KETIKA KITA JATUH CINTA ( KKJC )

KETIKA KITA JATUH CINTA ( KKJC )
KKJC : KETAHUAN


__ADS_3

Hari ini Dirtty DKK ( dan kawan- kawan) akan bertanding basket melawan musuh bebuyutannya BINNUS / SMA BINA NUSA.


Mereka sudah ada digor Pancakwati, didalam gor sudah banyak penonton dari SMA masing - masing untuk mendukung sekolahnya masing - masing.


Dirtty baru saja selesai memakai baju basketnya dia berjalan menuju pelatihnya untuk breveng strategi yang dipersiapkan.


Sesekali Dirtty melihat kearah tim Cir's yang sedang menunjukan kebolehannya dilapangan saat ini yang tengah tampil adalah tim dari sekolahnya, Dirtty begitu menikmati melihat Shena yang tengah tampil dilapangan.


Walau ada rasa takut jika gadisnya terluka karna pertunjukan itu bisa dikatakan lumayan beresiko untuk gadis itu.


"Semua sudah siap dan mengerti?" tanya pak Dayat


"Yes sir... " ucap siswanya serempak.


"Bagus.. Sekarang pemanasan dulu" titah pak Dayat yang diangguki anak didiknya.


Dilain tempat Ana sedang berusaha keluar dari sekolahnya untuk ikut melihat pertandingan sang abang yang diadakan siang ini. Sekolah belum usai tapi anak itu sudah keluar dari sekolah.


Bahkan tak tanggung - tanggung anak itu mengajak kedua sahabatnya Nilam dan Lisda juga teman kaburnya jika pelajaran sangat membosankan Bima dan Deren.


Anak - anak ABG itu begitu lincahnya memanjat tembok hanya dengan bantuan kursi dan menja saja. Memang sudah terbiasa rupanya apa lagi Ana and the geng kaburnya itu.


"Loe yakin kita ga bakalan ketahuan ini?" tanya Lisda yang memang adalah anak berprestasi dan teladan tidak seperti ketiga temannya yang benar - benar


te-ladan ( Telat datang pulang duluan 😆).


"Yakin makanya jangan berisik apa" pinta Ana yang diangguki Lisda.


"Ya udah ayo naik" titah Deren


"Emang ga ada jalan lain apa?" tanya Lisda kembali sepertinya anak penurut itu takut.


"Ada lewat gerbang" jawab Bima iseng.


"Ya sudah lewat sana saja" ajak Naumi begitu polos


"Kalau itu namanya cari mati" ucap Deren sambil menoyor Naumi.


"Ihh.. Deren mah kasar" ungkap Naumi tak terima.


"Sudah - sudah jangan berisik.Nih kan ada meja sama kursi naik ini dulu baru naik ke atas" ucap Ana memerintah seperti biasa untuk urusan kabur dan hal unik lainnya dia akan sangat dituruti semua anak seperti bos saja.


"Ayo naik..Lis loe dulu deh" titah Ana


"Takut An kalau jatu gimana?" tanya Lisda takut


"Jatoh ya paling kebawah" jawab Bima


"Ihhh loe mah gitu pasti sakit tau" jutek Lisda dikeluarkannya.


"Udah loe mau ikut apa kaga nih jadinya ? jangan bikin ribet nanti ketahuan" ucap Deren bertanya ketus


"Ikut" jawab Lisda takut


"Ya udah naik" titah Deren yang langsung diangguki Lisda.


Setelah bertegang - tegang ria karna manjat bagi Lisda yang pertama kali membuatnya tegang dan membuat yang lain juga ikut tegang karena ulahnya itu.


Akhirnya mereka berlima berhasil keluar dari sekolah itu, "Kalian pada bawa jaket atau Sweeter kan ?" tanya Ana yang diangguki ke empat temannya itu.


"Ada ditas" jawab Bima


"Ya udah pake jangan sampe almamater sekolah kita ketahuan" titah Ana. Baik juga rupanya anak beruang ini tidak ingin nama sekolahnya jelek.


Keempat temannya sudah memakai sweeter yang mereka bawa begitu juga dengan Ana yang memang semenjak tadi sudah dipakainya.


"Kita naik apa?" tanya Bima


"Naik itu " ajak Ana langsung menyetop mobil yang baknya terbuka.


"Gila ya loe An masa kita nge BM" pungkas Lisda tak setuju sambil menarik Ana kehadapannya.


"Udah ayo naik udah dibolehin" ajak Deren


"Kalau ada yang gratis kenapa engga Lis. Udah naik ayo nanti dibantu si Bima" ucap Ana


"Gue lagi aja yang kena" tukas Bima kesal namun tetap diturutinya. Kasian juga tu bocah teladan satu kalau ditiggal juga.


****


Pertandingan sudah dimulai dari 20 menit yang lalu sekor yang dihasilkan masih sama ternyata sama - sama kuat pantas saja kalau disebut musuh bebuyutan. Sama - sama tak ingin mengalah walau hanya sebatas pertandingan persahabatan.


Sorakan demi sorakan bergema didalam gor menyemangati tim masing - masing. tak mau kalah dengan penoton tim Cir's dari sekolah masing - masing pun sama bersorak untuk menyemangati yang tengah bertanding.


Diluar gor bocah - bocah rusuh itu baru saja sampai "Bang makasih ya" ucap Deren


"Sip.. Pulang hati - hati kalian " jawab si supir


"Iya bang" jawab kelima bocah itu, lantas pergi meninggalkaan mobil yang mereka tumpangi tadi.

__ADS_1


"Masa remaja yang menyenangkan ya bang" jawab si penumpang yang berada di samping supir diangguki si supir sambil melajukan mobilnya.


***


Ana dan kurcil - kurcil yang lainnya baru saja sampai dalam gor, mereka memilih tempat strategis paling depan yang sudah disediakan teman Deren untuk kelima bocah rusuh.


Deren selaalu punya teman yang bisa diandalkan untuk urusan ini, biasalah anak lanang main sama siapa saja bebas emang Ana, harus selalu dipantau, dia bisa begini saja karna orang yang selalu memantaunya tengah berlibur.


"Ren sebelah sini" teriak seorang pria


"Ahhh... Ayo - ayo " ajak Deren kepada yang lainnya sambil menyeret Ana.


"Kebiasaan si Deren suka nyeret" ketus Lisda melihat temannya itu diseret seperti itu padahal Ananya saja slaw saja.


****


"Wahhhh Abangggggg" teriak anak beruang itu antusias padahal dia tak mau ketahuan abangnya tapi malah berteriak macam tu.


Dirtty begitu menonjol dari anak yang lain dipertandingan itu tak pelak namanya selalu disorakan bukan hanya oleh para siswa namun para siswi juga ikut berteriak apa lagi para gadis remaja itu paling kencang berteriak memanggil nama abangnya.


Ada rasa cemburu dihatinya karna abangnya begitu populer dikalangan kaum hawa, tapi rasa itu ditepisnya jauh - jauh karna baginya abangnya tetap miliknya dan keluarganya.


"Abang ayo masukin, masukin" ucap Ana antusias bersorak


"Ya bang Dir masukin" teriak Naumi dan Lisda tak kalah kencang mereka berdua juga salah satu fans Dirtty.


"Kalian tuh berisik banget teriak mulu" tukas Bima.


"Namanya juga nonton pertandingan Bim " jawab Ana.


"Tau nih " timpal Lisda


"Sorski Bima" ajak Ana yang langsung dituruti kedua sahabatnya itu dan juga Deren tsk mau ketinggalan keseruan diantara mereka.


Huuuuuuuuuuuu..... Ucap Keempatnya serempak, teman Deren yang melihat tingkah Deren DKK ( dan kawan - kawann). Hanya tertawa saja ada saja tingkah bocah - bocah itu menurutnya.


"Dirttyyyyyyyy masukiiiiiinnnnnnnnnnnnn" teriak salah seorsng siswi paling kenceng sampai telinga Ana sedikit pengang karna saking kencengnya lengkingan siswi itu mana dibelakang Ana lagi berdirinya.


"Woy kalem dikit bos" tukas Ana kesal kupingnya pengang berdengung karna teriakannya.


"Siapa loe? berani banget ngelarang gue!" bentak siswi itu.


"Siapa gue ga penting buat loe, yang perlu loe ingetin kecilin dikit toa loe kasian orang lain dideket loe tu kupingnya." ucap anak beruang itu.


"Wah benerab berani dia Sya" ucap temannya.


"Siapa sih loe? anak BINNUS ya. Pantes aja" tanya teman disisi kirinya.


"Ihhh cewe ga jelas udahlah Sya ga usah diladenin" kembali temannya itu berucap.


Baru lima menittan sudah terdengsr teriakan lebih dari lima oktav itu dan kali ini siswi itu sengaja betul mendekatkan mulutnya hampir ketelinga Ana saat berteriak membuat anak beruang itu terlonjak kaget jangan tanya lagi soal kuping yang sudah pasti berdengung.


Bahkan dirinya sampai harus mengucek - ucek kupingnya saking berdengungnya.


_ Gila ya ni orang suaranya melebihi kak Aray_ batin Ana.


"Loe sengaja ya nyari masalah?" tuduh Ana


"Loe kali yang cari masalah sama gue" siswi itu tak kalah nyolot menudu Ana bahkan sampai menunjuk kasar wajah anak beruang itu.


"Aduh masalah ni" gumam Lisda cemas.


"Eh cabe - cabean bisa ga ga bikin ruduh?" tanya Ana santai, mendengar hal itu siswi tadi san kedua temannya itu marah.


Dibilang cabe - cabean sama bocah rusuh. Jatuh sudah harga diri gadis itu dihadapan semua yang melihatnya.


"Apa loe bilang? Barusan loe bilang apa?" bentak siswi itu tak terima.


"Wah Ren ... Gawat pisahin dah, bisa gawat tu temen loe kalau udah kena geng nenek sihir macem mereka" saran teman Deren meminta memisahkan mereka.


Deren dan Bima santai saja dia tau betul sifat anak beruang itu kalau sudah diganggu kaya apa, dari pada mereka kena imbasnya mending diliatin aja.


" Kita malah takut tu yang tiga orang kenapa - kenappa bang" jawab Naumi


"Hah ... Maksudnya?" tanya teman Deren tak mengerti.


"Loe liat aja siapa yang menang bang" jawab Deren.


"Gila loe bukannya lerai malah mau liat siapa yang menang gue udah bisa tebak pasti mak lampir itu yang bakalan menang" tandas teman Deren.


"Kita liat aja bang" timpal Bima


"Aduh .. Makkanya jangan kebanyakan teriak budeg kan tu jadinya, lain kali sebelum kemana - mana pergi ke dokter THT dulu ya buat periksa tu kuping" ucap Ana santai tak ada rasa takut sama sekali. Dasar keturunan barbar.


"Ni anak ngeselin banget sih, loe bener - bener minta ditabok ya" pungkas siswi itu geram amarahnya sudah dipuncak.


"Beneran cari gara - gara dia ini" tunjuk temannya yang berada disamping kiri sigadis yang dipanggil cabe oleh Ana tadi.


"Gue ga cari gara - gara disini temen loe tu yang cari gara - gara. Loe tau kuping gue sakit denger ocehan loe ama teriakan loe, loe pikir merdu apa tu teriakan" tukas Ana kesal.

__ADS_1


"Kasih pelajaran aja Sya" titah sitemannya.


"Loe pikir lagi dikelas kasih pelajaran" celoteh Ana.


"Allah banyak Bac*t loe" tukas siswi itu sambil mendekat kearah Ana.


"Aduh Ren gawat tu liat pasti tu nenek sihir mau ngapa - ngapain temen loe udah tarik aja deh" titah teman Deren.


"Dasar cewe barbar" tukas siswi itu.


"Bukannya kebalik ya loe yang barbar. Ga nyadar banget" jawab Ana santai.


Tangan siswi itu sudah melayang ingin menjambak rambut Ana yang tertutup topi, hanya saja anak beruang itu refleknya tidak seperti kebanyakan cewe biasa.


Tangan yang sudah hampir dekat dengannya itu langsung ditangkisnya, mungkin karna reflek tenaga yang dihasilkan pun kuat, sehingga si cabe itu mengaduh.


"Dasar cewe barbar sia lan" bentak siswi itu tak terima mendapatkan perlakuan seperti itu dia melayangkan tangannya yang lian ingin menampar Ana.


Anak beruang itu merasa bersalah bukan maksud hatinya ingin membuat tangan siwi itu sampai lebam seperti itu, makanya dia akkan terima tamparan itu. Namun belum sempat tangan itu mendarat dipipi mulus Ana sebuah suara terdegar melengkin.


"Shasyaaaaa" bentak suara itu


Siswi yang dipanggil Shasya itu menoleh kesumber suara alangkaj terkejutnya ia mendapati Dietty sudah berdiri tak jauh darinya. Bukan cuman Shasya yang terkejut bahkan anak beruang itu pun ikut terkejut mematung ditempatnya.


Mereka berdua tak sadar jika pertandingan telah usai sudah dari 10 menit yang lalu, karna mereka sibuk dengan perdebatan yang mengundang banyak pasang mata melihat kearahnya.


"Mau apa loe ?" tanya Dirtty membentak.


"Ehhh... Ini Dir ada cewe yang ga punya sopan - sopannya ama yang lebih tua" ucap Shasya.


"Engga kebalik tu" masih saja Ana bisa menjawab ucapan Shasya.


"Turunin tangan loe" ucap Dirtty


"Tapi Dir dia tu ga punya sopan santunya gue cuman mau kadih pelajaran ama ni anak doang apa masalahnya?" tanya Shasya


"Gue bilang turuni" bentak Dirtty


"Loe kenapa sih Dir. Kenapa malah bentak gue?"tanya Shasya tak terima kalau cewe dihadapannya itu dibela prang yang disukanya.


"Si Dirrty kenapa ko emosi gitu?" tanya Dio yang langsung teman - temannya melihat kearah Dirtty.


"Kenappa tu anak Van ?" tanya Leandro


Kevan tampak memperhatikan dari arah sisi lapangan, "Astaga masalah Dro " gumam Kevan


"Masalah gimana?" tanya Shena cemas dia takut Dirtty kenapa - kenapa.


"Itu kayanya Ana dan bisa jadi dia lagi ada masalah sama mak lampir" jawab Kevan


"Hah... apa .. Susulin - susulin tau sendiri si Dirtty bisa abis tuh mak lampir" ucap Leandro sambil menyeret Kevan menuju ke sahabatnya itu.


"Tau ga apa yang cewe aneh ini bilang ke gue dia ngatain gue Cabe" beriak Shasya emosi


"Yang loe bilang cewe anah itu adik gue" bentak Dirtty tak terima adik pereempuan kesayangannya dibilang aneh walaupun kenyataannya memang sepertu itu.


"Apaaaaa!!" ucap yang ada disana tak percaya jika Dirtty memiliki adik perempuan.


_Aduh masalah dah ini mah_ batin Shasya.


"A...adik loe" ucap Shasya memastikan bahwa kupingnya tak saalah dengar.


"Iya dia adek gue" ketus Dirtty.


"Dir udah diakan cewe masa ia loe mau lawan cewe" ucap Leandro mencoba menahhan amarah Dirtty


"Siappapun orangnya entah laki - laki atau perempuan mau tua atau muda gue ga peduli jika orang itu kasar sama adek gue" tukas Dirtty


"Aduh masalah dah Dir kalau udah marah ga bakal ketulungan dah" gumam Kevan membuat Shena merinding sendiri.


"Abang udah lah Ana juga ga apa - pa ko lagian Ana juga salah" ucap bocah beruang itu mencoba membujuk abangnya.


Dirtty menarik Ananya kehadapanya " Kakak ga apa - apa?" tanya Dirtty sambil membolak - balik Ananya bak bakwan yang sedang digoreng saja.


"Abang Ana ga apa - appa loh ini jadinya malah kakak pusing" ucap anak beruang itu kesal karna tingkah abangnya itu.


"Syukurlah" ditarik adiknya itu dalam dekapannya.


" Abang lepas malu" pinta Ana mendumel langsung dilepaskan oleh Dirtty.


"Sekali lagi loe kasar sama adek gue awas loe" ancam Dirtty.


"Abang kan Ana udah bilang Ana yang salah.. Maaf ya kak pasti tadi sakit Ana ga sengaja sekali lagi maaf. Tapi buat yang tadi Ana ga bakal minta maaf" tandas anak beruang itu.


Dia tau kesalahannya dan dimana sia harus minta maaf da tidak meminta maaf atas tingkahnya.


"Sekarang kalian ikut abang ada yang harus kalian jelaskan" titah Dirtty tak ingin dibantah.


Membuat kelima bocah rusuh itu menciut takut .

__ADS_1


🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣


Hampir lupa anak ayamnya


__ADS_2