KETIKA KITA JATUH CINTA ( KKJC )

KETIKA KITA JATUH CINTA ( KKJC )
KKJC : SPARING1


__ADS_3

Seharunya sudah tak ada murid disekolah ini, karna bel pulang sekolah sudah dibunyikan sejak 10 menit yang lalu, dan secara kebetulan ekstra kulikuler PMR sedang diliburkan, sedangkan rapat mingguan osis diganti hari kemarin karna hari ini ketua dan wakil ketua mengikuti seminar.


Jadi seharusnya sekolah sudah sepi oleh murid, tapi tidak untuk kali ini, karna hari ini, hari dimana Ana akan sparing melawan kakak kelasnya.


Sebenarnya bisa dikatakan tidak seimbang, karna kali ini Ana melawan laki - laki, namun apa boleh buat dikarnakan kalimat telah diucapkan, dan pantang bagi gadis mungil itu untuk menelan ludahnya sendiri.


Beberapa siswa turut hadir untuk menonton pertandingan berat sebelah itu, bagi mereka yang menonton sudah dapat dipastikan lawan Analah yang pasti akan menang, tapi tunggu dulu jangan langsung menilai jika pertandingan ini akan dimenangkan oleh Baron, sebelum melihatnya sampai akhir.


Karna itu sama saja meremehkan salah satu dari sipetarung, tak adil bukan jika demikian begitu, walau kita sendiri sudah bisa memprediksikan hal itu, tapi tetap saja alangkah lebih baik tidak meremehkan seseorang.


Ruang latihan Judo telah ramai oleh para siswa, siswi yang ingin melihat jalannya pertandingan, tentu saja salah satu yang mereka ingin lihat adalah siapa yang akan menang dalam pertandingan berat sebelah ini, walau mereka sudah dapat memastikan siapa yang akan menang.


Namun rasa ingin tahu itu muncul begitu saja dari benak para pelajar tersebut, "Sumpah gila sih tu si Ana beneran mau tanding ngelawan kakak kelas sengklek modelan si Baron itu" salah satu teman sekelas Ana berbisik kepada temannya yang lain, membicarakan kegilaan anak beruang itu.


"Si Baron kalau ampe kalah ama tu cewe, tamat sudah riwayat harga dirinya" ucap salah satu teman angkatan Baron, yang diangguki beberapa orang yang ada disana tentunya teman sipria tadi.


"Tapi gue salut sama adek kelas modelan kaya tu cewe, beneran pemberani tau ga sih" ucap salah satu dari perkumpulan kelima remaja senior itu.


"Apanya yang pemberani? Gila iya tu anak, seisi sekolah juga tau si Baron itu biang kerok, bahkan temannya hanya Sigit dan si Eril, itupun mungkin karna kasihan, atau cuan yang mereka dapet" timpal satu - satunya cewe yang berada dalam kawana senior itu.


"FYI bos kyu, Ana itu bisa bela diri, dia ikut eskul Judo" ucap siswa berkaca mata tebal disebelah sigadis, memberikan informasi.


"Ahhh masa? Kok Teguh ga pernah bilang kalau diJudo ada yang bening sih" tanya sipria itu, sepertnya salah satu  siswa yang menyandang gelar play boy, sayangnya mukanya pas - pasan, jadi tidak terlalu menjual, malah cewe - cewe seperti menghindar darinya.


Bukan karna gombalannya yang memang receh, hanya saja jika ingin menjadi play boy harus memiliki tampang yang menjual, barulah para gadis akan mendekat bahkan yang jauhpun ikut merapat.


"Huuuu... dasar leboy cap kampak loe Ndre, ngeliat bening dikit langsung mau maen sikat aja" sorak siswa disampingnya yang membuat ketiga temannya ikut menyoraki Siswi laki - laki yang dipanggil 'Ndre' tadi.


"Tapi kayanya tu cewe kurang menonjol deh diJudo" timpal sirambut kribo disamping sikacamata pembawa informasi tadi.


"Ya sepertinya sih begitu" jawab si cewe.


"Tapi ni yah, jangan pernah remehin anggota eskul Judo loh, kaliankan tau eskul Judo kita itu yang paling menonjol, bahkan sudah banyak menyumbang piala dan medali kesekolah kita, loe liat aja tu jejeran medali diloby banyak bukan, dan salah satu yang memenuhi rak piala adalah dari eskul Judo" panjang kali lebar kali tinggi, si kacamata berucap memberikan sebuah informasi.


"Loe bener Man, walau kaga bisa diremehin juga tetep aja lawan dia kali ini laki - laki, dan si Baron juga terkenal tukang adu jotos" ucap si kribo.


"Kalau gue sih kaga yakin tu cewe bakal menang" timpal siswi itu.

__ADS_1


"Jangan pernah ngeremehin seseorang hanya karna dia perempuan kak" ucap Derren ikut dalam obrolan, saat iya berpintas melewati mereka, karna akan kedepan agar lebih bisa melihat Ana dan Baron bertending.


"Gue setuju ama anak tadi" jawab sikaca mata.


"Tapi tetap saja gue ga yakin tu cewe bisa ngalahin si Baron" balas si kribo tadi


"Kita liat ajalah" putus siswi tadi.


Ok tinggalkan perdebatan para siswa - siswi yang mengatakan pemikirannya masing - masing, kita beralih ke Ana yang sudah selesai dengan persiapannya, begitu juga dengan Baron.


Teguh yang akan menjadi wasit dalam sparing kali ini, Teguh sudah maju terlebih dahulu dan akan segera memanggil kedua petarung yang akan bertarung.


"Gila sih si An, kita - kita aja yang udah sering ikut lomba dan menang ogah berurusan sama si Baron, walapun ada kemungkinan untuk kita menang, lah bocah atu ini malah nantangin, udah kaya paling jago aja diJudo" ucap salah satu anggota Judo, ada beberapa anggota Judo lainnya yang juga ikut melihat sparing kali ini, ingin tahu saja.


"Iya udah mah, An tidak pernah menonjol dari kita - kita Pejudo perempuan" timpal siswi yang juga keanggotaan Judo.


"Mungkin hanya ingin cari sensasi saja kali tu anak" jawab yang lainnya.


"Sudah - sudah kalian ini bisanya berkomentar saja, kaya paling berani saja" dengus Iwan si wakil ketua eskul Judo itu, Iwan memang tak pernah suka diskriminasi dalam bentuk apapu apa lagi pembulian.


***


Ana dan Baron lantas maju kearena tanding, dengan percaya dirinya Baron melangkahkan kakinya.


"Untuk kali ini hanya sparing biasa, peraturan gue yang tentukan kali ini karna salah satu dari kalian bukanlah anggota Judo, maka pertarungan ini bebas dengan gaya beladiri masing - masing, hanya ada satu peraturan yang pertama kali tumbang dialah pemenangnya tentunya dalam hitungan ke10 dia belum dapat bangun dan waktu pertandingan hanya 30 menit bagai mana?" Tanya Teguh, menjelaskan jalannya pertandingan nanti untuk peraturan.


"Baik, dimengerti" jawab Ana.


"Ok" singkat Baron.


"Ok, bersiap dalam posisi masing - masing" titah Teguh.


Ana dan Baron mengikuti intrupsi dari wasit setelah memberi hormat kepada si wasit. "Hai" tanda mulai dari si wasitpun dibunyikan.


Setelah penghormatan kemasing - masing, kuda - kudanpun dilancarkan, dan aksi saling serang pun terjadi, tak ada yang ingin kalah disini, keduanya sama - sama berambisi untuk menang.


Baron yang ingin menang karna tak mau jika harga dirinya sampai jatuh ditangan adik kelasnya ini, dan Ana yang memang ingin menang karna sahabatnya, untuk keadilan dari sahabatnya sendiri.

__ADS_1


"Ayo...ayo...ayo" sorak soray dari para penonton terdengar menyemangati keduanya.


"An... ayo An loe bisa" teriak Naumi sekencang yang dia bisa.


"Berisik Nauuuuuuu" teriak ketiga temannya yang berada disampingnya.


Mendengar namanya diteriaki Naumi kaget sendiri lantas menyengir lebar, pertandingan terus berlanjut, saling tumbang menumbangkan tapi masih belum terlihat siapa yang akan menang, sepertinya keduanya sama - sama kuat.


"Gue takut An kenapa - kenapa dah" ucap Bima.


"Jangan ngomong gitu" tegur Lisda


"Bener tu Bim, percayakan saja sama An, pasti Ana bisa menang" tambah Derren.


"Gue sipercaya" jawab Naumi, '*B**isa jadi sih seimbang mungkin seri*' tambahnya dalam hati.


"Bukan masalah itunya" ucap Bima.


"Lah terus?" Tanya Derren


"Gue sih kaga permasalahin menang kalahnya buat Ana, bomat mau menang atau kalah mah" ujar Bima.


"Yang gue takutin tu anak kenapa - kenapa, gue takut pawangnya ngamuk tau, kemaren aja waktu insiden sama mak lampirnya Nusbang, bang Dirtty ngamok apa lagi kalau tu anak sampe kenapa - kenapa" jelas Bima.


Karna mendengarkan ucapan dari Bima barusan, Derren, Lisda dan Naumipun sama - sama ikut jadi meremang merinding sendiri membayangkan bagai mana Dirtty ngamuk. Kemarin saja yang bisa dikatakan tidak sampai parah emosi Dirtty nyermin apa lagi sekarang kalau ketahuan Ananya lecet.


"Aduhhhh gimana dong?" Ucap Lisda bertanya.


"Siap - siap aja loe pade, kita pasti dapat introgasi" kelekar Bima.


"Ihhh si Bima mah, udah tau waktu itu aja diintrogasi ama dia badan gue ampe lemes" jawab Naumi.


"Kenapa takut loe?" Tanya Derren


"Gugup, beneran keliat jelas gantengnya kan guenya jadi melting" jawab Naumi yang langsung dapat toyoran dari ketiganya.


TBC...

__ADS_1


 


__ADS_2