
Siang itu tampak terik untuk seorang gadis ABG yang baru saja tiba dari kegiatanya bersama dua temannya.
Tok .. Tok... Tok...
Ketukan dipintu terdengar dari luar membuat yang didalam segera membukakan pintu untuk yang mengetuk.
"Eh si enon. Bibi kira siapa?" ucap ART rumah besar itu.
"Iya aku bi ... Memangnya bibi nunggu siapa?" tanya gadis ABG itu.
"Eh... Tidak menunggu siapa - siapa ko non" jawab si bibi.
"Ah.. Masa ?" tanya gadis itu menggoda sang bibi.
"Ahhh. Si enon ini" jawab bibi.
"Mommy kemana bi ?" tanya gadis itu sambil melangkah masuk kedalam.
"Mommynya non tadi keluar sama ncus" jawab si bibi
"Kemana?" tanyanya kembali
"Katanya mommy non sih ke mall mau beli perlengkapan buat den Regi non " jelas bibi.
"Ohhh .. Oiya bi saya mau berenang, nanti minta tolong buatin es buah naga boleh ?" pinta gadis ABG itu sopan.
"Baik non .." ucap bibi lantas dirinya permisi pamit untuk membuatkan apa yang diinginkan nona keluarga ini.
***
"Non An. Ini es buah naganya" panggil bibi sedikit berteriak karna yang dipanggil sedang asik dengan kegiatan berenang ditengah harinya. Pemilihan waktu yang tidak tepat rupanya.
Gadis itu sempat menengok lantas tanpa bersuara dia berenang kearah tepi kolam, " Trimakasih bi" ucap gadis itu setelah mendapatkan minumannya dia duduk dan menyesap es buah naga itu.
"Bibi mau ngapain?" tanya sigadis saat si bibi megambil handuk kecil berniat untuk mengeringkan rambut anak majikannya itu.
"Ngeringin rambutnya non" jawab si bibi
"Ga usah bi biar nanti aku saja, lagi pula aku masih ingin berenang" jelas gadis itu menolak apa yang akan dilakukan si bibi.
"Loh... Belum selesai to? bibi kira udah, tapi inget ya non ga boleh terlalu lama. Mommy non Ana bisa marah nanti kalau non melanggarnya" peringat sibibi.
"Iya bibi akan diusahakan" jawab gadis itu sambil berjalan kembali kearah kolam renang.
"Jagan diusahakan non dilakukan" teriak si bibi tak didengarkan lagi oleh anak itu karna sudah asik kebali dengan aktifitasnya.
"Aisss... Dasar si enon" ucap si bibi sambil menggeleng - gelengkan kepalanya lantas pergi dari tempat itu.
"Kesenangan ko dilarang sih bi" gumam anak gadis itu.
Sanjana Audryan Shitsui ya siapa yang tak kenal anak gadis ABG ini yang sering disapa Ana sejak kecil ini, kini anak teddy bear itu menjelema menjadi gadis imut nan cantik, mata emeral yang menurun dari ibunya begitu indah setiap kali berbinar.
Parasnya yang blasteran itu benar - benar sangat ketara dari kakak atau pun adiknya walau kakaknya memiliki mata hezel, namun hanya itu yang diturunkan dari ibu kandungnya berbeda dengan anak teddy itu yang memiliki kedua gen dari orang tuanya.
Begitu cantik dan menawan, hanya satu yang tidak didapat dari kedua orang tuanya fostur tubuhnya yang mungil, sepertinya anak teddy itu gagal berkembang dalam tiggi badan, karna badannya begitu munggil menurut sang kakak dan papahnya padahal menurut majalah yang dibacanya tinggi 160 cm bagi wanita sudah terbilang propisonal.
Apa mungkin karna kakak dan papahnya begitu tinggi - tinggi sehingga dirinya dianggap paling imut dirumah itu, bukakan kah masih ada si Regi sang adik yang bisa dibilang small. Tapi setiap dibilag begitu pasti papah dan abangnya akan bilang Regi itu masih masa pertumbuhan.
Memang benar usianya saja baru 7 tahun memang masih masa pertumbuhan,pasti anak itu juga akan tumbuh sama seperti kedua pria dirumah ini.
Ana tampak asik dengan kegiataannya saat ini, dia tak perduli akan peringata sang bibi yang sudah membawa - bawa mommynya itu.
Anak itu memang meggilai air entah karna apa dia sangat senang dengan air mandi saja dia bisa berjam - jam jika saja tidak diperingti turus oleh sang mommy maka dia tak akan pernah selesai untuk acara mandinya.
Saking senangnya sama air terkadang dia seperti anak kecil yang masih main hujan - hujanan bersama adiknya Regi, kalau sudah seperti itu papahnya yang akan mengomel karna kelakuan anak perempuannya itu.
Ana memang diberi izi untuk berenang tapi harus dalam pantauwan kalau tidak dia akan bablas seperti saat ini.
__ADS_1
Sudah tiga jam selepas bibi meninggalkannya namun anak itu masih betah berada didalam air, padahal sebentar lagi akan turun hujan.
mendung sudah bergelayut dilangit sana, mentari sudah tertutup awan gelap yang siap menumpahkan airnya itu kapanpun.
"Sepertinya akan huja" ucap dari bibir kecil itu yang suda mulai membiru karna kedinginan namun tak diindahkannya.
Baru saja dibilang tetes - teres dari langit itu mulai terjun bebas kebumi, perlahan tapi pasti hujan itu menjadi besar membasahi air kolam itu, tempat itu dan sudah pasti dirinya yang malah makin asik berenang.
Tak ada yang tau jika anak teddy yang sudah bertumbuh menjadi princess cantik ini masih berada dikolam renang, tidak dengan mommynya dan papahnya yang memang tak ada dirumah.
Tidak pula dengan adiknya yang memang sedang berada ditempat les begitu pun dengan sang abang yang sedang latihan basket untuk perlombaannya.
Tidak pula dengan si bibi yang mengira bahwa anak majikannya itu sudah berada dikamarnya. Si bibi jadi tenang - tenang saja padahal anak majikannya itu masih ada dikolam renang.
Ana memang menyukai air bahkan hujanpun disukainya karna mengandug air tapi sayang Ana tidak kuat dingin itu aneh bukan seeorang yang menggilai air tapi tubuhnya tidak kuat menahan rasa dingin.
Anak teddy itu memiliki alergi terhadap dingin, tubuhnya akan merespon lain jika suhu diruagan atau tempat itu terlalu dingin. Seperti air memang tak langsung terasa dingin tapi jika sampai berjam - jam bermain dengan air bisa dipastikan alerginya kambuh.
Ana mulai merasakan tubuhnya mulai berbeda dari sebelumnya, gigilan dalam tubuhnya sudah mulai hebat,wajahnya semakin putih karna pucat bibirnya sudah membiru karna rasa dingin. pupil matanya sudah memerah menunjukan bahwa gejala awal alerginya sudah ditunjukan tubuhnya.
Tapi apa yang anak itu lakukan dia benar - benar bebal padahal tubuhnya sudah merespon lain tapi dia masih asik dengan airnya itu seakan dia baru beberapa menit menceburkan dirinya dikolam yang bermandikan hujan itu maka dirinya tak ingin disuruh berhenti disaat ini.
Inilah kenapa Ana selalu dipantu untuk berenang karna dia akan lupa waktu ini juga yang selalu membuat sang mommy mengomel setiap kali Ana berenang. Maka ketidak puasan itu datang dari diri anak itu dan disaat tidak ada siappun dirumah ini dia akan sangat leluasa.
Gadis itu sudah merasakan suhu tubuhnya bagaikan es dan gigilan dalam tubuhnya sudah meningkat inten sitas rasa sakit disekujur tubuhnya pun sudah dirasakannya, dengan berat hati anak itu menyudahi acara yang menyenangkan itu menurut dirinya tentunya.
Baru beberapa langkah dia berada ditepi kolam tubuhnya sudah ambruk karna tak kuat lagi menahan rasa sakit yang dirasakannya.
Tak ada yang tau jika gadi itu masih berada dikolam dengan tubuh yang mengenaskan seperti itu, bengkak diarea wajahnya sudah timbul sebentar lagi seluruh tubuhnya akan ikut membengkak.
Kesenangannya tadi menghilang seiring dengan kesadaran dalam tubuh gadis itu.
***
Ditempat lain tepatnya dilapangan basket alun - alun kota,pelatihan basket sudah berakhir sejak satu jam yang lalu karna hujan, bukan tak mau berlatih saat hujan, biasanyapun sering berlatih saat hujan.
Ada seorang pria remaja yang gelisah menunggu hujan reda, entah kenapa anak itu segelisah itu padahal disampingnya ada seseorang yang dipujanya tanpa sepengetahuan siapapun dan tanpa disadari dirinya gadis remaja itu pun memiliki rasa yang sama terhadap siswa SMA sebayanya itu.
"Kamu kenapa kok gelisah gitu?" tanya gadis manis ini
"Eh.. engga kenapa - kenapa ko " jawab si anak lelaki itu.
"Ayo lah Dir. Ekspresi mu itu membuat orang melihatnya takut dan hawatir kenapa gelisah begitu?" kembali si gadis bertanya lembut.
_Ahhhh . .. seandainya adik gue selembut dia_ batin pria itu. Bukannya menjawab anak itu malah melamun kan adiknya itu.
"Dirtty" panggil si gadis.
"Eh iya kenapa shen?" tanya Dirtty pada gadis itu
"Malah melamun" ketus gadis ituyang malah membuat Dirtty tertawa.
Ya pria remaja itu adalah Dirtty Diwangkara bocah gembul nan lucu itu kini menjelema menjadi pria tampan bisa dikatakan melebihi ayahnya dia adalah mos wentednya sekolah SMA NUSBANG.
Siapa yang tak kenal si tampat itu di SMA NUSA BANGSA itu,siswa terpopuler bukan hanya dikelasnya saja bukan hanya disekolahnya saja tapi juga dihampir seluruh indonesia karna sosial medianya.
Karna parasnya itu Dirtty sering dijadikan om Aldo sebagai model untuk usaha pakaiannya itu, menjadi ambasador Alros distro sebuah toko pakaian yang sangat terkenal bukan hanya dikalangan anak muda saja dan juga bukan hanya ditanah airnya saja tetapi juga sudah keasia.
Sahabat papahnya itu paling pintar untuk memilih model, berkat Dirtty dia benar - benar kebanjiran pesana dan berkat om Aldonya itu yang menjadikannya ambasador brand baju omnya itu membuat si anak gembul itu menjadi terkenal disosmed.
Maka tak heran siwajah tampan bermat hezel itu digilai banyak kaum hawa dan ingin dijadikan acuan oleh kaum adam untuk bisa sepertinya. Menjadi pusat perhatian itu tak gampang karna sifatnya yang mirip dengan sang daddy dingin bak es batu yang tidak bisa dicairkan oleh sembarang orang.
Tapi entah kenapa sifatnya yang dingin itu malah menjadi daya pikat yang hebat untuk anak itu.Maka tak heran jika seorang Shena Ayodhia Hernest itu mengidolakan siswa itu. Padahal gadis itu adalah salah satu gadis remja yang digilai para kau adam.
Siapa yang tak ingin dekat dengan Queennya SMA NUSBANG satu ini, dia terkenal karna paras cantik dan sifat lemah lembutnya dihampir diseluruh antar pelajar mengenalnya.
Walau tidak seterkenal Dirtty, banyak yang ingin menjalin hubungan dengan gadis itu tapi selalu ditolaknya. Hanya karna satu dia sudah memiliki tambatan hati yag entah memiliki rasa yang sama dengannya atau tidak.
__ADS_1
"Ihhh malah ketawa nyebelin" ucap Shena kesal melihat temannya itu tertawa puas.
" Habis loe itu mukanya masya allah" ucap Dirtty
"Kenapa cantik ya" PD anak itu menjawab
"Mukanya itu pengen ngebuat orang nampol tau.. Hahaha" ucap Dirtty masih denga tawanya yang menawan dari kejauha tawa itu bisa menular yang lain yang tadinya adik sendiri.
"Ihhhh nyebelin" ketus Shena
Ya itu lah mereka tak pernah bisa jujur dengan perasaan masing - masing entah karna apa. Hanya bisa saling meledek saja.
Walaupun demikian Dirtty cukup senang bisa tertawa bersama dengan siswi yang dicintainya itu. Namun saat ini tak bisa dipungkiri rasa cemasnya itu benar - benar ketara entah kenapa hatinya begitu hawatir.
"Kenapa si Dir muka loe emang bener nyeremin tau ga?" tanya Kevan sahabat Dirtty
"Engga tau deh perasaan gue ga enak van " jawab Dirtty
"Ga enak gimana sih ?" tanya Shena menimpali.
"Ga ngerti deh gue juga" jawab Dirtty tak lama berselang ponsel Dirtty berdering dari mamahnya.
"Assalamualaikum mah"
"Waalaikum salam" jawaban dari sana terdengar sangat kecil dan tidak terlalu jelas karna hujan.
"Abang dimana?" tanya mamahnya
"Masih dialun - alun mah kejebak hujan jadi belum pulang sama yang lain juga ko" jawab Dirtty .
"Ohh ya sudah .. Mamah kira abang sendirian, mamah juga masih diluar jemput adik kamu les ni" ucap sang mamah.
"Mamah jemput adek sama siapa?" tanya Dirtty
"Sama mba Nina" jawab mamah
"Emmm... Berarti kakak dirumah sendiri dong" ungkap Dirtty
"Engga kakak lagi jalan ama Naumi sama Lisda" jawab mamah kembali
"Oh gitu"
"Ya udah mamah tutupnya abang hati - hati pulangnya" ucap sang mamah
"Yes mem" jawab Dirtty dibalas tertawa renyah sang mamah.
Telpon itu diakhiri dengan salam tentunya. "Nyokap loe?" tanya Kevan
"Nanyain gue masih dimana" jawab Dirtty.
"Dirtty dekat ya sama mamahnya?" tanya Shena
"Banget Shen diama anak mamah" jawab Liandro sahabat Dirtty yang lainnya
"Emang gue anak ema gue " ucap Dirtty.
Senyum terkembang dari bibir mungil anak itu. Hujan masih setia mengguyur kota Jakarta, lumayan cukup deras hati Dirtty masih sama gelisahnya entah kemapa padahal mamahnya baik - baik saja.
Lantas perasaan apa ini, kenapa sampai secemas ini. Dirtty benar - benar tak mengerti tentang rasa cemasnya itu.
TBC....
🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣
Wahhh ada anak ayam...
Hai .. Hai cipand disini mudah - mudahan kalian suka sama squel DW ini. Si bocah gembul sama Anak teddy udah pada gede loh.
__ADS_1