KETIKA KITA JATUH CINTA ( KKJC )

KETIKA KITA JATUH CINTA ( KKJC )
KKJC : SERBA SALAHNYA JADI CHIO


__ADS_3

"Ada apa ncus?" Regi bertanya pada Nina yang melintas akan menghampiri kamar kakaknya.


"Engga tau ncus juga" jawab Nina


"Tadi apa yang dibanting?" Tanya Regi


"Pintu sama kakak" jawab Nina kembali


"Kenapa memangnya? Pintu salah apa?" Tanya polos Regi yang dijawab gelengan kepala oleh Nina.


"Ahhh... buat Regi kaget saja" setelah berucap demikian Regi kembali kekamarnya dan melanjutkan tidurnya yang terganggu sedang Nina kembali melanjutkan langkahnya untuk mengecek anak beruang itu.


Diketuknya pintu itu berulang kali oleh Nina namun tak ada jawaban dari dalam, itu semua tak membuat Nina patah semangat untuk mencari tahu ada apa dengan anak embaknya itu, padahal tadi seingatnya anak itu masih baik - baik saja tapi kenapa setelah dari teras lantai tiga rumah ini dia malah menangis.


Walau pintu tetap tak dibuka Nina tak beranjak dari tempatnya "Kakak buka pintunya!" Titah Nina.


"Kakak kenapa? Coba sini cerita sama ncus" ucapnya kembali membujuk agar anak majikanya itu mau membuka pintu kamarnya, tapi tetap saja pintu itu tak terbuka.


Chio menghampiri Nina, merasa ada orang disebelahnya Nina menoleh mendapati Chio yang sudah berada disampingnya dengan wajah memerah padam dan banyak keringat yang megalir dari pelipisnya.


"Habis ngapain kamu?" Tanya Nina heran melihat Chio begitu berkeringat bahkan bajunya saja basah oleh keringat.


"Olah raga" jawab Chio santai, membuat Nina kembali melongo, 'Tengah hari bolong olah raga, si Chio udah geser kali ya otak-e' bati Nina tak habis fikir dengan apa yang didengarnya dari Chio.


"Terus kenapa kesini bukannya bersih - bersih sana itu keringet kamu banya gitu" ucap Nina heran betah sekali manusia satu ini membiarkan tubuhnya yang berkeringat itu, sudah pastikan lengket tubuhnya pastikan tidak enak rasanya fikir Nina.


Chio hanya nyengir saja menampakan deretan gigi putihnya lantas menunjuk dengan dagunya kearah pintu yang tertutup itu, Nina mengikuti arah dagu Chio menunjuk.


"Ohhh jadi kamu yang buat Ana menangis iya?" Tanya Nina, ingin bilang tidak tapi kenyataannya dia yang membuat nona mudanya itu menangis, dijawab dengan anggukanpun dia malah merasa kesal karna dia bingung mengapa anak beruang itu menangis, padahal berbernya sudah ada ditangan si anak beruang.

__ADS_1


"Kakak nangis" gumam Dirtty yang baru saja datang ingin masuk kedalam kamarnya tidak jadi karna melihat dua orang dipintu kamar Ana, memang kamar anak - anak mamah Dian dan papah Dimi berdekatan, satu deretan Ana berada ditengah, kamar itu juga memiliki pintu terhubung kesetiap kamarnya.


Walau demikian jika sudah saatnya tidur pintu penghubung antar kamar dikunci, itu pesan yang terus diwanti - wanti oleh papah Dimi, karna sekarang sudah tak lagi ada cctv didalam kamar kedua anak remajanya berbeda dengan kamar Regi yang masih memiliki cctv, Regi masih butuh pantawan ekstra, walau demikian papah Dimi dan mamah Dian tak membiarkan Dirtty dan Ana tanpa pengawasan dari mereka.


Sebelum tidur kedua orang tua itu akan mengecek kamar anak mereka satu persatu, walau terkunci mereka memiliki kunci cadangan hanya mereka berdua saja, bahkan tak jarang mamah Dian suka mengecek kamar ketiga anaknya saat mereka sedang sekolah.


Bukan tanpa alasan dia melakukannya, semua karna dirinya takut anaknya salah bergaul atau mengetahui sesuatu yang belum seharusnya mereka tahu, yah zaman sudah berubah, teknologi makin cangih saat ini, tontonan dan bacaan anaknya harus terpantau olehnya.


Mamah Dian tak ingin anak - anaknya salah bergau apa lagi kedapatan mengetahui *** bebas atau mengenal obat terlarang da minuman keras, itu semua tak ingin samapai terjadi, jika mereka ingin tahu akan dia ajarkan dengan baik.


Mamah Dian tak ingin anak - anaknya sampai menyalah artikan kecanggihan teknologi seperti menonton vidio biru atau untuk usia 21 tahun keatas, mamah Dian inginnya dia yang membimbing anaknya, hal wajar jika anak - anaknya ingin tahu secara keingintahuan anak - anak lebih besar dari orang dewasa.


Dari pada terlambat mengetahui dan malah menimbulkan masalah untuk  anak - anaknya kelak


Bukankah lebih baik dirinya mengenalkan hal itu tapi dengan ajaran dan acuan yang benar, mengenalkan mereka kearah hal intim bukan berarti mengajarkan mereka untuk berbuat hal tidak terpuji, justru menurutnya jika dia mengenalkan kepada anak - anaknya sedini mungkin tentang hal - hal yang berbau intim itu akan mengajarkan anak - anaknya baik dan buruknya hal - hal yang menjurus keintiman.


Mamah Dian tidak ingin anak - anaknya tahu tanpa tahu baik buruknya suatu hal karna itu malah akan berdampak buruk kepada anak - anaknya nanti semisal mengikuti apa yang dia ketahui tanpa tahu akibatnya itu akan merusak masa depannya bukan.


Maka lebih baik mengenalkan mereka terhadap sesuatu hal yang memang mereka harus tahu, dan tentunya dengan danpak negatif dan positifnya yang diselipkan oleh mamah Dian.


Ok lupakan hal itu balik lagi kepada pembahasan dan permasalahan antara Chio dan si anak beruang hari ini.


"Kakak nangis kenapa ncus?" Tanya Dirtty, anak itu tidak jadi masuk kedalam kamarnya padahal tadi dirinya suda memegang hendel pintu tigaal menariknya saja pintu kamarnya sudah terbuka.


"Engga tau bang, tadi pas encus liat turun dari lantai tiga udah begitu" jawab Nina yang memang tidak tahu kenapa si anak beruang itu menangis.


"Apa bag Chi tahu?" Kali ini Dirtty bertanya pada Chio.


"Tadi sama saya diteras atas bang" jawab Chio jujur.

__ADS_1


"Terus kenapa nangis? Berantem ama bang Chi?" Tanya Dirtty sangsi biasanya walau berantempun tetap Chio yang kalah atau lebih tepatnya mengalah, dari pada dikerjai terus menerus sama anak beruang satu itu, heran saja jika sampai benar terjadi.


Sudah biasa dirumah ini jika Ana da Chio suka berantem, salah lebih tepatnya Ana yang senang membuli Chio, maka tah heran jika anak beruang suka kesal hanya karna Chio, tapi tak sampai menangis, ini malah terdengar aneh jadinya dikuping Dirtty.


"Awas ya kalau ama bang Chi" sudah cape karna dikerjain seharian, makan ati karna kelakuan berbernya sang nona muda, merasa bersalah karna melihat nona mudanya menangis, ditambah diancam sama abangnya sang nona malah jadi semakin menyedihkan hidup Chio ini dirumah itu.


Chio menghela nafasnya dalam - dalam, saat Dirtty tanpa permisi lagi masuk kemar anak beruang, sudah dapat dipastikan olehnya dia akan mendapat masalah lagi.


Dia bukan takut sama acaman Dirtty, walau bukan berarti Dirtty akan melepaskannya juga tanpa menyusahkannya, hanya saja yang dia takutkan adalah sang master.


Nona mudahnya itu begitu menyebalkan, karna tukang mengadu, jika dirinya tak berhasil mengerjai Chio maka dirinya akan mengadukan yang tidak - tidak kepada sang daddy, yang akan membuat Chio semakin pusing saja, dan kali ini Chio takut jika Ana sampai mengadu kalau dirinya dibuat menangis oleh Chio, Chio tak bisa membayangkan akan menerima hukuman seperti apa dari daddy yang posesif itu, dia brigidig ngeri saat tiba - tiba saja melintas jika dirinya akan digantung diatas pohon oleh sang master.


"Emang diapain sih sampe nangis gitu?" Tanya Nina heran.


"Engga diapa - apain mbak, malah saya yang dibuat kegerahan gegara ngambil siberber" terang Chio.


"Jadi kamu keringetan gara - gara berber?" Tanya Nina yang diangguki oleh Chio. "Kok bisa?" Tanya Nina kembali.


"Boneka satu itu nyelip mbak, ga bisa diambil, hampir satu jam aku nangkring  diatap tadi, cuman buat nyelamatin tu boneka, bukannya dapet terimakasih aku malah dibilang jahat sama dia mbak" jawab panjang lebar Chio.


Membuat Nina juga merasa heran, pasalnya walaupun sedang mengerjai Chio pasti akan terselip kata trimakasih jika sudah memberi perintah, ini aneh jika anak beruang itu sampai seperti itu.


"Apa masalahnya?" Tanya Nina heran


"Entah dia hanya bilang aku jahat begitu, lantas pergi ninggali aku" jawab Chio.


"Aisss ada - ada saja" Ucap Nina setelahnya ia memilih beranjak dari sana, membuat Chio mengekori Nina ikut turun juga, percuma saja merayu yang sedang marah, karna dia tahu bagai mana jika sudah marah padanya akan sangat menyebalkan membujuk anak beruang itu.


🌵🌵🌵

__ADS_1


__ADS_2