KETIKA KITA JATUH CINTA ( KKJC )

KETIKA KITA JATUH CINTA ( KKJC )
KKJC : BERTEMU


__ADS_3

Satu jam sudah Naumi dkk menghabiskan waktu mereka ditemzone, tak terasa Lisda juga sepertinya menikmati permainan yang ada, tiba - tiba perut Naumi berbunyi.


Kruyukkkk... kruyukkkkk...


Seperti itu mungkin suara perut Naumi yang berisik itu minta diisi, wajah Naumi bersemu mereh karna suara perutnya itu.


"Hehehe Nau laper" ucapnya.


"Ya udah kita makan dulu aja gimana?" Tanya Ana.


"Ok, tapi sebelum itu ayo kita tukar dulu apa yang kita punya" jawab Lisda mengajak menukar hasil dari bermain mereka.


"Kita bakal dapet apa ya?" Tanya Naumi antusias.


"Entahlah" jawab Lisda.


"Kira - kira cukup ga ya dapet tiga hadiah" ucap Lisda disela jalannya berfikir.


"Lebih dari cukup Lis" jawab Ana.


"Ya uda ayo" ajak Lisda semangat, dia menginginkan sesuatu yang tergantung tadi, saat mengisi saldo temzonenya tadi dia tak sengaja melihat benda itu seingatnya ada tiga, bisalah ditukar dengan itu semua agar mereka memiliki masing - masing satu.


****


Ana dan dua sahabatnya itu sudah ada disalah satu resto fashfood dimall itu, yang mengantri kali ini Lisda, Ana dan Naumi bertugas untuk mencari tempat.


Setelah makanannya datang mereka langsung melahapnya tanpa banyak acara lagi, ternyata berbain ditemzone menguras tenaganya, hingga membuat ketiganya larut dalam nikmatnya makanan mereka karena rasa lapar yang mendera.


Disela makannya Ana tak sengaja melihat seseorang yang sangat amat dikenalnya, siapa lagi kalau bukan abangnya sontak saja tanpa pikir panjang lagi dia memanggilnya.


"Abang" teriak Ana, membuat beberapa pengunjung melihat kearahnya namun dia malah tak perduli sepertiya, mendengar ada yang memanggil dengan panggilannya membuat Dirtty menoleh kearah sumber suara ternyata ada adiknya disana tengah melambai, mengajaknya untuk gabung.

__ADS_1


Dirtty berjalan kearah meja Ana, Ana tampak antusias masih belum sadar jika Dirtty tidaklah sendiri, "Hai, disini juga ternyata" ucap Dirtty yang mendapat anggukan ketiganya karena memang mereka masih menikmati makanannya.


"Bang Dir sama siapa?" Tanya Naumi penasaran melihat abang dari sahabatnya itu jalan dengan perempuan, cowok cuek kaya Dirtty teryata bisa juga gandengan kaya gitu fikirnya.


"Namanya kak Shena, boleh gabung sama kalian ga kebetulan kita juga mau makan?" Tanya Dirtty yang mendapat angukan dari kedua sahabat Ana berbeda dengan Ana yang baru sadar jika abangnya membawa seseorang bersamanya.


'Abang gandengan sama cewek, siapa ya?' Batin Ana bertanya - tanya.


"Ok deh, abang ke kasir dulu titip kak Shena ya jangan digalakin ya" ucapnya


"Emangnya barang pake dititip, ga mungkin digalakin ko bang" kesal Lisda yang membuat terkekeh sambil lalu.


"Duduk kak" ajak Naumi mempersilahkan duduk ditempat yang masih kosong.


"Terimakasih" jawab Shena sambil melirik Ana yang sedari tadi bungkam. 'Ada apa denganya ya?' Batin Shena bertanya.


"Ngelamun aja loe, kesambet nanti" ucap Lisda sambil melempar Ana dengan kentang goreng yang tengah dimakannnya.


"Ehhh.. maaf - maaf otak gue lagi trevling tadi mikir ketemu sama pangeran tampan" bohongnya.


"Emangnya An belum dibolehin pacaran ya?" Shena mencoba bergabung dalam obrolan ketiga remaja itu, mengusir rasa bosan menunggu sang kekasih juga bertujuan agar bisa dekat dengan salah satu adiknya Dirtty yang masih membuatnya cemburu itu, ini salah satu cara agar Shena tak lagi merasa cemburu pada Ana pikirnya.


"Hehehe belum boleh, boro - boro boleh pacaran kak, main aja selalu ditanyain mulu, ga boleh pulang malem - malem lah ga boleh ini lah ga bole itu lah" cerocos Ana berkeluh kesah.


Shena tersenyum gayung bersambut ternyata, Ana mau mengobrol dengannya dan gaya bahasanya juga tidak terkesan kaku, atau terbata - bata, malah lebih terdengar asik seperti dirinya sudah mengenal Shena dari lama bukan baru sekarang.


"Itu karena mamahnya Ana sayang sama Ana" jawab Shena.


"Iya sayang, saking sayangnya Ana malah dikasih bodiguard yang tiap hari ngintilin An, untung aja hari ini engga" kesalnya bercerita, membuat kedua sahabatnya terkekeh geli kalau sudah menyangkut Chio anak beruang itu selalu seperti itu.


"Eh iya kakak pacarnya bang Dir ya?" Tanya Naumi sepontan membuat kekehan Lisda sirnah dan Ana terdiam. Shena ditodong seperti itu malah bersemu merah menahan malu, entah kenapa anak beruag itu malah tidak suka, apa lagi dengan pertanyaan dari Naumi.

__ADS_1


"Naumi kakaknya kan jadi malu loe tanya kaya gitu" ucap Lisda mengembalikan suasana yang sempat hening tadi.


"Engga heran aja, bang Dirkan cuek kalaupun gandengan biasanya sama Ana sama Regi saja mentok - mentok gandengan tangan sama mamahnya atau ncus Nina" ucap Naumi.


Deg....


Entah kenapa hati Ana terasa sakit saat ini, "Bener kakak pacaran sama abang?" Tanya Ana bergetar.


Shena malah kembali bersemu ditanya demikian oleh adik sang pujaan hati, tanpa sadar kepalanya mengangguk, Shena tak menyadari perubahan dari sikap Ana begitupun dengan kedua sahabatnya, bukankah sudah dikatakan kalau Ana pintar dalam mengolah emosinya itu.


'Kenapa abang ga cerita ya? Kenapa rahasiain ini dari gue ya biasanya juga engga tuh' batin Ana bertanya - tanya.


'Padahalkan kalau cerita Ana pengen kenal dekat dengan pacarnya abang' batinya kembali, padahal dia belum tahu bagai mana nanti jadinya setela dia mengetahui jika sang abang memiliki pacar itu, akan kah semuanya sama seperti dulu atau malah berubah.


"Wah abang jahat ga cerita keAn" kesal Ana tanpa sadar dia berbicara seperti itu membuat Shena tersedak ludahnya sendiri.


"An ga suka abang An punya pacar ya?" Tanya Shena ada rasa takut jika sampai Ana tak merestui hubungannya, sudah dapat dipastikan Dirtty akan menyetujui Ana adiknya dibandingkan dengan dirinya yang hanya pacarnya saja.


"Ahhh... engga gitu ko ka, kak Shena jangan salah paham dulu, An cuman kesal saja biasanya abang ga main rahasia - rahasiaan sama An" keluh Anak itu sempat kelabakan karena melihat raut sendu dari pacar abangnya itu.


"Terus?" Tanya Shena.


"Kan kalau abang punya pacar An bisa ada teman main baru, itu juga kalau kak Shennya mau main sama Ana" jelasnya membuat Shena tersenyum senang manakala ketakutannya tidak terbukti.


"Mau dong mau banget malah" jawab Shena cepat membuat anak beruang itu terkekeh. 'Ternyata benar apa kata Dir, Ana orangnya asik, ahhh Shena mikir apa loe itu selama ini' keluh batinya.


****


Dari kejauhan Dirtty melihat interaksi pacar dan adik kesayangannya itu, ia tersenyum mana kala meja itu ramai degan suara tawa, walau dia masih mengantri dikasir tapi dia bisa tahu jika dimeja adiknya itu mereka tegah asik bercanda terlihat dari tawa yang tak terdengar itu.


'Lihatkan Shen tak seburuk yang kamu bayangkan jika kamu mau dekat dengan Ana, kamu terlalu mudah cemburu untuk gadis seimut adik ku' batin Dirtty.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


TBC


__ADS_2