KETIKA KITA JATUH CINTA ( KKJC )

KETIKA KITA JATUH CINTA ( KKJC )
KKJC : RUMAH SAKIT


__ADS_3

"Kenapa seneng banget buat abangnya itu seport jantung sih kak?" tanya pemuda itu yang sedang duduk mengusap pangkal rambut sang adik yang terbaring lemah diatas tempat tidur.


"Baru dua bulan lalu loh, kakak itu keluar dari rumah sakit gara - gara jatuh saat latihan sekarang malah masuk rumah sakit lagi gara - gara renang, konyol deh" ungkap Dirtty geregetan, walau tak ada respon dari sang adik yang masih tertidur atau pingsan entahlah Dirtty tak tau yang mana yang benar.


Dirtty benar - benar tak habis dikir dengan kelakuan adiknya satu ini, pantas saja dia merasa cemas terjawab sudah akan kecemasan anak itu ternyata ada sesuatu yang terjadi pada adik perempuan kesayangannya itu.


Dirtty benar - benar panik saat dikabari tadi pasalnya dia masih ada dialun - alun karna masih kejebak hujan.


Flasback On..


Telpon Dirtty kembali berdering kali ini telpon dari mba Ninanya, " Iya mba kenapa ?" tanya Dirtty selepas memberi salamnya.


"Abang .. Hiks" terdengar suara serak diiringi isak dari sebrang telpon.


"Loh Reg kenapa?" tanya Dirtty mulai panik. Entah kenapa rasa takut menyerangnya setelah beberapa menit dia mulai terlihat tenang karna ulah teman - temannya mengusir rasa bosan menunggu hujan.


" Abang .. kakak .. Hiks ..Hiks " Ucap Regi diiringi dengan tangisnya. Anak itu memang cengeng entah menular dari siapa kecengenhannya itu.


Bahkan kakak perempuannya saja tidak secengeng itu, malah terkesan dia tak pernah menunjukan rasa sakitnya kalau orang disekitarnya tak pandai melihat situasi yang dialami Ana atau pergerakan tubuh Ana yang lain jika sakit fisik.


"Kakak kenpa? udah adek jangan nangis dulu. Cerita sama abang kenapa?" tanya Dirtty lembut baru kali ini yang ada disana terpaku dengan kelembutan yang ditunjukan Dirtty untuk adiknya.


Pasalnya Dirtty si balok es tak pernah menunjukan sisi itu, itu membuat semua tampak takjub dengan sisi Dirtty yang satu ini.


_Dia sangat tampat saat seperti itu_ batin Shena.


_Ternyata Dirtty punya sifat yang seperti itu juga_ batin pak Dayat yang tak menyangka.


Semua orang tampak terpana karna sifat baru yang ditunjukan Dirtty karna jarang dan hampir tidak pernah mereka melihat sifat itu dari anak itu. Berbeda dengan Kevan dan Liandro dua sahabatnya itu sangat tau betul bagai mana sifat pemuda itu jika bersangkutan dengan keluarganya terutama sang mamah.


"Kakak masuk rumah sakit lagi .. Adek takut kakak kenapa - kenapa mamah sama papah udah disana adek ditinggal dirumah . huwaaaaa" ungkap anak itu, tak henti - hentinya ia menangisi sang kakak walaupun mereka bak Tom & Jery tapi rasa sayang mereka sebagai saudara tetap tidak bisa dihilangkan.


Bahkan Regi sampai sesenggukan seperti itu menangis jika bukan karna sayang sama kakaknya itu.


"Ya Allah.ya udah abang ke sana sekarang adek baik - baik ya sama Ncus" pinta Dirtty langsung mematikan telponya setelah mendapatkan jawaban 'iya' dari sang adik.


"Mau kemana Dir?" teriak Kevan bertanya


" Kerumah sakit Ana masuk rumah sakit lagi" balas Dirtty berteriak lantas pergi begitu saja.


"Ya ampun anak itu kalau udah urusan Ana saja pasti sampai seperti itu, udah tau hujan main terobos aja" ungkap Liandro


"Tapi Ana kenapa lagi ya ko bisa sampai masuk RS lagi?" tanya Liandro pada Kevan yang dijawab angkatan bahu oleh sahabatnya itu.


Interaksi mereka dilihat oleh semuanya termasuk pak Dayat pelati mereka. "Ana siapa Van ?" tanya pak Dayat yang memang tidak tau siapa Ana. Dan Dirtty tidak perna terlihat sehawatir itu bahkan sampai tidak pamit kepada dirinya membuat dia penasaran siapa Ana itu.


Memang tidak banyak anak tau tentang adik perempuan Dirtty itu bahkan hampir semua teman sekolah dan guru - guru yang dekat dengannya tidak tau Ana.

__ADS_1


Yang mereka tau Dirtty memiliki adik dan hanya Regi yang terkadang dia bawa kemana - mana maka tak heran jika Regi terkenal dikalangan teman abangnya itu.


"Adiknya Dirtty pak" jawab Kevan


Ya hanya Kevan dan Liandrolah yang tau siapa Ana karna mereka satu sekolah dari semenjak TK sampai bangku SMA.


Dulu sewaktu Dirtty masih frendly temannya banyak yang bermain kerumahnya dan salah satunya mereka berdua makanya mereka tau tentang Ana.


Karna semenjak kelas 3 SD Dirtty berubah menjadi balok es, dan hanya dua sahabatnya itu yang sering main kerumahnya dan dekat dengan Ana, itu pun dalam pantawan Dirtty.


Dirtty terlalu posesif sebagai abang, Ana selalu dimanja dan dilarang ini dan itu saat ditanya demikian alasannya segudang. Membuat mereka tak lagi ingin membahas itu.


_Oh dia juga punya adik perempuan toh_ batin Shena.


"Ko gue baru tau Dirtty punya Adik cewe van?" tanya Dio


"Iya emang yang tau cuman gue sama Kevan doang" yang jawab malah Liandro


"baerapa tahun ?" tanya teman yang lainnya penasaran


"13 tahun masih SMP kelas dua " jawab Liandro


"Wah cantik ga?" tanya yang lain.


"Kepo deh loe" ketus Kevan


"Ana canti pake banget lagi anaknya lucu, imut ngegemesin apa lagi pipi cubbynya itu biki gumoy banget kalau buat nyubit" ucap Liandro membuat Kevan melotot tak setuju dia membeberkan rahasia tentang pricess satu itu.


"Wah pengen liat jadinya. Kalau abangnya aja cakep apa lagi adeknya" ucap Tika teman Shena.


Shena tersenyum, iri rasanya ia juga ingin seperti Ana adiknya Dirtty yang setiap hari sama - sama Dirtty terus, bisa ngeliat Dirtty terus disayang Dirtty pula.


"Wah pengen kenalan" ungkap Fahmi.


"Sebaiknya jangan abangnya galak kaya herder" saran dari Liandro yang diangguki cepat Kevan.


"Segalak apa sih si Dir kalau sampe adik cewenya dideketin?" tanya Dio penasaran.


"Yang gue bilang tadi udah kaya Herder, pokonya Dirtty bakalan posesif kalau soal Ana" jelas Kevan


"Iya kalau kita main sama Ana aja harus dalam pantauwan dia" Jawab Liandro menimpali.


"Wah bahaya juga ya" ucap Tika.


Sedangkan orang yang jadi bahan gibah mereka sudah melesat jauh menuju rumah sakit WT Hospital.


Flasback Off...

__ADS_1


Malam itu Dirtty menginap disana untuk menjaga adik perempuannya itu, mamah dan daddynya disuruh untuk pulang karna kasihan kepada daddynya yang baru pulang dari luar kota.


Bajunya yang basah kuyup sudah diganti tadi karna dia meminta mba Ninanya untuk membawakan baju ganti ke rumah sakit, Dirtty juga sempat ketemu sama Regi tadi karna Regi ikut bersama ncusnya.


"Mamah pulang dulu ya, abang hati - hati disini ya jaga kesehatan juga jangan sampe ikutan sakit.Besok pagi mamah kesini lagi" ucap mamah


"Iya mamah. Tenang aja abang bisa jaga diri ko" jawab Dirtty meyakinkan sang ibu


"Jaga adik kamu ya kalau ada apa - apa kabarin Daddy" pinta daddy yang dijawab anggukan saja.


"Daddy sama mamah hati - hati dijalannya" pinta Dirtty


"Iya sayang"jawab mamah.


"Gue pamit ya Dir" ucap Arayanie pada Dirtty, Aray dan ke tiga anak Dian memang tidak pernah pake bahasa forlmal itu tidak asik menurut merek.


"Loe hati - hhati mba " Dirtty


"Sip kan gue dianterin sama om sama tante juga " jawab Aray.


***


Malam datang merajai gelap, malam ini cahaya rembulan sepertinya tertutup kabut hitam, mungkin hujan akan segera kembali mengguyur kota ini fikir Dirtty saat melihat jendela dari kamar tumah sakit.


Dia kembali menatap adik perempuannya dengan sendu, kasihan sekali melihat anak itu yang biasanya pecicilan kembali harus terbaring lemah dengan selang infus yang meng hiasi punggung tanga kirinya dan selang oksigen yang menemani hidungnya.


Daddynya bilang ini mallam masa kritinya anak itu, jika smpai Ana tak bisa melewatinya entah apa jadainya,Dirtty hanya berharap yang terbaik tentunya untuk adik kecilnya.


"Berjuang ya.. Abang yakin kakak ppasti sembuh" ucap Dirtty menyemangati sang adik sambil kembali mengusap rambut adiknya.


Rumah sakit itu kembali menjadi saksi ketidak berdayaan anak gadis itu, entah untuk keberapa kali dalam satu tahun ini Ana keluar masuk rumah sakit, dengan keadaan yang bermacam - macam.


Dirtty pun merasa heran padahal Ana adalah anak perempuan tapi kelakuan entah kenapa jauh dari kata perempuan.


Ana tak terlihat feminim walau beberapa kali dilain tempat terlihat feminim namun tidak seperti kebanyakan gadis ABG pada umumnya yang menyukai berdandan atau berhias itu jauh dari Ana.


Untung saja anak satu itu memilik paras yang cantik walau tanpa make up dia akan terlihat cantik natural. Sayang kini wajah cantiknya harus tetlihat tak bercahaya karna pucat.


Beberspa bagian pipinya masi aga bengkak, kelopak matanya juga sama, untung dia terpejam seandainya dia membuka mata akan sebengkak apa nantu matanya dan apa dia masih bisa membuka matanya jika bengkak diarea mata itu sangat parah. Itu pertanyaan Dari Dirtty lontarkan untuk adiknya namun tak ada jawaban.


"Jangan lama - lamma sakitnya kakak" pinta Dirtty dan masih tetap sama hanya sunyi yang menjawabnya.


Hingga tubuhnya merasa lelah dan matanya mulai berat dia mulai mengantuk tak seberapa lamadia tertidur sambil duduk, kepala itu terkulai diatas tangan yang terkatup rapat disisi ranjang rumah sakit tempat Ana tertidur.


Satu tangan menyangga kepalanya da satu tangan lainnya menggenggam erat lengan adikny yang semakin pulas tertidur mungkin.


Dan malam itu kembali Dirtty menemani adik perempuannya tidur dirumah sakit

__ADS_1


__ADS_2