
Karna kejadian tadi akhirnya Ana and the bocruh sekarang harus berhadapan dengan sang abang.
Dirtty sudah memasang tatapan tajamnya, untuk memulai introgasi kelima bocah rusuh dihadapannya itu.
_Lagi seperti itu saja Dir tetap terlihat tampan_ batin Shena yang berada disana bersama kedua sahabat Dirtty.
Dirtty terpaksa izin untuk tak ikut breving akhir selepas pertandingan, karena harus mengurus adinya dan keempat temannya itu.
"Katakan kenapa bisa disini?" tanya Dirtty memulai.
"Buat nonton ka Dirlah" jawab Naumi enteng tanpa beban, entah bocah itu memang polos atau malah mbo doh, disaat seperti ini gadis penakut itu malah terlihat biasa saja.
Sedangkan keempat temannya sudah mengkerut karna yakin pasti akan diadili karna kelakuan mereka. " Aisss.... Sudah izin kah?" kembali Dirtty bertanya
Kali ini pertanyaan itu sedikit menekan dan meminta jawaban bagus, "Kalau dapet izin ga mungkin kita mammmjummmuammmt" belum selesai Naumi berbicara Ana sudah membekap anak itu agar tidak membeberkan semuanya.
"Sudah kok bang sudah dapat izin" jawaban bohong yang langsung bisa Dirtty pastikan itu bohong.
Bukan karna Dirtty tau betul siapa adiknya atau Ana tak pandai berbohong, tetapi sudah dipastikan mereka pergi tidak mengantongi izin dari guru mereka ditambah lagi ucapan temannya Ana yang terpotong karna sekapan tangan adiknya itu.
Sudah menunjukan jika benar adanya bahwa adiknya saat ini tengah berbohong, "Kalian nyakin?" tanya Dirtty
"100% kak" kali ini yang menjawab si Bima sudah tau ketahuan bohong masih saja berbohong ya itulah bocah rusuh.
"Baik kalau memang sudah dapet izinnya, engga masalahkan kalau abang memastikan ke mis. Jena?" tanya Dirtty
_Aduhhh ... Ampe lupa abang kan punya no mis. Jena.Wali kelas ku memang baik tapi kalau tanpa persiapan matilah_ batin Ana.
"T...idak usah bang kan memang sudah izin" tolak anak beruang itu
"Loh kenapa kan abang cuman mau pastikan saja?" tanya Dirtty pura - pura tak paham.
"Sudah tau kalau ketahuan masih mau ngeles lagi aja" bisik Liandro pada Kehvan yang hanya dibals senyuman oleh dia
"Anak itu benar - benar ga kapok juga" gumam Kevan samar namun masih bisa didengar Liandro dan Shena yang berada didekatnya.
"I..Itu ka...rna mis. Jena sedang sibuk" jawab Ana tak tau lah dia bisa meyakinkan sang abang atau tidak sudah buntu untuk membuat alesan.
"Mau bohong lagi sama abang hemmmm ?" tanya Dirtty sambil menjewer kuping adik perempuannya itu.
"Aduhhh..... Aduhhhh abang sakit" keluh Ana sambil memegang telinga yang dijewer abangnya.
"Kalian ini benar - benar siapa yang menyuruh bolos?" tanya Dirtty sambil memelototkan matanya seram.
Keempat bocah itu kompak menunjuk Ana dalangnya, anak beruang yang tak terima pun protes dengan tatapannya, tega sekali membocorkannya giliran seperti ini mereka tak mau kena imbasnya, giliran tadi kesenangan dasar bocah.
"Ampun deh kakak, kalau mamah tau pasti kamu abis diomelin" ucap Dirtty
"Ya abang jangan kasih tau mamah ya" pinta Ana dengan mata pupy eyesnya ciri khasnya meminta sesuatu.
"Hemmmm... mau abang cerita atau engga pasit mamah sudah tau dari mis. Jena kan" ungkap Dirtty membuat anak beruang itu mengkerut.
Pasalnya dia paling takut mommynya marah tapi malah bikin mommynya naik darah mulu karna kelakuan ajaibnya itu.
"Sudah sekarang pulang bareng abang, kalian juga pada pulang" titah Dirtty menahan kesal karna kelakuan bocah - bocah rusuh.
__ADS_1
"Baik kak" jawab serempak remaja itu.
"Tunggu dulu kalian kesini naik apa?" tanya Dirtty
Ana mematung ditempatnya, anak - anak yang lain saling lirik tak ada yang berani jawab, takut! salah - salah malah nambah masalah lagi. Kasian Ana pasti setelah ini bakal dapet ceramah panjang lebar bukan cuman dari abangnya tapi juga dari orang tuanya.
Padahal mereka sendiri tinggal menunggu waktu saja untuk mendapat kuliah subuh setelah ini, dari para orang tuanya, karna mis. Jena sudah memberi kabar kepada kelima wali muridnya bahwa bocah - bocah rusuh itu kabur lagi dari sekolah.
"Emmmm" baru Deren akan menjawab Ana sudah memelototinya bibir yang sudah terbuka kembali mengatup, takut juga dia kena imbas nanti saat disekolah oleh anak beruang itu.
"Haissss.. Tidak ada yang mau jawab?" tanya Dirtty kembali tetap tak ada jawaban dari mereka.
Mau tak mau Dirtty mendekat kearah keempat teman sang adik, mencoba mengorek informasi.
"Naumi anak baik kan ?" tanya Dirtty kepada Naumi sambil mengelua rambut anak itu berusaha mengambil hati gadis itu.
Tanpa berusaha pun Dirtty sudah bisa mengambil hati para gadis didekatnya apa lagi jika berusaha seberapa banyak lagi hati perempuan yang akan meleleh itu.
Naumi tampak menganggukan kepalanya disisi lainnya para temannya dan Ana sudah berdebar sendiri.
_Jangan sampe si Nomnom itu buka rahasia_ batin Bima
_Aduh mampus dah taman riwayat gue disini. Nomnom loe berani ngomong abis sudah_ batin Deren.
_Pleach Nom jangan_ batin Ana sambil menggeleng kan kepala kearah Naumi memberi isarat.
Kelakuan Ana tak luput dari pemglihatan Kevan dan Liandro serta Shena, mereka bertiga terkekeh melihat kelakuan aik sahabatnya itu.
Kevan menghampiri Ana dan mengusap rambut anak itu yang sudah tanpa topi entah dikemanakan topinya itu.
"Boleh kakak tanya kan?" kembali Ana fokus kepada abang dan sahabatnya itu, Naumi mengangguk kembali.
"Kesini naik apa?" tanya Dirtty lembut, ada seseorang yang setengah mati berusaha nahan kecemburuannya disini. Siapa lagi kalau bukan Shena.
_Aduh Shen kenapa sama anak itu aja cemburu_ batin Shena.
Ana mengancam lewat tatapan pada Naumi yang dilihat oleh anak penakut itu. Bak kelinci yang takut diburu anak itu menciut melihat tatapan Ana. Sehingga tak berani bersuara.
Hemmmmm... Dirtty menghela nafasnya ternyata tak mudah menggali informasi rupanya, pada kloni adiknya ini, ternyat mereka punya sisi ini bagus sih tapi ko rasanya kesal karna dipakainya bukan hal positif.
"Emmm ... Kata Ana, Nau suka kucing ya ?" tanya Dirtty, kembali diangguki Naumi.
"Shiro lucu ya" pancing Dirtty
"Lucu .. Lucu banget ka" jawab Naumi terpancing, mau bagai mana Naumi pecinta hewan apa lagi yang namanya kucing. Kebetulan Ana punya satu kucing namanya Shiro sejenis bengal, warnanya totol putih lucu sekali.
"Shiro bisa main sama kamu loh, mau ?" tanya Dirtty masih merayu Naumi mengagguk namun lesu.
"Kenapa tidak mau main sama Shiro?" tanya Dirtty
"Mau ... Tapi Shiro tak suka Nau" jawab bocah itu lucu, aduh ya ampun entahlah itu polos atau apa, tapi wajahnya begitu lucu.
"Hehehe... Shiro nurut sama kakak nanti kakak suruh Shiro main kerumah Nau.. Nau mau ?" tanya Dirtty.
"Mau " ucap Naumi si anak penakut itu antusias.
__ADS_1
"Jadi katakan kesini naik apa?" tanya Dirtty, kembali Naumi terdiam ternyata anak itu kuat juga pendiriannya.
_ Ternyata susah juga bujukin Nau_ batin Dirtty.
"Shiro boleh nginep dirumah Nau" ucap Dirtty.
"Abangg" kali ini Ana protes bukan hanya karna takut Naumi membocorkan naik kendaraan apa mereka bisa sampai kesini, tapi karna kucing bengal kesayangannya mau diinapkan dirumah sahabatnya yang memang tak disukai oleh Shiro.
Naumi memang suka bahkan cinta sama kucing tapi Naumi malah jadi musuh bagi setiap kucing entah mengapa dia tak disukai oleh kucing, apa karna shionya - shio anjing sampai tak bisa berteman dengan kucing.
"Naik apa kesininya tadi Nau?" tanya Dirtty, menghiraukan protes adiknya.
"Nau" ancam Ana
Naumi menciut melihat bagai mana muka sahabatnya itu sudah menegang, jika dia bersuara maka habislah dia.
"Katanya pengen deket sama Shiro katanya mau main sama Shiro" ungkap Dirtty mengiming - imingi.
"Kenapa takut sama Ana?" tanya Dirtty yang langsung diangguki anak penakut itu. Ingin rasanya ia tertawa terbahak - bahak karna kelakuan sahabat adiknya itu.
_Aduhhh ni anak lucu banget sih, andai Ana masih seperti ini tidak seperti sekarang yang susah diatur_ bain Dirtty
"Ga usah takut ada kakak" jawab Dirtty
"Tapikan kalau Ana ga kasih ijin Shiro ga bakalan mau nginep" jawab anak polos itu yang membuat semua orang melong apa lagi anak beruang itu sampai mulutnya terbuka.
_Jadi dia bukan takut kalau gue marah tapi takut kalau gue ga kasih ijin Shiro nginep dirumah dia.. Wah kok kesel ya_ batin Ana.
Kevan dan Liandro sudah tertawa terbahak - bahak dibelakang, melihat tingkah polos teman dari adik sahabat mereka.
"Kakak yang kasih ijin" jawab Dirtty berusaha untuk tidak lepas kontrol padahal dia sudah ingin tertawa.
"T..adi kita n..ng.e...BM" jawab Naumi terbata ada rasa takut disana, Deren sudah menepuk jidatnya.
Jika Lisda dan Bima memiliki pemikiran yang sama jika Naumi cepat atau lambat akan membocorkan rahasia mereka karna kepolosannya.
Anak sepolos Naumi tidak akan pernah disangka jika jahil dan usilnya setara dengan Ana.
"Apa!!!" Dirtty benar - benar syok
"Siapa yang menyuruh?" tanya Dirtty mulai emosi
"Ana"Jawab Naumi takut - takut
"Hahhhh!!!!" Dirtty benar - benar tak percaya jika adik perempuannya itu yang mengusulkan.
"Ya Allah... Kakak .. Abang ga tau lagi deh sama kamu ada aja ulahnya... Ayo pulang" ucap Dirtty menahan kesal sambil menarik Ana untuk segera pulang.
"Dan kalian pulang, jangan pake acara nge BM lagi ga baik. Satu lagi kalau Ana ngajak yang ga bener tu jangan diikutin tapi dinasehati ngerti" tegas Dietty mrmbuat keempat anak itu mengangguk.
"Ka..kalau gi.itu kami pulang ka" pamit Deren terbata sambil menyalim tangan Dirtty da teman - teman Dirtty yang lain menghormati yang lebih tua.
Dan jadilah hari itu introgasi yang sangst panjang.
🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈
__ADS_1
Miau... Miauwwwwwww...