
Dirtty tengah disibukan dengan acara yang akan diadakan sekolahnya, persiapannya hampir 100% acara pelantikan Kepemimpinan Siswa kali ini tidak diadakan disekolah, melainkan diluar sekolah.
Lokasi pertama yang seharusnya sudah akan mereka tempati hanyalah wacana saja karna ada kerusakan dibeberpa tempat yang menjadikan tempat itu tutup untuk sementara waktu karna akan perbaikan.
Dan akhirnya Dirtty dkk memilih tempat diBuperta untuk acara kali ini, awalnya mereka akan mengadakan acara indoor saja, tapi Tea mengusulkan sesuat yang Dirtty kira cukup menarik untuk adik kelasnya nanti yang akan menjadi peserta.
Sebelum malam pelantikan mereka akan mengajak seru - seruan anak kelas X dengan bermain games, dikampung Maen diBuperta, tak ada salahnyakan jika pelantikan Kepemimpinan Siswa kali ini sedikit berbeda.
Besok Dirtty dkk akan keBuperta untukย menyurvei tempat yang akan dijadikan lokasi acara mereka, dan akan memasang beberapa perlengkapan disana untuk kebutuhan acara nanti
Acara yang akan dia adakan 2 hari satu malam itu akan digelar secara outdoor, dan jika tak ada aral melintang acara itu akan dilakukan jum'at ini, tepatnya pada pukul 08.00 wib rombongan siswa Nusbang akan berangkat dan minggu sore akan kembali pulang.
"Kak, kakak mau ikut abang ga besok?" Tanya Dirtty.
"Kemana bang?" Tanya Ana antusias, sudah lama sepertinya dia tak main bersama dengan sang abang.
"Ada abang mau survai tempat buat acara sekolahnya abang" jawab Dirtty
"Kakak mau ikut ga?" Tanya Dirtty.
"Sama ka Kev dan kak Lean?" Ana malah balik nanya.
"Sama anak yang lain juga" jawab Dirtty.
"Tumben" ucap Ana.
"Sudahlah, jadinya kakak mau ikut apa engga?" Tanya Dirtty menekankan agar adiknya itu tidak banyak tanya lagi, bukannya apa adiknya itu cerewet sekali kalau sudah nanya tidak akan satu pertanyaan.
"Emang berangkatnya jam berapa?" Tanya anak beruang itu.
"Sudah jam pulang sekolah" jawab Dirtty.
"Ikut kalau gitu" seru Ana cepat, sejujurnya sih dia ada latihan Judo, tapikan itu bisa izin, lagi pula kapan lagi dia dibolehkan ikut saat abangnya itu lagi ada acar bareng teman - temannya.
'Kesempatan cuci mata nih, kata Lisda diNusbang banyak cogannya, urusan Judo bisa izin, yang penting besok bisa refresing dulu' batin anak beruang itu senang.
"Ya sudah, kalau begitu besok bawa baju salin, biar ga pulang lagi, nanti abang jemput" titah abangnya itu.
"Siap bos" jawab Ana semangat.
"Hais" ucap Dirtty, sambil berlalu dari kamar sang adik. 'Seng bener kayanya dia, kalau ga takut dia ngamuk karna ga bisa tepatin janji ogah gue ajak Ana, yang ada nanti malah digodain anak - anak lagi, udah Kevan sama Leandro aja udah stres, apa lagi yang lain' cerocos batin Dirtty.
Ohhh jadi itu penyebabnya kenapa setiap Ana ingin ikut saat Dirtty kumpul tak pernah diajaknya dan lebih sering bawa Regi kemana - mana karna dia tidak mau Ana sampai diganggunin bahkan sama temannya sendiri, apa lagi kalau sampai digombalin. Dirtty tau betul anak seusianya lagi senang - senangnya dengan yang namanya love story atau percintaan entahlah apa namanya itu.
Dirtty hanya tidak mau Ana baper dan berujung sakit hati karna hanya dipermaikkan, Dirtty hanya ingin adiknya itu mengenal cinta pada saat yang tepat dan sudah bisa menyikapi masalah itu, jangan seperti dirinya yang terus - terusan bimbang terhadap perasaannya itu.
***
Waktu yang ditunggu - tunggu anak beruan itu tiba, saat bel tanda pulang sekolah, setelah guru mengakhri pelajaran siang itu, lantas guru itu keluar dari kelas, Ana sudah melesat dari kelas itu menuju toilet, untuk mengganti pakaiannya, karna sebentar lagi abangnya akan menjemputbnya ia tak ingin membuat abangnya menunggu lebih lama.
"Itu si An kenapa dah?" Heran Derren bertanya menghampiri Naumi.
"Engga tau, ga sempet pamit juga sama Nau." Jawab Naumi
"Mungkin ada keperluan, urgen juga kali" tambah Lisda.
"Oh"
"Udah yu balik aja" ajak Bima yang diangguki ketiga temannya itu.
Didepan kelas Derren dkk berpapasan dengan Baron dkk yang ingin kekelas mereka entah ada urusan apa mereka.
"Kak Baron" ujar Bima kaget karna memang dirinyalah yang berada paling depan saat hendak keluar dari kelas, membuatnya berpapasan langsung dengan Baron yang ada didepannya, entah mengapa Bima selalu takut berhadapan dengan Baron, karna kejadian watu itu yang mengakibatkan dirinya tidak bisa berjalan, bahkan sampai saat ini kakinya masih pincang kalau berjalan walaupun sekarang dia sudah tak menggunakan bantuan kruk.
__ADS_1
"An mana?" Tanya Baron to the point.
"An sudah pulang dari 5 menit yang lalu kak" jawab Derren.
"Ohh.. Begitu" Baron
"Memangnya ada apa ya kak cari Ana?" Tanya Naumi mencoba sesantai mungkin, tak ingin terlihat takut didepan Baron, karna Ana pernah bilang kepadanya semakin kita takut terhadapnya semakin baron suka untuk mencari masalah dengan orang tersebut, jadilah Naumi sekarang mencoba untuk berani walau kakinya sudah gemeteran.
"Ada perlu bentar sama dia" jawab Baron santai.
"Oh gitu, tapi anak beruang itu sudah pulang, kalau memang penting biar nanti gue sampein pesen dari loe kak" saran Derren, disini yang paling santai hanya dia saja.
"Ohh ga usah deh, biar nanti gue yang cari dia saja, bilangin aja kedia gue nyariin gitu" titah Baron.
"Baik kak" jawab Derren, setelahnya Baron bener - beber pergi dari Derren dkk.
"Ada masalah apa lagi sih Ana sama si tukang rusuh itu?" Tanya Lisda.
"Mana gue tau udah ah balik aja yu" ajak Derren.
****
Ditempat lain anak beruang dan anbang dkknya baru setengah jalan dan mutusin buat mengganjal perut mereka terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan mereka, yang jarak tempuhnya kurang lebih masih satu setengah jam lagi itu.
"An sini duduknya bareng sama babang Dio saja" ajak Dio pada Ana untuk duduk disebelahnya, sedang Dirtty sudah memasang muka masamnya semenjak tadi berangkat, karna teman - temannya selalu menggangu Ananya.
Ana yang melihat tatapan Dirtty menggeleng "Ana sama bang Dir aja kak" jawab anak beruang itu.
"Ahhh.. memang Ana ga bosen apa? Kan setiap hari ketemu bang Dirttynya, sedangkan sama kita mah jarang, bahkan ga pernah baru kali ini" ucap Dio kembali, Ana melirik Dirtty sekilas lantas duduk dengan manis didekat Dirtty.
'Lebih baik tidak berulah An, agar kau masih bisa bermain' batin Ana, memang semenjak Chio kembali anak beruang itu sudah kembali terkurung lagi, menurutnya bahkan selama 2 minggu kemarin Ana tidak bisa bolos barang seharipun, membuatnya kesal saja.
"Kaga usah minta yang macem - macem nyet, loe kaga liat apa tu yang punya biji matanya udah mau keluar, karna melotot" ucap Leandro memperingatkan Dio.
Bukankah sudah dikatakan jika Dirtty itu cuek dan terkesan dingin dan pendiam, jarang ada teman - temannya yang tahu soal Dirtty, mereka hanya teman biasa yang tidak terlalu dekat dengannya berbeda dengan dua sahabat amburadulnya itu.
"Ah.. Dirtty loe mah ga asik, biar apa Ana duduk bareng gue" pinta Dio, yang langsung mendapat lirikan tajam oleh Dirtty.
"Ana duduk disebelah gue" tandas Dirtty tak ingin dibantah, membuat nyali Dio ciut untuk meminta lagi. Sedangkan Leandro dan Kevan hanya terkekeh melihat temannya menciut ditangan Dirtty.
'Mamam tu leboy, loe kaga bakalan bisa godain anak beruang' batin Leandro.
"An mau duduk bareng kak Shena?" Tanya Shena.
Anak beruang itu tidak pernah bisa menolak jika yang memintanya sesopan dan selembut itu, sudah dikatakan bukan hati anak itu lembut.
Ana melihat sang abang meminta persetujuanya, Dirtty yang dilahat adiknya seperti itu tahu jika Ananya ingin duduk bareng Shena.
Dirtty mengelus kepala rambut Ana, dengan seulas senyum tentunya yang jarang sekali ditunjukannya dihadapan teman - teman yang lainnya.
"Boleh" jawab Dirtty sambil mengangguk, membuat simpul senyum dibibir anak beruang itu tercetak manis, jika para wanita ini meleleh melihat senyum Dirtty, berbeda dengan para lelaki yang berdesir karna melihat Ana tersenyum.
ย
"Adem bed dah liat senyumnya" bisik Miko pada Kevan yang ada disebelahnya yang diangguki oleh Kevan.
"Makasih abang" jawab Ana, Dirtty hanya tersenyum saja.
Anapun pindah tempat duduk diantara Shena dan Sima, mamang yang survai tempat hanya Dirtty, Kevan, Leandro dan Miko serta Dio siswa prianya sedang yang lain mengerjakan lainnya yang masih banyak tersisis.
Sedang yang perempuan hanya Shena dan Sima, ditambah Ana, kalau nanya dimana yang merekomendasikan tempat jawababya adalah, Tea sedang membantu ibunya dirumah sakit, karna hari ini kakak laki - lakinya bisa dibolehkan untuk pulang.
Setelah sekian lama tidur akhirnya kakanya yang beda 5 menitnya itu bangun juga, bahagia sekali dia saat Teo bisa kembali terbangun, dan setelah satu minggu akhirnya Teo dinyatakan sembuh dan boleh pulang, walau masih harus memakai kursi roda.
__ADS_1
Walau demikian Teo tetap senang bisa pulang, lagi pula kakinya hanya sementara tidak bisa jalannya jika sering dipakai jalan akan normal kembali ko.
Dirtty dkk juga sudah menenguk kakak kelasnya itu setelah tau Teo bangun dari tidur panjangnya, walau Dirtty dkk mengenal Teo tidak selama teman - teman Tea yang lain, tapi Dirtty dkk tau betul orang seperti apa Teo.
Kakak kelas baik yang mau bergabung dengan adik kelasnya untuk bermain, dan juga banya memberi pengarahan dari pelajaran dan juga ekstra kulikuler, Teo tida pelit ilmu.
Ok balik lagi dimana Dirtty dkk yang baru saja selesai menyantap makan siang yang sudah kesorean karna waktu menunjukan pukul 15.00 wib.
Dirtty dkk kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat survai.
Skip..
Dirtty sudah setengah jam sampai diBuperta dan langsung melihat tempat yang akan dijadikan untuk acara sekolahnya jum'at besok.
"Bagai mana aman?" Tanya Dirtty
"Sip semuanya aman" jawab Kevan membuat Dirtty mengangguk.
"Semua persiapan sudah selesai?" Tanya Dirtty kembali.
"Sudah tinggal pelaksanaannya saja" jawab Sima.
"Baiklah kita pulang" ajak Dirtty.
"Dir, nantilah kitakan baru datang belum berkeliling juga, lagian gerbang utama juga belum ditutup" ucap Miko
"Iya Dir, kita disini dulu ya" pinta Sima yang diangguki yang lainnya, akhirnya Dirtty menganggukkan kepalanya pasrah.
Padahal dia ingin segera pulang, kasian sama Ananya yang sudah terlihat lelah, Dirtty lupa jika Ananya alergi dingin dan dia malah membawanya ketempat seperti ini, semakin sore semakin dingin tempatnya.
Ana kembali merapatkan swetter yang tidak seberapanya itu, jangan salahkan Dirrty karna Dirtty sudah mengingatkan anak itu untuk membawa baju hangatnya yang tebal sayang anaknya bebal..
Dirtty yang melihat adiknya sudah menggigil, dia menanggalkan jaket kulitnya lantas menyampirkan ketubuh kecil adiknya, Ana mulai merasakan kehangatan yang lebih, melihat abangnya.
"Trimakasih" ucap Ana tersenyum
"Jangan sampai kakak sakit" jawab Dirtty sambil mengacak rambut adiknya itu membuat Ana manyun karna kesal. Padahal Dirtty tengah menutupi kegugupannya, entah kenapa ada perasaan aneh yang tiba - tiba saja muncul untuk adiknya itu.
'Inget Dir dia adik loe' tegas batin Dirtty.
Sedangkan Shena yang melihat hal itu kesal bukan main, cemburu sudah hatinya melihat pacarnya itu malah bermesraan dengan adiknya bukan dirinya.
'Kenapa selalu Ana sih yang jadi prioritas tu anak, padahal gue dari tadi ada disini' batin Shena kesal.
Dirtty memang mengutarakan persaannya pada Shena, setelah beberapa minggu yang lalu tepatnya sebelum nongki mereka.
Hanya saja tak ada yang tahu tentang hubungan mereka bahkan Leandro dan Kevanpun baru kemarin tahunya mengenai hal itu, bukan ingin Dirtty untuk seperti ini, melainkan Shena yang menginginkannya.
Jadi dirtty lebih memilih menuruti kemauan pujaan hatinya itu, dari pada publis kepublik, lagi pula dia sadar siapa dirinya jika sampai para fansnya tahu entah apa yang akan dilakukan mereka, hanya takut Shenanya dibully.
'Dirtty keterlaluan' kesel Shena lantas pergi meninggalkan tempat itu seorang diri, karna pemandangan yang terakhir dilihat Shena membuat hatinya semakin panas membara.
Bagai mana tidak panas membara jika yang Shena liat tadi adalah adegan pelukan antara kekasih dan adiknya, selama pacaran 2 minggu ini, jangankan untuk dipeluk Dirtty pegangan tangan aja masih jarang makinlah menbuat Shena kesal.
Lah itu sih salahnya sendiri mengapa dia tidak ingin publis soal hubungannya dengan Dirtty padahal Dirttynya saja ingin, alasannya klise 'Biar mereka tahu dengan sendirinya' ahhh itu terlalu klise menurut Kevan dan Leandro.
Nah kalau seperti itu jangan salahkan Dirtty melakukan semuanya secara sembunyi - sembunyi juga, karna mau manuruti keinginan kekasihnya.
Terkadang wanita susah untuk ditebak apa mau sebenarnya.
๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ
Awas daun kramat datang, lanjut nanti ya ๐๐๐...
__ADS_1
TBC.... DULU OKY...