
"Ehhh Dir, back to topik dah, ngapa adek loe kaga mau ikut?" Tanya Leandro yang mendapat jawaban delikan dari Dirtty. Ohh ayolah Ndro masa ia kau tak tauhu maksud Dirtty itu apa.
Mungkin delikan itu menandakan bahwa Dirtty malas dengan pertanyaan dari sahabatnya, yang sudah pasti tahu jika dirinya berbohong, pasti dua orang itu tahu, tapi malah Leandro tanya kenapa segala.
"Emmm... katanya sih mau hange out bareng temen - temennya gituh, entah mau kemana kali" jawab Dirtty sekenanya.
"Yah... padahalkan pengen kenalan, lain kali ajakin ya Dir" ucap Miko
"Iya nanti gue bilangin" jawab Dirtty.
"Ga yakin gue si Dirtty bakal bilang ke si An" kali ini Kevanlah yang mencicit, jaraknya lumayan aga jauh, dia tidak ingin mendapat ledekan lagi, jika nemepel bareng sahabatnya itu.
Leandro yang mendengar cicitan itu mengganggukan kepalanya tanda setuju akan ucapan Kevan tadi.
"Udah ahhh, dari pada bahas adek gue terus mending bahas soal acara minggu depan gimana?" Tanya Dirtty mengalihkan.
"Soal tempat gimana, kak Tea?" Tanya Miko pada Tea yang sedari tadi menyimak obrolan mereka doang.
"Udah beres, tinggal survai aja untuk pengecekan ulang" jawab Tea, Tea dkk adalah kakak kelas dari Dirtty dkk.
Ternyata nongki yang dilakukan Dirtty dkk bukan hanya ngobrol ngalor ngidul yang tak jelas, ternyata mereka sedang membicarakan acara yang akan diadakan disekolah untuk minggu depan.
Ternyata nongkinya kali ini tengah membahas rancangan kegiatan sekolah, FYI Dirtty adalah salah satu anggota osis walau bukan ketua osis.
"Terus masalah anggarannya gimana nih?" Tanya Leandro.
"Sudah hampir 90% rampung" Shena.
__ADS_1
"Itu artinya sudah hampir seluruh anak membayar iurannya?" Tanya Dirtty.
"Iya, hanya beberapa lagi yang memang aga sulit bayar, alasannya lupa, nanti lah dll" jawab Shena sedikit lesu.
"Alah itu mah alasan mereka aja, paling - paling tu duit udah jadi p*p" kelekar Kevan.
"Bener banget tu" tambah Leandro
"Jangan cuman bisa ngomongin orang, kalian berdua juga belum bayar, ni masih kosong dibukunya Shena, nih" ketus Santy menunjuk buku yang dipegangnya.
"Hehehe.. sory gue lupa mulu kak, nih gue bayar tu, tapi setengahnya dulu ya Shena manis" pinta Kevan sambil mengeluarkan uang 150 ribu dari dompetnya.
"Anak bos mainan sih bayar iuran aja nyicil, malu - maluin" tukas Leandro.
"Bomat, dari pada loe belom sama sekali" ketus Kevan.
"Kata siapa ni gue juga mau bayar ko, ni Shen" ucap Leandro sambil memberikan uang kepada Shena.
"Sisanya besok ga apa - apakan Shena cantik" pinta Leandro.
"Sama aja kambing" sorak semuanya yang mendapat cengiran dari Leandro.
"Udah - udah, kalau soal perlengkapa gimana ada masalah bang Ky, Mik?" Tanya Dirtty.
"Sudah semua, tinggal loe cek ulang lagi aja siapa tau ada yang kurang" jawab Riky yang diangguki benar oleh Miko.
"Emmm... urusan petugas keamanan dan kesehatan bagai mana?" Tanya Dirtty kembali, maklumlah dia banyak bertanya kali ini, karna acara kali ini kebetulan sekali dirinyalah yang ditunjuk sebagai ketua.
__ADS_1
Walau tak pernah mau jadi ketua, tapi bukan berarti dia lalay dalam tanggung jawabnya sebagai ketua, maka dari itu dia ingin acara mereka kali ini lancar tanpa hambatan apapun kalau bisa.
"Lancar semua, untuk petugas keamanan kan udah diserahin ke Indro sama gue, nanti dibantu sama anak kelas XII juga senior kita" jawab Kevan.
"Untuk bagian kesehatan gimana kak Dev?" Tanya Dirtty.
"Dirtty manis tenang aja, urusan itu biar kakak sama anak PMR yang urus" jawab pria tulang lunak itu, membuat Dirtty brigidig sendiri.
Sejujurnya jika tak butuh petugas kesehatan Dirtty dkk ogah banget berurusan dengan Devhan sihelokitty satu itu.
Tapi apa boleh buat, karna memang eskul PMR dipimpin olehnya, sejujurnya ada rasa takut dihati Leandro, apa nanti pasiennya bisa sembuh diurus oleh Devhan atau malah makin parah?.
Tapi ya mau bagai mana lagi kemampuan dia cukup bisa diandalkan dalam bidang pertolongan pertama.
Pantas saja pak Burhan mengangkatnya sebagai ketua, menjadi penerus Agattha yang sudah lulus tahun kemarin, ternyata tidak bisa meremehkan seseorang hanya karna penampilan dan sifat kemayunya, bahkan sampai saat ini dia masih menjabat sebagai ketu, padahal seharusnya dia sudah lengser dari jabatan itu, mungkin pak Burhan belum nemuin yang pas kali buat jadi penggantinya.
"O...ok" jawab Dirtty terbata, membuat yang lain nyengir lebar saja melihat kelakuan Dirtty, untuk Devhan sendiri dia memaklumi hal itu, dan tak merasa risih akan cibiran temannya atau yang lainnya, baginya masih banyak ko teman yang mau berteman dengannya dan sifat kemayunya.
Buktinya saat ini dia memiliki teman banya walau banyak juga yang mengolok - oloknya tapi ya bomat sama semua itu, yang terpenting dia happy.
Ok balik lagi ke permasalahan mereka.
"Sepertinya semua sudah selesai hanya tinggal susunan acaranya saja bukan" timpal Sima.
"Iya Ma" jawab yang lain.
Dirtty bisa bernafas lega ternyata pengalihan pembicaraan, membuat para temanya lupa akan adik kecilnya itu, dan sibuk membahasa masalah acara yang akan diadakan sekolah mereka.
__ADS_1
'Untung gue cepet alihin pembicaraan, kalau engga ampe sekarang pasti masih ngebahas soal Ana, untung anak beruang itu mau berdamai dan nurut sama gue' batin Dirtty bernafas lega.
TBC..