohhh.... apa dia ma*i?" Tanya Leo kembali, yang dianggki Chio.
"Bagus, ingat jangan sampai kejadian ini terulang kembali, sampaikan kepada yang lain" perintah Leo, tak mengerti jalan fikiran masternya itu Chio memilih menganggukan kepalanya saja tanda mengerti dengan ucapan masternya itu.
Padahalkan Leo sendiri bisa berkomunikasi dengan para saudara angkatnya, dan juga papa tapi entah mengapa dia malah memilih memberi perintah untuk Chio, tak habis fikir Chio terhadap tingkah Leo.
"Satu hal lagi, kau akan mendapatkan hukuman mu" ucap Leo yang membuat Chio melongo, bukan kah dia sudah memberi penjelasan mengapa dirinya itu membuat masternya menunggu.
Seharusnya ini bukan salahnya tapi mengapa dirinya malah harus mendapatkan hukuman segala.
"Tetap saja kau tak memberi tahu ku soal papa" potong Leo, pada saat Chio ingin menyanggah ucapannya.
Bukan seperti apa yang difikirkan oleh Chio, tapi biarkanlah mereka berasumsi seuai apa keinginan mereka, yang terpenting mereka berdua nyambung.
Disini Jidhanlah yang paling bingung, pasalnya dia tak tau apa yang harus dia lakukan karna ini bukan ranahnya, walau dia mengetahui semuanya tentang tuan mudanya, tapi bukan berarti dia bisa ikut campur dalam hal ini.
'Ini sebenernya gue disuruh ngapain sih kesini, cuman buat dengerin tuan muda ngomel gitu' batin Jidhan.
"Tapikan tadi saya sudah jelaskan masalahnya master" ungkap Chio, dia tak mau kena hukuman begitu saja apa lagi dirinya tak salah dalam hal ini, kukuhnya padahal Leo ingin menghukum Chio karna kesalahannya menyembunyikan perihal papa, bukan masalah dirinya menunggu, soal itu sih sudah tak lagi dibahas karna dirinya yang salah dalam hal itu.
"Tak ada alasan lain, pokonya kau harus dihukum" final Leo.
"Sekarang pergi keruang hukuman, disana sudah ada Jordhan, ingat ketower F bukan pulang" ucap Leo mempertegas perintahnya.
Ingin menolak tapi saat ini Leo adalah masternya, ingin menyerangnyapun tak bisa karna Leo adalah masternya, jika bukan tempat itu sudah jadi saksi antara dirinya dan Leo yang bertarung.
__ADS_1
Chio menelan kekesalannya seorang diri, membungkuk tada hormat sudah dilakukan Chio itu artinya dia akan segera pergi dari ruangan terkutuk itu, karna membuatnya sial.
"Satu lagi jangan pulang sebelum hukaman mu selesai, dan jangan coba - coba kabur" tegas Leo.
Ingin rasanya dia berteriak mana pernah saya kabur, mungkin seperti itu teriakannya jika seandanya dia berteriak.
Kembali dia berbalik menghadap Leo "Baik master" jawabnya seraya membungkuk hormat kembali.
Dan untuk kali ini Chio benar - benar pergi dari hadapan Leo dan Jidhan, sepertinya saat ini dia ingin meluapkan kekesalannya kepada apapun didepannya, tak ingin lepas kendali Chio mempercepat langkah kakinya.
'Apa tuan tak menyadari kekesalan dimata Chio ya' batin Jidhan.
****
"Akhhhhhh" teriak Chio didalam mobil dia benar - benar tak habis fikir dengan harinya saat ini, semuanya kacau menurutnya tak ada yang berjalan lancar.
'Tidak anaknya tidak bapaknya sama saja, sama - sama buat gila, ternyata anak sama ayahnya sama gilanya' monolog Chio kesal pada ayah dan anak itu.
Yang satu bikin kesal karna telah mengerjainya karna membuatnya mencari dirinya selama hampir 5 jam lamanya, walau tak disengaja oleh Ana, salah sendiri tak memberi kabar akan menjemputnya disekolah.
Dan yang kedua dia dibuat menjadi gila karna kesal oleh ayah dari nona mudanya siapa lagi kalau bukan masternya.
Mendapatkan hukuman karna hal sepele membuatnya mengeram tertahan, saking kesalnya tapi mau bagai mana lagi ucapan Leo barusan adalah perintah untuknya.
Mau tak mau, suka tak suka dia harus tetap menjalankannya.
🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑🐑
Mbeee..... Mbeeeee...
TBC.
__ADS_1