
Pak Saka melihat ke arah mobil Kirana yang sudah melaju keluar dari gerbang utama rumah ini, lelaki itu melangkah menghampiri Bi Ijah yang kini sedang ada di dalam dapur, wanita paruh baya itu sedang sibuk mencuci piring-piring kotor yang ada di dalam wastafel.
"Apakah Pak Saka memerlukan sesuatu?" tanya Bi Ijah.
"Kenapa tidak meminta Kiran untuk menunggu saya?" tanya Pak Saka kepada Bi Ijah.
"Tadi saya sudah meminta Nona Kirana untuk menunggu Pak Saka tetapi Nona Kirana sepertinya terburu-buru hingga ia hanya meminta Bibi untuk menyampaikan salam kepada Pak Saka, Nona Kiran juga berkata jikalau besok setelah berkerja beliau akan datang kemari untuk menjenguk Nyonya Moelen." Bi Ijah bercerita panjang lebar kepada Pak Saka kemudian lelaki itu hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Kiran semoga kamu baik-baik saja," batin Pak Saka di dalam hati.
Di sisi lain.
Kirana menghentikan mobilnya setelah sampai di kediamannya sendiri, terlihatlah Brian sedang berdiri di teras rumah sembari menyilangkan kedua tangannya bersedekap di dada. Ingin rasanya Kirana kembali masuk ke dalam mobil kemudian meninggalkan kediaman ini, tetapi Kirana tak mungkin melakukannya dan ia lebih memilih pasrah menghadapi semua yang akan terjadi toh sudah selama 5 tahun ini Dia sanggup bertahan dari semua sikap angkuh, kasar dan juga semena-mena yang selalu Brian tunjukkan padanya.
Emosi Brian sudah berdenyut di puncak kepalanya, amarah itu seakan sirna ketika melihat wajah cantik Kirana, ya akhir-akhir ini istrinya itu selalu memoles wajahnya menggunakan make up hingga membuat Brian terpesona padanya.
"Kirana kau baru datang?" tanya Brian dengan konyolnya.
Kirana melirik ke arah suaminya itu sekilas kemudian menjawab, "Seperti apa yang kamu lihat," jawab Kirana. "tumben sekali kau tidak sedang bersama dengan wanita lain, apakah ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan denganku?" tanya Kirana setelah berhenti di depan Brian.
__ADS_1
Brian kembali teringat kenapa dirinya berdiri di teras rumah sejak 1 jam yang lalu. Brian menggandeng tangan Kirana masuk ke dalam rumah kemudian mereka berdua duduk di ruang tamu rumah ini, Kirana menggeser tubuhnya sedikit menjauhi Brian karena ia merasa tidak nyaman jika berdekatan dengan lelaki itu.
Kirana seakan merasa jijik jika ia berdekatan dengan pria ketika mengingat kalau suaminya itu sudah bergonta ganti banyak sekali wanita malam, dan mungkin saja salah satu wanita itu memberikan penyakit menular kepada sang suami membuat Kirana harus menjaga dirinya baik-baik agar tidak ikut tertular akan sikap kenakalan suaminya itu.
"Kamu semakin cantik akhir-akhir ini Kirana," puji Brian secara terang-terangan sembari mengamati wajah cantik istrinya itu.
"Aku duduk di tempat ini bukan untuk mendengarkan pujianmu itu. Entah sudah berapa wanita yang telah kau goda dengan ucapanmu tersebut, tetapi jangan pernah samakan aku seperti mereka," balas Kirana dengan kata-kata yang begitu pedas sekali.
"Kirana kau cemburu?" tanya Brian.
"Wanita mana yang tidak cemburu ketika melihat suaminya bersenang-senang dengan banyak wanita tepat di depan matanya, bahkan mungkin semua ruangan yang ada di dalam rumah ini telah kau jelajahi bersama dengan para wanita-wanita malam itu." Ingin sekali Kirana berkata jujur seperti itu kepada lelaki sialan yang ada di depannya, tapi Kirana lebih memilih untuk menggigit bibir bagian bawahnya agar ucapan itu tak sampai lolos keluar dari tenggorokannya.
"Apakah kau tahu jikalau Pak Saka tadi datang ke perusahaanku?" tanya Brian sembari mengamati wajah cantik Kirana.
Kirana segera menyentak pandangannya ke arah Brian dengan kening yang berkerut. "Pak Saka datang ke perusahaanmu memangnya apa urusannya denganku?" tanya Kirana balik.
"Saat itu dia melihatku sedang bermain dengan dua orang wanita, aku melihat Pak Saka begitu marah sekali bahkan ia juga meminta aku untuk melepaskanmu, laki itu menjanjikan aku begitu banyak uang sehingga meskipun aku melepaskanmu kurang dari 10 tahun perjanjian kita maka aku masih bisa hidup dengan mewah," kata Brian dengan sangat jujur sekali.
Lelaki itu bahkan tidak peduli jikalau sekarang hati istrinya sakit setelah mendengarkan dirinya bermain dengan dua orang wanita di dalam ruangan kantornya, sejak dari awal Brian memang tidak pernah menyukai Kirana dan hingga detik ini. Mereka menikah hanya karena harta dan juga perjodohan kedua orang tuanya tidak lebih dari itu.
__ADS_1
Kirana tersenyum getir setelah mendengarkan suaminya bermain dengan dua orang wanita di dalam ruangan kantornya, sedangkan sejak awal mereka menikah lelaki itu tak pernah satu kali pun menyentuhnya walaupun keduanya pernah tinggal satu kamar bersama. Bahkan Brian juga menuduhnya kalau sudah tidak suci ketika menikah dengannya. Sungguh miris sekali.
Kirana mulai menyingkirkan kesedihan ya dan ia fokus kepada ucapan sang suami yang mengatakan jikalau Pak Saka datang ke perusahaannya.
"Brian, aku tidak mau ikut campur urusan kalian berdua." Tanpa menunggu sahutan dari Brian, Kirana segera beranjak berdiri dari posisi duduknya kemudian meninggalkan lelaki itu sendiri di ruangan tamu rumah ini.
***
Kirana sudah berbaring di atas ranjang empuknya, sudah beberapa waktu yang lalu iya membenamkan tubuhnya di atas ranjang yang nyaman ini tetapi rasa kantuk masih juga belum merayapi kedua bola matanya, Kirana terus saja memikirkan dan juga bertanya-tanya kenapa Pak Saka melakukan semua itu? Kenapa lelaki itu sampai menyuruh Brian untuk melepaskannya? sebanyak apapun Kirana mencoba untuk berfikir tetap saja ia tidak akan bisa menemukan jawabannya kecuali bertanya langsung kepada Pak Saka keesokan harinya.
***
Kirana baru saja menjejakkan kakinya di parkiran mobil, wanita itu melihat ke arah tak Saka yang kebetulan memarkirkan mobilnya di samping mobil Kirana. ingin sekali Kirana bertanya mengenai hal yang semalam membuatnya tidak bisa tidur dengan, tetapi Kirana mengedarkan pandangannya terlebih dulu dan ia melihat beberapa orang pekerja sedang mengamati keduanya.
"Kiran," panggil Pak Saka ketika melihat Kirana hendak menjauh darinya.
"Ada apa Pak Saka memanggil saya?" tanya Kirana.
"Semalam, kenapa kamu tidak menungguku Dan langsung pulang begitu saja? Kamu mencoba untuk menghindari aku lagi Kiran?" tanya Pak Saka sembari mengamati wajah cantik Kirana yang hari ini terlihat begitu menarik untuk dipandang mata. Kirana selalu terlihat cantik dengan make up natural ya membuat Pak Saka betah berlama-lama menatap wajah cantik itu.
__ADS_1
"Sekarang kita sedang berada di perusahaan dan tidak seharusnya membahas masalah pribadi apalagi begitu banyak orang yang sedang memperhatikan kita," kata Kirana mengingatkan Pak Saka. "Saya permisi masuk terlebih dulu." Tanpa menunggu sahutan dari Pak Saka, Kirana langsung melangkah pergi meninggalkan lelaki itu.