
Didalam kamar...
"Kakak kenapa?" Tanya Dirtty, awalnya Dirtty sempat tak perca jika Ananya sedang menangis, tapi melihat tubuh tertelungkup itu naik turun disertai isakan, baru ia percaya adik kesayangannya itu tengah menangis
Dirtty mengelus sayang rambut dan bahu sang adik yang tak memberi respon itu, Dirtty yakin jika adik perempuannya itu tahu jika tadi Dirtty bertanya.
"Diusilin bang Chi? Tumben sampe nangis diapain sama bang Chi?" Tanya Dirtty lembut, masih tak ada jawaban, sepertiya anak itu kesal sekali sehingga tak mau menjawab malah memilih menangis, isaknya malah semakin jadi badanya bergetar naik turun tidak karuan.
"Sayang jangan seperti ini ah, sudah ya jangan nangis lagi nanti kakak bisa demam" Dirtty jadi panik sendiri masalahnya jika Ana menangis terlalu lama dia malah akan kena demam.
Mendengar nada khawarir dari sang abang akhirnya anak beruang itu mulai meredakan tangisnya, perlahan - lahan isaknya mulai tak terdengar, tubuhnyapun tak bergerak sehebat tadi hanya sesekali saja karna isakan - isakannya masih terdengar sesekali.
Kini anak beruang itu duduk walau masih memunggungi sang abang tapi tak masalah unuk Dirtty baginya anak beruangnya sudah tak menangis lagi, dia hanya takur jika Ananya malah sakit lagi. 'Awas saja nanti bang Chi, kakak sampai seperti ini' geram Dirtty tak terima adiknya sampai seperti itu, padahal yang salah disini adiknya tapi malah Chio yang akan terkena imbasnya apes sekali dirimu itu Chio.
"Mau cerita sama abang?" Tawar Dirtty semakin melembukat ucapannya, tangannya tak berhenti mengusap sayang rambut sang adik, berusaha menenangkan sang adik.
Tanpa berbali Ana mala memberikan boneka beruang berwarna coklat kesayangannya kepada sang abang membuat Dirtty heran, namun tetap menerima boneka itu.
"Kenapa sama berberbnya?" Tanya Dirtty, Dirtty memang lebih fokus pada sang adik ketimbang boneka yang disodorkan oleh Ana. Padahal maksud anak beruang agar sang abang lihat sendiri kenapa dirinya menangis seperti itu.
Ana mengelus boneka beruang kesayangannya tanpa membalik badan yang memunggungi Dirtty, padahal siberbernya itu sudah berpindah tangan ketangan Dirtty.
__ADS_1
Mengerti akan kemauan adiknya Dirtty melihat boneka kesayangan adiknya itu, Dirtty meringis sendiri saat melihat keadaan boneka itu, Dirtty tahu betul sesayang apa Ananya terhadap boneka itu wajar saja jika adiknya itu menangis sampai seperti itu.
"Kenapa bisa begini?" Masi dengan lembut Dirtty bertanya.
"Ini semua karna ulah bang Chio.. hiks" Dirtty memundurkan tubuhnya karna terlalu dekat wajahnya dengan sang adik, tiba - tiba saja jantungnya berdisko, setelah tadi tubuhnya berdesir halus. 'Ada apa ini' batin Dirtty.
"Kenapa jadi ulah bang Chi?" Dirtty mencoba mengontrol dirinya agar serilex mungkin dengan bertanya kepada sang adik.
Karna ditanya demikian akhirnya anak beruang itu menceritakan semua yang terjadi sama berbernya itu, Dirtty jadi bingung sendri disini bag Chionya tidak salah, tapi Dirtty juga merasa kasian terhadap sang adik entah harus bagai mana menghadapi kelaluan adiknya satu ini, tidak bisa sehari saja tidak membuatnya ribet.
Hemmmmm....
Dirtty menghela nafasnya untuk menetralkan semua yang ada dalam fikirannya "Kita perbaiki berber ya" hanya itu yang keluar dari mulut Dirtty akhirnya, untuk membujuk sang adik untuk tak lagi mensngis, karna usai bercerita isak tangis anak itu malah terdengar kembali.
"Suttttt .. kita benari ya abang bisa ko benerin berbernya" ucap Dirtty menarik Ananya kedalam dekapannya.
Walau jantungnya kembali berdisko, dia fikir mungkin karna merasa kasihan melihat sang adik menangis, makanya jantungnya kebat kebit ditempatnya.
"Emangnya abang hiks bisa hiks buat berber sembuh lagi?" Tanya Ana masih dengan senggukanya.
"InsaAllah bisa, jadi adik abang yang tersayang ini jangan nangis lagi ya nanti kita coba sembuhin berbernya" ucap Dirtty meyakinkan jika berbernya akan kembali sediakala.
__ADS_1
"Bener ya bang" pinta Ana
"Bener dong sayang sudah jangan nangis lagi abang ga mau liat kakak sakit" tulus Dirtty berucap, malah ditinggal tidur oleh sang adik, mungkin karna terlalu nyaman dalam dekapan sang abang.
"Malah tidur" ucap Dirtty sambil tersenyum, akhirnya Dirtty membenarkan posisi tidur Ana, setelahnya dia keluar dari kamar sang adik sambil membawa berber.
"Gara - gara kamu jadi gaduh, kenapa malah sobek sih?" Kesal Dirtty bertanya pada boneka bak orang gila saja.
"Ayo sudah waktunya kamu oprasi" ajak Dirtty pada beber adiknya itu setelahnya Dirtty masuk kedalam kamarnya, untuk menjahit robekan dilehar boneka kesayangan sang adik.
"Loe udah kaya disembelih aja ber" gumak Dirtty yang sedang berkutat degan pekerjaannya mengoprasi berber.
Akhirnya sore itu sebelum mandi Dirtty mengoprasi boneka bruang kesayangan si anak beruang itu, kalau tidak segera diperbaiki bisa jadi anak beruang itu menangia lagi saat melihat bonekanya masih sperti saat dia sebelum tidur, maka sebelum anak beruang itu Dirtty harus bisa selesaikan pekerjaannya sebagai kang jahit dadakan ini dengan cepat.
Padahal badannya sudah lengket minta dibersihkan, tapi demi sang adik dia rela menunda membersihkan tubuhnya sendiri, hanya untuk memperbaiki boneka kesayangan adik perempuan satu - satunya itu.
"Sudah selesai, akhirnya kau kebali seperti sediakala" gumam Dirtty bersorak sorai senang, akhirnya dia bisa mandi juga.
"Emmmm, tapi tidak terlalu burukkan ya" ucap Dirtty sambil menimang, menerawang siberber itu keatas, untuk melihat hasil jahitannya.
"Ahhhh masa bodolah, gerah pegen mandi, mudah - mudahan kakak ga kecewa sama apa yang sudah aku lakukan" ucap Dirtty sambil meletakan siberber dimeja belajarnya, setelahnya dia berdiri lantas menyambar handuk yang tergantung digantungan handuk, lantas melangkah kekamar mandi.
__ADS_1
"Yang terpenting mandi dulu, ga betah banget" keluhnya seraya masuk kekamar mandi.
🐾🐾🐾