Ketika Mama Salah Pilih Menantu

Ketika Mama Salah Pilih Menantu
Apakah Pak Saka Menyukai Kirana


__ADS_3

Brian berdiri menegang di posisinya sekarang, lelaki itu benar-benar tidak menyangka jikalau Kirana berani mengancamnya balik dan juga membuatnya terdiam seperti ini. 


"Camkan apa yang aku katakan Brian! Tahu kamu akan menjadi gelandangan." Puas mengatakan semua itu Kirana berbalik arah dan melenggang pergi begitu saja. "Aku tidak menduga jika bisa mengatakan semua ini padanya," batin Kirana. 


Brian mengepalkan kedua tangannya setelah ia melihat Kirana menaiki anak tangga rumah ini terlihat seperti membuat Kirana sekarang juga, tetapi Bryan tidak bisa melakukan semua itu karena dirinya masih sangatlah waras, Brian harus menahan dirinya karena jika sampai Kirana meninggal maka semua hartanya akan beralih ke panti asuhan dan seperti apa yang wanita sialan itu katakan Brian akan menjadi gelandangan.


Setelah sampai di dalam kamar Kirana langsung mengunci pintu kamarnya lalu menyandarkan punggungnya di di pintu, kedua tangan Kirana terangkat memegangi jantungnya yang berdetak tidak karuan. "Astaga! Aku benar-benar masih tidak percaya jika bisa mengatakan semua itu kepadanya. Sejak dari dulu aku ingin mengatakan semuanya tetapi lidahku terasa keluh hingga tak bisa mengucapkan sepatah katapun, tetapi sekarang tidak lagi. Aku sudah tahu apa kelemahan Brian," gumam Kirana dengan mengulas senyuman puasnya. Iya merasa menang kali ini dan ada perasaan bahagia yang tidak bisa ia jelaskan ketika bisa membuat mulut Brian terdiam tak bersuara.


***


Kirana membuka matanya setelah ia merasakan silau akan cahaya mentari, semalam sebelum tidur Kirana lupa tidak menutup gorden kamarnya hingga cahaya mentari pagi menerobos masuk ke dalam ruangan kamarnya begitu saja. Kirana menatap ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 07.00 pagi, dengan malas wanita itu menyingkapkan selimut yang menutupi tubuhnya kemudian berjalan masuk ke dalam kamar mandi guna untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lelah.


Beberapa hari ini Kirana merasa nyaman sekali berada di rumah karena sejak malam pertengkaran itu Brian tidak nampak di dalam rumah ini seakan lelaki itu ditelan bumi. Semoga saja memang seperti itu. Kaki Kirana terasa jauh lebih membaik karena selama beberapa hari dia tidak melakukan aktivitas apapun selain rebahan di atas ranjang.


"Akhirnya aku akan mulai kembali beraktivitas, rasanya aku begitu merindukan Mama Moelen dan juga Pak Saka." Ketika menyebutkan nama bosnya itu Kirana langsung menutup mulutnya. "Astaga! Kirana sadarlah mana mungkin kamu boleh mengagumi tak Saka seperti itu," batin Kirana mencoba mengingatkan dirinya sendiri jika ia masih menjadi istri Brian.

__ADS_1


Saat ini Kirana sudah nampak cantik dengan baju kerjanya ia menggunakan dress berwarna merah dan juga cardigan berwarna hitam, warna itu sungguh nampak kontras dengan kulitnya yang seputih susu. Kirana memoles wajahnya menggunakan make up kemudian ia tidak lupa menggunakan lipstik berwarna bibir supaya wajahnya tidak nampak pucat, untuk kali pertama ini Kirana berdandan cantik ketika hendak pergi ke kantor padahal biasanya ia selalu terlihat sederhana dan juga jarang menggunakan lipstik hingga membuat wajahnya nampak pucat.


Dengan hati yang berseri-seri Kirana menuruni anak tangga rumah ini, langkahnya sempat terhenti Di tengah-tengah anak tangga ketika ia melihat Brian sedang menatapnya di kaki anak tangga. Entah apa yang sedang Brian pikirkan sekarang karena lelaki itu menatap Kirana dengan wajah datarnya.


"Aku akan sarapan di kantin kantor, jika kamu memerlukan sesuatu maka suruhlah pelayan saja yang melakukannya." Tanpa melihat ke arah Brian Kirana berbicara seperti itu kemudian ia berlalu pergi begitu saja.


Brian masih menatap ke arah punggung istrinya yang mulai berjalan menjauh darinya. "Kenapa aku baru sadar jika dia terlihat cantik kalau berdandan, bahkan kecantikannya melebihi para wanita yang sering aku bawa ke rumah ini," Fatin Brian di dalam hati memuji kecantikan Kirana.


***


Mobil yang Kirana kemudikan sudah berhenti di parkiran perusahaan, Kirana tidak langsung turun dari dalam mobil tetapi wanita itu bercermin terlebih dahulu mencoba untuk melihat penampilannya satu kali lagi. Sana sangat tua sekali ketika melihat penampilannya masih sangat rapi seperti ia keluar dari rumah, tentu saja penampilannya sangat rapi sekali karena dia berangkat bekerja menggunakan mobil dan bukan menggunakan motor.


"Astaga Kirana Kamu cantik banget hari ini, tumben sekali pakai make up rapi seperti ini biasanya juga terlihat kucel seperti kuntilanak baru saja keluar dari sarangnya," canda Rossa yang tentunya mengandung kejujuran.


"Berarti biasanya aku jelek mirip seperti kuntilanak, gitu maksud kamu," sewot Kirana yang tentunya bercanda dan Rossa tahu itu.

__ADS_1


"Gitu aja marah, tentu saja setiap hari Kamu terlihat cantik natural tanpa menggunakan make up tetapi kalau menggunakan make up tentu saja cantiknya berlipat-lipat dari biasanya," tata Rossa bercanda sembari mendorong Kirana ke arah belakang.


Kirana memundurkan langkahnya iya mulai sempoyon Dan hampir saja terjatuh seorang lelaki kebetulan berada di samping Kirana dan hampir saja memegangi pinggang Kirana tetapi tidak disangka Pak Saka lebih dulu menangkap tubuh Kirana. 


Rossa dan juga para wanita lain langsung membulatkan kedua matanya setelah mengetahui jika Pak Saka tiba-tiba menangkap tubuh Kirana padahal biasanya lelaki itu tidak pernah peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya.


"Apakah benar itu yang menangkap Kirana adalah Pak Saka?" tanya salah satu pegawai.


"Tentu saja itu adalah Pak Saka," jawab Salah satu wanita lainnya.


"Apakah mungkin Pak Saka menyukai Kirana? Selama ini kita tahu kalau Pak Saka tidak pernah peduli dengan apa yang terjadi pada pegawainya bahkan waktu itu ada seorang wanita yang hampir saja terjatuh dan wanita itu berada di samping Pak Saka, tapi Pak Saka tidak menghiraukannya dan berlalu pergi begitu saja hingga wanita itu terjatuh," sambung wanita lainnya yang mulai ghibah massal.


"Sepertinya Kirana memang sangat spesial untuk Pak Saka," sambung para wanita lainnya.


Kirana menghirup aroma parfum yang beberapa hari ini begitu ia rindukan, iya merasa begitu familiar sekali dengan aroma parfum mint yang menguar masuk ke dalam indra penciumannya. Kirana membuka kedua matanya yang tertutup, iya melihat wajah Pak Saka memenuhi netranya membuat hati Kirana semakin berbunga-bunga.

__ADS_1


Pak Saka langsung membantu Kirana untuk berdiri dengan tegap kemudian lelaki itu memasang wajah angkuh dan membenarkan kemejanya yang sedikit berantakan karena membantu Kirana.


"Kamu ikut ke ruangan saya!" Perintah Pak Saka kemudian berlalu pergi begitu saja.


__ADS_2