
Seminggu setelah kejadia itu prilaku Dirtty terhadap Shena jauh lebih dingin dari sebelumnya, Dirtty sudah tau jika Shena sudah mengetahui apa yang diucapkannya kepada Miko satu minggu yang lalu.
Namu Dirtty sedikit kesal karna Shena tak ingin mengklarifikasi semuanya kepada Dirtty, Dirtty bukan tipikal orang yang harus mengemis maaf, dan penjelasan, jika dia sudah berusaha untuk meminta maaf dan berusaha memperbaiki kesalahannya, jika sikap orang tersebut masih sama seperti saat awal dia marah terhadap Dirtty.
Dirtty akan membiarkannya saja, untuk apa dia panjang lebar berbicara merangkai kata untuk bilang maaf jika dia tak ingin memaafkan Dirtty lebih baik Dirtty yang menjauh.
***
"Kita perlu bicara Dir" pinta Shena, akhirnya gadis manis itu memberanikan dirinya untuk bicara pada pemuda yang ada dihadapannya ini.
Shena menghadang pemuda tampan itu saat dirinya dan kawanannya akan pergi kekantin, melihat seprtrinya Shena tak ingin melepaskan Dirtty, akhirnya Leandro berucap.
"Kita kekantin duluan, loe nyusul aja" ucap Leandro sambil menarik Dio dan Andra yang akan protes.
"Masalah akan kelar kalau diselesaikan Dir, bicaralah" saran Kevan setelahnya pergi dari samping Dirtty, sebelum itu menyempatkan menepuk bahu Dirtty sekedar memberi semangat untuknya.
Dirtty tersenyum tanpa disadarinya, bersyukur dia memiliki dua sahabat yang pengertian walau mulutnya kran bocor semua, tapi mereka mengerti bagimana keadaannya.
"Jangan Disini" ucap Dirtty, setelahnya melangkah meminggalkan Shena.
Gadis manis itu menghela nafasnya, setidaknya dia berhasil mengajak Dirtty untuk bicara, yang dia ingin masalahnya dengan Dirtty selesai, setelahnya dia terserah apa keputusan Dirtty, ingin lanjut atau selesai sampai sini.
Sejujurnya yang gadis itu ingin hanya hubungannya dengan Dirtty baik - baik saja dan bisa bertahan, tapi apa ia bisa bertahan akan sikap Dirtty terhadap adiknya.
Katakanlah jika ia egois, diapun memperlakukan Dirtty sama seperti Dirtty memperlakukannya, acuh terhadap rasa cemburu Dirtty akan kedekatannya dengan Miko.
Tapi apa salahnya jika dia dekat dengan kakak sepupunya itu, jika apa yang dibilang Dirtty sampai benar kejadian dia tak akan sanggup untuk jauh dari Miko, Miko hampir segalanya untuk anak itu.
Shena tidak mungkin bisa menjauh dari seseorang yang sudah mengetahui hidupnya hampir 16 tahuΒ ini.
'Gue ga boleh egois, gue harus bisa tekan rasa cemburu gue, sama seperti Dirtty' batin Shena terus menggumamkan kata - kata itu.
Shena sudah berfikir matang - matang untuk belajar menerima orang - orang disrkitar Dirtty sama seperti Dirtty yang welcome akan orang - orang disekitar Dirtty.
'Ayolah Shena loe pasti bisa' kembali otaknya menyemangati hatinya sendiri.
"Mu ngomong apa?" Tanya Dirtty setelah sampai Diroftof.
"Maaf" jawab Shena.
"Untuk apa? Apa loe punya salah sama gue?".
Deg.
Bukan soal pertanyaan dari Dirtty yang membuat sakit dihati gadis manis itu, melainkan panggilan yang diucapkan pria yang madih berstatus pacarnya itu.
'Semarah itukah kamu?' Tanya batin Shena.
"Semuanya, aku mendengar perdebatan kalian" jawab Shena mencoba sebisa mungkin, walau hatinya sesak.
Dirtty tak kaget saat Shena mengatakan bahwa dirinya mengetahui perdebatan Dirtty dengan sepupunya itu, dan efeknya berlanjut sampai sekarang.
Entah Dirtty atau Miko belum saling tegur saat ini, entahlah siapa yang salah, yang satu tak ingin adik sepupunya sakit hati makanya egois dan yang satu mempertahankan prioritasnya sebagai seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya.
Ahhh hanya karna seseorang dua kawan lama itu malah bertengkar, walau tak sedekat Kevan dan Leandro, pertemanan Dirtty dengan Miko cukup baik dari kelas 4 SD itu. Tapi lihatlah sekarang mereka saling menjauh hanya karna tak ingin menyakiti satu sama lain bila dekat.
"Ku mohon berbaikanlah dengan bang Miko" pinta Shena.
"Gue ga ada masalah sama dia" elak Dirtty.
__ADS_1
"Dir, pleach ini masalah kita berdua tolong jangan libatkan orang lain" ucap Shena sedikit meninggi karna kesal,
sedari tadi Dirtty menjawab ucapannya acuh seperti tak ingin menanggapi semua perkataan Shena, sebenarnya Dirtty ingin atau tidak sih menyelesaikan masalah yang dihadapinya itu.
Ahhh entahlah, entah kenapa Dirtty merasa jengah sendiri saja, diusianya yang baru belasan itu malah harus terjebak dengan urusan cinta yang memuakan seperti saat ini.
Tapi mau bagai mana lagi hatinya bekerja tanpa perintah otaknya, merasa tanpa bisa dicegah olehnya sendiri.
Entah ini yang dinamakan cinta salah usia ataukah salah masa ahhh yang mana yang benar Dirtty sama sekali tak mengetahui hal itu, yang dia tahu hanyalah jika masalah ini sudah membuatnya tertekan.
Ahhh namanya juga remaja Dir, jadi masalah mu belum terlalu rumit selai pelajaran dan cinta jauh - jauh tentang uang jajan saja, berbeda dengan orang dewasa yang sudah banyak masalah yang runyamnya minta ampun.
Cucu laki - laki pertama dari Wiratama itu sepertinya sudah merasa pusing terhadap masalah percintaannya.
'Ahh.. mending menyelesaikan esai Kimia sama MTK kalau tau gitu mah' batin Dirtty.
"Loe sendiri yang melibatkan orang lain" sergah Dirtty, Shena terdiam karna ucapan Dirtty.
Dirtty benar dirinyalah yang pertama membawa orang lain dalam masalahnya, bukan hanya karna kecemburuannya yang buta saja, ternyata dia buta juga atas kesalahannya.
"Maaf Dir, harus dengan cara apa aku menebusnya agar kamu memaafkan?" Tanya Shena, air mata yang sedari tadi sudah ia coba untuk ditahannya ternyata luruh sudah.
Ternyata Shena tak sekuat itu untuk hal ini, sakitnya tak lagi dapat ditahannya, walaupun hubungannya dengan Dirtty tidak diketahui yang lain tapi Shena menikmati dan merasakan kesenangan dalam kisah cintanya yang harus backstreet itu.
"Pleach Dir, ngomong sama aku, aku mesti gimana?" Tanya Shena.
"Bukannya loe udah denger semua pembicaraan itu, kenapa loe masih tanya?" Tanya Dirtty, bukan tak sakit melihat orang yang disayangnya menangis dihadapannya, karna dirinya pula.
Hanya saja Dirtty tak ingin lebih sakit dari ini, biarlah jika ini yang terbaik akan lebih baik jika semua berakhir seperti ini saja, mungkin memang dirinya kurang beruntung saat ini.
Pertama kali mengenal cinta, ternyata perjalanan cintanya tak semulus jalantol Tangerang - Banten ternyata.
"Gue ga pernah nyuruh loe buat jauhin Miko" bantah Dirtty, karna memang Dirtty tak pernah meminta hal itu.
"Sebenarnya apa yang membuat kamu marah? Dan apa mau kamu sebenarnya?" Tanya Shena tak mengerti semuanya yang tengah terjadi saat ini, belum ada satu bulan hubungannya dengan Dirtty malah diambang kehancuran seperti ini.
Bodoh menang si Shena ini, bukankah semua ini bermula karna kecemburuannya terhadap Ana, dan ikut campurnya Miko dalam masalah mereka, mengapa sampai tidak mengetahui hal itu.
Pura - pura tidak tau kah agar dikasihani Dirtty atau memang tidak ingin mengingat kesalahan itu, yang mana yang benar? Hanya Shena dan Tuhanlah yang tahu.
"Bukannya loe duluan yang marah kegue, kenapa jadi loe nuduh gue marah ke eloe?" Tanya Dirtty benar tak faham sifat wanita sebenarnya.
"Iya kamu benar, aku yang salah disini, jujur saja aku cemburu karna kamu dekat dengan adik mu saat diBuperta" jujur Shena pada akhirnya, sudah tak ada lagi gengsi didirinya, Dirtty bukan tipe cowo yang bisa dikatakan romantis yang bisa tahu semua tentang cewe, Dirtty lain dari kebanyakan cowo yang lainnya.
Salah Shena sendiri memperlakuakan cowo kurang peka dengan kode - kodean saja, jadilah seperti ini.
"Maaf udah libatin bang Miko dalam masalah kita, sumpah bukan seperti ini yang aku harap Dir, aku fikir kamu akan ngerti kalau aku marah karna cemburu" ungkap Shena dengan isak tangisnya.
Dirtty menghela nafas sesaknya sedari tadi, seperinya rongga hidungnya kurang cukup banyak menarik oksigen keparu - parunya, hingga membuat nafasnya berat terasa sesak.
Dirtty menarik Shena kedalam pelukannya, sudah cukup dia tak sanggup lagi menahan sesaknya.
Hatinya sudah cukup sakit selama seminggu ini, bahkan saat dirumahpun ia malah mengabaikan Ana yang ingin minta diajari Kimia, karna masalah ini membuat Dirtty jadi tidak fokus kesemuanya selama satu minggu itu.
Sampai - sampai sang mamah menegurnya saat itu, hingga membut Dirtty malu saja.
"Ini yang dari kemari - kemarin aku tunggu Shen, pengakuan kamu" ucap Dirtty sambil mengelus sayang rambut kekasihnya itu.
Mendengar hal itu membuat tangis Shena semakin menjadi dipelukan Dirtty, rasa hangat bercampur dengan rasa sedihnya saat ini.
__ADS_1
"Aku hanya ingin kamu jujur tentang perasaan mu Shen, bilang apa yang sedang kamu rasakan karna aku bukan tuhan yang tahu segalanya tanpa disebutkan" jelas Dirrty dengan suara lembutnya.
"Maaf.. sumpah maafin aku Dir" pinta Shena yang hanya diangguki oleh Dirtty.
Dirtty mengurai pelukannya, lantas merapihkan rambut gadisnya yang berantakan karna tertiup angin, "Tapi aku ga bisa jauh dari bang Miko" jujur Shena.
"Ga akan ada yang misahin kamu dari kakak mu, asal.." gantung Dirtty berucap.
"Asal apa?" Tanya Shena.
"Aku bisa terima Miko dihidup kamu dan kamupun harus bisa terima orang - orang disekitar ku termasuk perlakuan ku terhadap Ana adik ku" unkap Dirtty.
Ada rasa sesak disana yang dirasa oleh Shena, sejujurnya dia masih belum bisa menerima hal itu, tapi dia tahu dia tidak boleh egois, saat Dirtty mau menerima kehadiran orang - orang terdekat dalam hidunya, diapun harus berlaku hal yang sama.
"Akan aku lakukan" balas Shena, sambil mengangguk - anggukan kepalanya, wajahnya terlihat lucu karna berantakannya.
"Kamu boleh cemburu sama yang lain tapi tidak dengan keluarga ku, hal itupun berlaku untuk ku" jelas Dirtty.
"Karna priorits kita berdua bukan hanya hubungan ini saja, tapi keluarga juga, kalau semua itu bisa kita lakukan maka hubungan ini akan terus berjalan" jawab Dirtty.
"Tapi kalau tidak bisa, akan lebih baik kita akhiri saja sampai sini Shen, aku ga mau ngerasain sakit yang lebih dari ini" jujurnya.
"Engga.. ku mohon jangan, aku akan belajar mengontrol rasa cemburuku aku janji itu Dir" pinta Shena sambil memeluk Dirtty kembali.
Dirtty kembali mengelus rambut panjang kekasihnya itu, wangi Strowberry, berbeda dengan Ana yang selalu bau wangi shampoo anak - anaknya.
'Ahhh... kenapa jadi mikirin kakak sih' keluh otak Dirtty.
"Dengar, mungkin ini terlalu buru - buru karna usia kita juga masih belasan tahun, tapi tak ada salahnyakan kalau kita berkomitmen" ujar Dirtty sambil melepas pelukan dari kekasihnya itu.
"Komitmen? Maksud mu menikah?" Terang Shena terperangah tak percaya, Dirtty memang terbilang serius dan mudah mengambil keputusannya.
Tapi menikah muda itu tidak ada didalam kamus seorang Shena, seneng sih tapi bagai mana dengan cita - citanya yang sudah digantungnya 5cm didepan matanya itu.
"Kitakan masih SMA Dir" ujar Shena masih tak percaya jika Dirtty melamarnya.
Pltak.....
Awwww....
Ringis Shena sambil mengusap keningnya yang terkena sentilan Dirtty, heran mengapa pacarnya ini jadi main pisik saat ini, pedas kali rasanya tadi, walau tak sekuat tenaga tetap saja pedas karna panas.
"Makanya jangan kebanyakan baca novel, or nonton drama" tukas Dirtty sedikit kesal tapi berbanding terbalik dengan mimik wajahnya yang tersenyum senang.
Ahhh senang rasanya sudah bisa berbaikan seperti ini dengan orang terkasihnnya, "Biar aja dari pada kamu, berteman dengan buku setebal kamus bahasa Jepang, atau baca komik or anime" kali ini Shena yang menggerutu sambil memanyunkan bibirnya.
Dirtty mengacak rambut yang sudah acak - acakan tertiup angin itu, kini rambut gadis itu sudah seperti singa saja, namun tak masalah karna hatinya tengah berbunga - bunga saat ini.
"Terus apa?" Tanya Shena penasaran.
"Komit untuk tidak lagi mengulang kesalahan yang sama, komit untuk selalu jujur dan bicarakan semuanya bersama agar tak ada kesalah pahaman" ungkap Dirtty yang diangguki Shena mengerti.
"Ayo kita komit biar tempat ini jadi saksinya" ajak Shena.
Dan roftof sekolahnya menjadi saksi atas perjanjian tidak tertulis mereka, pada akhirnya mereka berbaikan.
Shena senang akhirya yang ditakutkannya tidak sampai kejadian, dia berjanji akan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.
'Gue harus mulai terbiasa, seperti Dirtty yang terbiasa akan bang Miko, ayolah Shena Dirtty saja bisa kenapa loe ga bisa' itulah segelintir ucapan batin Shena.
__ADS_1
πππ